Home / PESONA WISATA / INDUSTRI PARIWISATA KEPULAUAN RIAU HASILKAN RP 4, 8 TRILIUN

INDUSTRI PARIWISATA KEPULAUAN RIAU HASILKAN RP 4, 8 TRILIUN

Indonesiadaily.co.id-, Industri pariwisata apabila dikelola secara profesional, tidaklah bisa dipungkiri mampu memberi dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa daerah membuktikan hal tersebut seperti Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang sukses menaikkan PAD hingga 81% sejak disentuh sektor pariwisata secara komprehensif. Lalu daerah Banyuwangi yang makin memperkuat pembuktian itu, disusul Kepulauan Riau, disingkat Kepri.

Situs Candi Muara Takus

Pariwisata adalah sektor yang paling mudah, murah, dan cepat untuk menaikkan PDB, devisa, dan tenaga kerja. Sepanjang tahun 2017, Kepri berhasil membukukan Rp 4,8 triliun. Angka nominal ini merupakan asumsi dari jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan domestik dan mancanegara. Dari Januari hingga November 2017, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.815.578. Jumlah itu naik 6,28% dibanding dengan periode 2016 yang berlibur ke Kepri berjumlah 1.708.500 orang.

Menurut Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Kepri kepada Indonesiadaily di Jakarta beberapa waktu lalu, bahwa angka Rp 4,8  berdasarkan asumsi kunjungan wisatawan mancanegara  tahun 2017 mencapai 2,1 juta, dengan nilai perkalian Rp 1,5 juta perorang, maka secara global jumlahnya lebih kurang Rp 3,2 triliun. Ditambah kunjungan wisatawan nusantara ke Kepri yang jumlahnya mencapai 3,5 juta orang sepanjang 2017. Setiap pelancong nusantara, asumsinya menggelontorkan Rp 500 ribu. Dengan demikian wisatawan nusantara menyumbang Rp 1,7 trilun untuk PAD Kepri. Sehingga dikalkulasikan secara umum baik itu untuk wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal devisa dari sektor pariwisata yang diterima Kepri pada tahun 2017 sebesar Rp 4,8 triliun. Jumlah sebesar itu lebih tinggi dibanding 2016 sebesar Rp 4,3 Triliun. Artinya pada tahun 2017 mengalami peningkatan pendapatan setengah triliun rupiah.

Untuk tahun 2018 Kepri menargetkan  wisatawan mancanegara secara realistis, yang sudah pasti bertambah yakni ingin mencapai angka 2.250.000 pelancong. Target itu kata Buralimar sangat mungkin dicapai, sebab Kepri memiliki banyak event seperti Batam International Culture Carnival, Bintan Triathion, Festival Pulau Penyengat, dan Festival Bahari Kepri. Selain itu Kepri juga menggelar Tour de Bintan, Kenduri Seni Melayu dan Iron Man 70.3 Bintan. “Di luat event itu masih banyak kegiatan bersama kabupaten dan kota”, kata Buralimar.

Pariwisata Kepulauan Riau

Tidak dapat ditampik jika pariwisata dikelola dengan professional terbukti mampu memberi dampak nyata terhadap PDB Kepri adalah bukti. Di Kepri sebagaimana dituturkan Buralimar, pariwisata sanggup menghidupan sektor lain. Misalnya perhotelan, entertaiment, kuliner, fashion, serta usaha mikro kecil dan menengah. (snm; foto dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

JIKA FESTIVAL PAYUNG MENJADI RUANG EKSPRESI PERSAHABATAN ANTAR BANGSA

Indonesiadaily.co.id-, Desa Bong Sang, distrik Sam Kampheang, Provinsi Chang Mai, Thailand Utara, pukul 19.00 waktu ...

MENINGKAT PELANCONG MALAYSIA KE JAWA TIMUR, MALAYSIA AIRLINES BUKA RUTE SURABAYA-KUALA LUMPUR

Indonesiadaily.co.id-, Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur tahun 2016 mencapai 618.000 pelancong, dan sebanyak ...

INDUSTRI PARIWISATA CEPAT ATAU LAMBAT AKAN MENGHADAPI PERUBAHAN

Indonesiadaily.co.id-,  Dalam suatu kesempatan acara seminar di Jakarta, tatkaka bersama awak media, Menteri Pariwisata Republik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *