Home / PESONA WISATA / MENYANTAP ROTI RAKYAT TIDAK SEKEDAR MENGGANJAL PERUT

MENYANTAP ROTI RAKYAT TIDAK SEKEDAR MENGGANJAL PERUT

Indonesiadaily.co.id-, Berada di Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. selama meliput perhelatan musik Jazz On The Bridge Bangka (JOBB) di Jembatan EMAS kawasan Pantai Koala, akhir Desember 2017, membutuhkan stamina prima. Paling tidak sehari penuh putar-putar di kota yang memiliki luas wilayah 118,408  kilometer persegi.

Bandara Depati Amir

Begitu turun dari pesawat udara di bandara Depati Amir yang disambut gerimis rintik-rintik,  cuaca pun terasa sejuk,  Indonesiadaily langsung tancap gas menuju venue, sebelumnya mencari kedai untuk makan siang. Namun beberapa menit beranjak, sopir sekaligus pemandu yang mengantar kami menyodorkan dan menawarkan sepotong roti.

“Ini roti rakyat pak, masyarakat kalangan bawah banyak yang beli. Harganya murah cuma tiga ribu rupiah. Bagi sopir, roti itu tidak sekadar mengganjal perut malah bisa menambah energi. Setiap pagi, saat siap siap bekerja, saya sarapan roti itu, bukan nasi. Sila  pak, ada beberapa rasa. Saya senang yang rasa cokelat”, ujar sopir dengan sigapnya mengendarai mobil yang tahu-tahu sampai di pusat kuliner Citraland Botanical City, di tengah kota Pangkalpinang.

Mencicipi roti yang ditawarkan sang sopir bernama Rizal itu, lumayan enak rasanya. Manisnya pas dan bermerek MR Asmi, tentunya merek yang unik, seperti nama seseorang. “Iya pak. Itu nama pemiliknya, pemilik pabrik roti. Pabriknya, ya tempat usahanya di Selindunglama, Pangkalpinang”, ujar Rizal yang berasal dari Palembang kepada Indonesiadaily.

Menurut Rizal berpromosi, roti MR Asmi ini rasanya boleh diadu dengan produk roti keluaran usaha bakery kalangan middle up. “Roti MR Asmi digemari masyarakat  karena selain enak, nikmat dirasakan, harganya terjangkau kocek masyarakat midle down. Saya pernah berkunjung ke pabrik roti itu. Memborong untuk dibawa ke Palembang, (Provinsi Sumatera Selatan) sebagai oleh-oleh”.

Masih menurut Rizal, “Nama pemilik pabrik roti itu adalah Mahbud Romusa, umurnya sekitar 35 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Mahbud ini baru tiga-empat tahun mendirikan MR Asmi, sebelumnya membuka usaha roti di Batam selama 20 tahun. Sekarang dia kembali ke tempat asal istri,  membuat usaha yang sama dan sukses”.

Pangsa pasar roti MR Asmi di Pulau Bangka sangat bagus. Setiap hari MR Asmi  ada empat unit armada mobil beroperasi di Pangkalpinang, Muntok, Koba, Sungailiat, Lubukbesar, Lepar Pongok hingga kota Toboali yang masing masing armada memasarkan  sebanyak 2 ribuan roti.

Roti Rakyat

Tidak dipungkiri usaha roti MR Asmi dirintis Mahbud Romusa dirintis dari bawah dengan tekun dan ulet. Yang kata Rizal, nama usaha roti MR Azmi adalah singkatan dari nama Mahbud Romusa Asal Sukabumi. Saat ini MR Asmi yang ingin menjalankan usaha dapat menyerap tenaga kerja sebanyaknya, mempekerjakan total 20 karyawan, empat di antaranya berprofesi marketing. Perlu diketahui ada lima varian isi roti MR Asmi yakni keju,  kelapa,  kacang ijo,  cokelat, dan selai nanas. Yang paling banyak dinikmati adalah rasa cokelat.

Rasanya belum sah, jika berada di Pangkalpinang belum merasakan roti rakyat yang harganya murah meriah dan sudah bersertifikasi halal itu. Sungguh nikmat dirasakan sebagai bagian dari sarapan pagi, dan menyantap roti MR Asmi tidak sekadar, kata Rizal, mengganjal perut. Manisnya roti MR, sengaja berpromosi, benar-benar pas. (snm; foto tc/dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

WISATA SPORT DAN LAUT DIKEMAS DALAM BELITONG GEOPARK INTERNASIONAL KAYAK MARATHON 2018

Indonesiadaily.co.id-, Pariwisata Olahraga (sport tourism) Indonesia terus menggema, kali ini melalui gelaran Belitong Geopark Internasional ...

WAKTU INDONESIA BERLIBUR ANAK MUDA BERPERAN PENTING KEMBANGKAN PARIWISATA

Indonesiadaily.co.id-, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan pentingnya peranan anak muda (the youth) dalam mengembangkan sektor ...

JURUS JITU KEMENPAR HADAPI TURUNNYA KUNJUNGAN WISMAN DI BULAN RAMADHAN

Indonesiadaily.co.id-, Pada bulan ramadhan masyarakat lebih memilih konsentrasi beribadah ketimbang berwisata, karenanya kunjungan wisatawan lokal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *