Home / PESONA WISATA / WISATA RAKYAT JELAJAH JAKARTA JANGAN LUPA MENGINTIP BALAI KOTA

WISATA RAKYAT JELAJAH JAKARTA JANGAN LUPA MENGINTIP BALAI KOTA

Indonesiadaily.co.id-, Bermula dari halte Transjakarta Senen, dengan semangat menggebu-gebu Indonesiadaily melakukan perjalanan wisata jelajah Jakarta menggunakan angkutan umum. Kenapa tidak, justru dengan memakai angkutan umum tidaklah ribet, sangat praktis, menghemat biaya, dan sangat merakyat. Di halte Transjakarta Senen itulah, Indonesiadaily tidak disangka bertemu sejumlah wisatawan lokal alias wisatawan nusantara yang terdiri 5 pelajar kelas sebelas Sekolah Menengah Atas asal Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang ingin berlibur ke Jakarta, sekaligus menjelajahi ibukota Republik Indonesia.

Halte Trans Jakarta Senen

Maka wilayah Jakarta yang dijelajahi ialah kawasan Kota Tua, Monas, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, dan Balai Kota kantor Gubernur DKI Jakarta. Lima pelancong pelajar dari kota Pasuruan itu sudah mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, yang kata mereka pengunjungnya begitu membludak. Maklum liburan serentak sekolah pada bulan Desember dan selama di Jakarta sekalian dimanfaatkan untuk menyaksikan pesta kembang api pergantian tahun.

Mereka berlima pergi ke Taman Mini Indonesia Indah naik anggutan umum dengan alasan karena mereka pelancong biasa, dan biar merakyat. Selain menghemat disesuaikan dengan uang saku yang tidak lain hasil dari menabung. Di Jakarta, lima pelajar itu menginap di rumah salah satu saudara mereka yang mempunyai hubungan keluarga. Mereka tidak menginap di hotel, alasannya hotel tarifnya mahal, sebaliknya di rumah saudara malah bisa menjalin tali silaturahim.

Menurut mereka, tidak terlalu lama berkeliling Taman Mini Indonesia Indonesia, sebab tempat wisata itu yang tiket masuknya Rp 20 ribu penuh sesak.  Diperkirakan kata mereka  50.000 ribu orang pengunjung. Tidak berbeda dengan di Ancol, lengkapnya Taman Impian Jaya Ancol, berada di wilayah Jakarta Utara,  pengunjungnya setiap hari selama liburan mencapai 50 ribu sampai 70 ribu pelancong, betapa membludaknya.

Kawasan Kota Tua Jakarta

Demikian juga di kawasan Kota Tua, yang kata mereka semrawut, banyak pedagang kali lima yang tidak ditata rapi Namun kelima pelajar itu puas, lantaran bisa putar-putar sewa sepeda dengan tarif Rp 20 ribu untuk berkeliling selama 30 menit. Dan mereka pun bisa foto-foto dengan manusia patung yang mengitari jalur pedestrian Kota Tua. Tidak cuma menikmati suasana itu,  mereka berlima bisa berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia serta Museum Seni Rupa dan Keramik.

Dari kawasan Kota Tua, mereka bablas ke Monas yang juga dipenuhi wisatawan, kebanyakan wisatawan nusantara dan diperkirakan pengunjungnya mencapai 50 ribu setiap hari selama liburan Desember. Mereka pun naik Tugu Monas dan dikenai tarif Rp 5 ribu untuk dewasa,  Rp 3 ribu untuk mahasiswa serta untuk anak-anak membayar Rp. 2 ribu. Lantas jika naik ke puncak ada biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu untuk orang dewasa,  Rp 5 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 2 ribu untuk anak.

Mereka bilang ini benar-benar wisata rakyat, murah-meriah, dan rakyat dibahagiakan. Mereka keliling kawasan Tugu Monas dengan keceriaan. Lima pelajar SMA asal kota Pasuruan ini merasakan makna liburan sesungguhnya. Istirahat sejenak setelah mengitari kawasan Tugu Monas, maka mereka melangkahkan kaki menuju Balai Kota yang letaknya hanya sejauh mata memandang dan berbilang langkah dari kawasan Tugu Monas.

Bertandang ke Balai Kota yang menurut mereka merupakan pengalaman tersendiri dan pastilah berkesan serta meninggalkan kenangan yang tidak terhapuskan. Mereka sengaja mengintip kantor Gubernur DKI Jakarta, sebagai kantor pimpinan ibukota Balai Kota mempunyai sejarah panjang, sepanjang usia Jakarta yang tahun ini genap 490 tahun. Bangunan yang kini dikenal sebagai Balai Kota resmi digunakan untuk kantor pemerintahan Batavia atau Gemeentehuis Batavia pada 1919. Sebelumnya  mengalami dua kali pemindahan, pertama tahun 1905 di Gedung Museum Sejarah Jakarta Taman Fatahillah, lantas berpindah ke Tanah Abang 1913.

Cukup lama berada di Balai Kota, mereka merasakan suasana nyaman dan teduh. Tidak banyak pelancong yang bertandang ke Balai Kota selama liburan Desember 2017 ini. Lima pelajar itu berjalan santai keliling kompleks Balai Kota yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar, termasuk Gedung DPRD yang berada di Jalan Kebon Sirih.

Bunderan HI

Segala sesuatunya telah terwujudkan, betapa bahagia dalam waktu singkat, seharian menjelajahi kota Jakarta. Memang bukan petualangan mendebarkan, namun apa yang Indonesiadaily dan 5 pelajar SMA asal kota Pasuruan, Jawa Timur lakukan adalah sebuah perjalanan yang meninggalkan kenangan yang tidak bisa diulang lagi, betapa perjalanan di belantara Jakarta, walau sekedar mengunjungi tempat wisata semata, meresap di lubuk hati sanubari bahwa tidak dipungkiri pilihan kami adalah NKRI sehidup semati.

Jakarta telah kami jelajahi, kami kembali ke titik temu yakni halte Transjakarta Senen. Di sinilah kami bertemu dan di sini pula sembari menatap baliho film, iklan film yang membuat terlena, kami berpisah dan mengarungi masa depan yang demikian indah untuk dilakoni. Ke Jakarta aku kan kembali, aku akan menjelajahi lagi. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

LOMBA DAN PAMERAN FOTO VIDEO HPN 2018 DORONG PARIWISATA SUMBAR

Indonesiadaily.co.id-, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan seiring dengan perkembangan zaman, karya foto dan video ...

FESTIVAL PULAU PENYENGAT 2018 MENGGALI BUDAYA MELAYU

Indonesiadaily.co.id-, Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri apabila anda sekeluarga ingin bertandang menghadiri Festival  Pulau ...

TOP 77 CALENDER EVENT BANYUWANGI INDONESIA FESTIVAL 2018

Indonesiadaily.co.id-, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menetapkan Banyuwangi sebagai KotaFestival Terbaik di Indonesia. Penghargaan diterima ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *