Home / PESONA WISATA / KAPAL PINISI IKON PAVILIUN INDONESIA DI TITF 2018

KAPAL PINISI IKON PAVILIUN INDONESIA DI TITF 2018

Indonesiadaily.co.id-, Kedua puluh dua kali Thai Internasional Travel Fair (TITF) digelar, dan tim Indonesia (melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia) akan tampil pula pada event tersebut yang diselenggarakan di Bangkok, selama lima hari 7 s/d 11 Februari 2018.

Ajungan Indonesia di TITF 2018

Event TITF termasuk bergengsi dan partisipasi Indonesia pada TITF 2018 yang dilaksanakan di Queen Sirikit Nasional Convention Center Bangkok, bukan tanpa alasan. Mengingat prospek wisatawan Thailand untuk berkunjung ke Indonesia semakin cerah dan memperlihatkan grafik meningkat. Tahun 2018 target pelancong Thailand ke Indonenesia diharapkan sebanyak 163.000 turis.

Pada TITF 2018, event tahunan yang penyelenggaranya oleh Thai Travel Agent Association (TTAA) dinilai potensial bagi Indonesia. Apalagi event bersifat B to B alias Trade Show dan B to C, Consumer Show yang memungkinkan pelaku industri pariwisata Indonesia memperluas jejaring pasar serta menawarkan berbagai macam paket wisata Indonesia. Sementara dalam satu sisi pemangku kepentingan, yakni pihak Kementerian Pariwisata Republik Indonesia fokus pada branding, advertising, dan selling.

Anjungan Idonesia di Thai Internasional Travel Fair

Di TITF 2018 Indonesia menampilkan paviliun seluas 48 sqm, terdapat delapan booth, dan bertema Kapal Pinisi. Tema yang memiliki daya tarik kuat dan sekaligus menjadi ciri khas booth Indonesia. Tentunya publik internasional sudah mengenal hewan komodo dan seringkali diketengahkan sebagai simbol pemasaran, tapi melalui ikon Pinisi, pasti punya daya pesona tersendiri.

Sedikit yang mengetahui bahwa pusat pembuatan kapal pinisi berpusat di Tana Beru, Bulukumba yang berjarak  sekitar 150 kilometer tenggara Kota Makassar,  Sulawesi Selatan. Beberapa tahun lalu Indonesiadaily meninjau ke Bulukumba dan menyaksikan dari dekat pembuatan kapal tradisional itu. Di sepanjang jalan desa Tana Beru banyak ditemukan tempat pembuatan kapal Pinisi yang dilakukan secara turun temurun. Jika pembuatan kapal modern dimulai dari kerangkanya, baru dinding lambung. Nah, kapal Pinisi lain lagi, yakni lambung kapal dahulu, barulah kerangka kapalnya.

Indonesia secara ajeg berpartisipasi pada ajang TITF ini, mengingat TITF 2018  mempetemukan seller Indonesia dengan kurang lebih 150 buyers internasional. Tidak hanya itu ada ribuan delegasi serta pengunjung dari negara kawasan Asia. Jelas merupakan suatu kesempatan untuk mempromosikan  agenda wisata unggulan Indonesia sepanjang tahun 2018.

Arief Yahya

Peserta yang tergabung di paviliun Indonesia pada TITF 2018 terdiri sepuluh meja untuk digunakan industri pariwisata Indonesia, di antaranya berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Peserta dari industri pariwisata ini pastilah mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Thailand. Singkatnya memang diharapkan pada TITF 2018 mampu menghasilkan transaksi yang signifikan dari hasil penjualan paket wisata yang sejatinya bisa mendatangkan pelancong mancanegara ke Indonesia. Demikian harapan semua pihak, tidak terkecuali pemangku kepentingan yang bergerak dalam penggiat pariwisata Indonesia. (snm; foto dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PERLU DIBARENGI SERVICE

Indonesiadaily.co.id-, Peningkatan pengembangan destinasi wisata atau pariwisata perlu dibarengi dengan servicenya yang memuaskan sehingga membuat customer ...

DENGAN INVESTASI HATI NI PUTU EKA WIRYASTUTI WUJUDKAN DESA WISATA

Indonesiadaily.co.id-, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti terus mengoptimalkan keberadaan desa di Kabupaten Tabanan, salah ...

50 FOTO TERBAIK KEMILAU INDONESIA PHOTO CONTEST 2018 PROMOSIKAN DESTINASI VISIT WONDERFUL INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Dalam upaya ikut mempromosikan Visit Wonderful Indonesia (ViWI), program yang dicetus Kementerian Pariwisata yang kini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *