Home / PESONA WISATA / MENGGORESKAN MEMORI SELAMA 30 JAM MELANCONG DI PANGKALPINANG SEKITARNYA

MENGGORESKAN MEMORI SELAMA 30 JAM MELANCONG DI PANGKALPINANG SEKITARNYA

Indonesiadaily.co.id-, Indonesiadaily pernah mendapat tawaran berwisata ke Pulau Bangka selama empat hari tiga malan, dengan ongkos Rp. 1.950.000 per orang. Namun bisa dinyatakan berangkat apabila terkumpul dua belas peserta, dihitung-hitung memang murah. Untuk ongkos tiket pulang pergi Jakarta-Bangka, sebesar satu juta rupiah. Sedangkan sisanya, untuk biaya menginap di hotel berbintang dua di Pangkalpinang, city tour di Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan untuk tiket masuk ke obyek wisata maupun ongkos menyewa alat snorkeling.

Bangka Belitung

Bagaimanapun biaya tour empat hari tiga malam itu, bertema Adventure Bangka, termasuk murah. Mengingat tour yang ditawarkan melancong ke pulau terujung di Habang, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan  dan tentu saja city tour Pangkalpinang.

Kiranya biaya untuk Adventure Bangka itu belum naik, harga bulan November 2017. Jika sekarang ini naik itupun naiknya pasti tidak seberapa. Kiranya untuk menjelajahi Pulau Bangka membutuhkan waktu lama, bisa perlu waktu sepuluh hari malah tidak cukup,  alih-alih di Pulau Bangka memiliki banyak pantai, nah di Kabupaten Bangka Selatan saja terdapat 10 pantai yang elok.

Menjelang tutup tahun 2017, Indonesiadaily menggoreskan memori selama 30 jam di Pangkalpinang. Berangkat dari Jakarta pada Sabtu pagi, lantas kembali ke Jakarta pada Minggu siang. Sedangkan urutan perjalanannya adalah sesampai di Bandara Depati Amir, beberapa menit kemudian berwisata kuliner untuk makan siang. Usai makan siang perjalanan dilanjutkan ke Kawasan Wisata Tanjung Gunung, Bangka Tengah.

Tanjung Gunung Pan Semujur

Cukup lama berada di kawasan Tanjung Gunung, rombongan termasuk Indonesiadaily sempat menyeruput secangkir kopi, merasakan lezatnya buah duren, dan tentu saja menikmati keindahan pantai yang berpasir bersih. Tidak banyak sampah berserakan di pantai di kawasan Tanjung Gunung, kami memandang laut yang bertemu dengan langit, serta terlihat dua pulau, yakni Pulau Panjang dan Pulau Semujur. Terasa tinggal di Kawasan Tanjung Gunung demikian teduh, nyaman, jauh dari kebisingan, dan hiruk pikuk  serta kegaduhan kota Jakarta.

Memori telah kami torehkan, kami memutuskan tidak menginap atau bermalam di Kawasan Tanjung Gunung yang terdapat juga penginapan. Penginapannya belum dibuka secara resmi atau untuk umum cukup leluasa buat liburan keluarga dan bersih.

Dari Kawasan Tanjung Gunung kami meneruskan perjalanan ke Jembatan Emas. Sebetulnya inilah tujuan kami yang paling utama menyaksikan pentas Jazz On The Bridge di Kawasan Pantai Koala, Bangka. Pentas belum dimulai, beberapa jam lagi. Tapi kami melihat-lihat panggung yang berdiri mentereng di bibir pantai.  Tidak lama kami memutuskan untuk ke hotel yang letaknya di tengah kota, tidak jauh dari alun-alun yang merupakan titik nol kota Pangkalpinang.

Di hotel, hanya sekejap, kami cuma membasuh muka dan tidak bisa bergolek-golek terlalu lama. Namun di lobi hotel kami bisa menyantap martabak manis dan kami membelinya di depan hotel yang kabarnya ialah martabak manis terenak di Pangkalpinang.

Malam mulai merambat, tidak sampai satu jam di hotel, kami sudah dijemput untuk makan malam. Kami merasakan makan malam yang menunya serba ikan, sungguh nikmat. Kenikmatan ini terbawa pula ketika menyaksikan pentas jazz yang semarak, sampai tengah malam. Dini hari kami kembali ke hotel, lelah menyergap dan kami cepat tidur lelap. Pasalnya besok  kegiatan masih menanti, sebelum berangkat kembali ke Jakarta.

Pagi hari kami sarapan seperlunya di hotel dan langsung menyatakan tidak melanjutkan menginap lagi. Bagi kami menginap di hotel tidak ubahnya numpang lewat. Maklumlah jam delapan pagi kami sudah ngopi di Warung Yuk Ngopi yang letaknya tidak jauh dari bandara. Sejenak pula kami ngopi di warung itu. Usai berbincang mengenai pentas jazz yang apik itu, kami meluncur ke Taman Botani, destinasi yang menjanjikan. Apabila berwisata ke Bangka tanpa menyambangi Taman Botani itu, sepertinya tidak afdol. Di Taman Botani banyak spot menarik untuk berfoto ria.

Warung Ngopi Yuk

Puas keliling taman botani, matahari sudah meninggi, kami pun kembali ke Pangkalpinang untuk makan siang. Pilihannya Mie Koba Iskandar lokasinya dekat dengan alun-alun. Masih ada waktu, beberapa jam lagi terbang ke Jakarta, tapi memutuskan kembali ke Warung Yuk Ngopi dengan alasan di warung itu bisa rileks, ketimbang menunggu di bandara. Beberapa gelas kopi kami seruput, ditambah menyantap kue khas Bangka, tapi akhirnya mau tidak mau kami harus ke bandara untuk kembali ke Jakata.

Dalam beberapa jam lagi Bangka kami tinggalkan, dan kembali nanti secepatnya. Tidak dinyana selama 30 jam, hitungan kasar, kami telah menggoreskan kenangan indah di Pangkalpinang dan sekitarnya. Oooh…, Pangkalpinang selalu di hati. (snm; foto tc/din)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

GEBYAR WISATA DAN BUDAYA NUSANTARA 2018 TAMPILKAN 500 OBYEK WISATA

Indonesiadaily.co.id-, Dalam rangka  mempromosikan objek wisata daerah di Indonesia seperti obyek wisata pegunungan, pertanian, lingkungan, ...

EVENT YOGA FESTIVAL 2018 TINGKATKAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA DAN INDIA

Indonesiadaily.co.id-, Dalam rangka peringatan hari Yoga Internasional ke-4, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Duta Besar ...

MENPAR MERESMIKAN CALENDAR OF EVENT GORONTALO 2018

Indonesiadaily.co.id-, Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar bedagam kegiatan pariwisata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *