Home / PESONA WISATA / FESTIVAL PULAU PENYENGAT 2018 MENGGALI BUDAYA MELAYU

FESTIVAL PULAU PENYENGAT 2018 MENGGALI BUDAYA MELAYU

Indonesiadaily.co.id-, Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri apabila anda sekeluarga ingin bertandang menghadiri Festival  Pulau Penyengat 2018 yang berlangsung 14 – 18 Februari 2018. Pulau Penyengat yang memiliki sejarah panjang letaknya sangat strategis, berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Untuk ke Pulau Penyengat begitu mudah ditempuh, dari Jakarta ada beberapa penerbangan langsung ke Tanjungpinang atau justru mampir dulu ke Pulau Batam baru kemudian ke Pulau Penyengat.

Masjid Sultan Riau

Pulau Penyengat kaya dengan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Faktanya Pulau Penyengat dikenal sebagai Pulau Penyengat Indra Sakti atau Pulau Penyengat Mas Kawin, pernah menjadi pusat Kerajaan Riau Lingga. Berdasarkan data sejarah, Pulau Penyengat yang merupakan cikal bakal lahirnya bahasa Indonesia adalah tempat sejumlah benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1782 – 1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda.

Masih di Pulau Penyengat terdapat Masjid Sultan Riau yang berdiri sejak 1832.Konon mesjid tersebut dibangun dengan campuran putih telur. Tidak jauh dari Masjid Sultan Riau ada kompleks makam Yang Dipertuan Muda Riau VIi Raja Abdurrahman, juga makam Raja Ali Haji, Istana Kantor yang dulunya tempat tinggal Raja Ali (1844-1857).

Festival Pulau Penyengat 2018 ini menyuguhkan dua puluh agenda program yang menarik dan menjajikan, seperti lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, dan lomba becak motor hias. Tentang becak motor ini jika ingin berkeliling Pulau Penyengat pelancong bisa menggunakan sarana transportasi tersebut dengan tarif 30 ribu rupiah perjam.

Becak Motor Pulau Penyengat

Selain mengetengahkan berbagai lomba Festival Pulau Penyengat 2018 ini juga menawarkan beberapa acara keren, di antaranya event pangkak, membaca dan syair gurindam 12 serta pertunjukan wayang cicak. Tetapi yang tidak kalah menarik ialah Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau dan Kompetisi Malay Fashion Carnaval serta Parade Melayu Muslim Fashion. Event Kompetisi Malay Fashion Carnaval memang diadakan dengan tujuan menggali konten lokal Melayu. Peserta memamerkan pakaian dengan model serta desain beratribut Melayu yang sungguh indah.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Renu Yusneli kepada Indonesiadaily di Jakarta, beberapa waktu lalu, tidak dipungkiri Festival Pulau Penyengat 2018 bertujuan untuk menggali budaya Melayu. Dengan demikian festival ini berpotensi menjaring wisatawan mancanegara  perbatasan. Disamping jaraknya yang relatif dekat dengan Malaysia dan Singapura, kedekatan kultur budaya yang menjadi pertimbangan. Budaya Melayu di wilayah Tanjungpinang, Pulau Penyengat, dan daerah sekitarnya masih sangat kental dan tetap dilestarikan.

Kepada Indonesiadaily Reni Yusneli optinis bahwa tingkat kunjungan wisatawan dari negara tetangga  semakin bertambah, alih-alih dengan digelarnya Festival Pulau Penyengat  2018.

Makam Raja Ali Haji

Silahkan menyiapkan diri berkunjung ke Festival Pulau Penyengat 2018 yang diselenggarakan selama lima hari, 14 -18 Februari 2018. Tidak usah khawatir dengan masalah transportasi udara, banyak maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan langsung, khususnya dari Jakarta ke Tanjungpinang. Sesampai di Tanjungpinang lalu meneruskan perjalanan ke Pulau penyengat yang bisa dijangkau dengan menumpang Kapal mesin yang jaraknya cukup dekat, hanya 10 hingga 15 menit menyeberang. Ongkos menyeberangnya pun terjangkau, cuma Rp 7.000/orang. Kutunggu kedatangan Anda sekeluarga di Festival Penyengat 2018 untuk melihat dari dekat budaya Melayu yang indah penuh pesona. (snm; foto dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

SOLO GREAT SALE DIGELAR SEBULAN PENUH

Indonesidaily.co.id-, Selama bulan Februari 2018, sebulan penuh Solo Great Sale digelar, demikian bunyi rilis yang ...

KELEZATAN MIE SPESIAL PEPITO HADIR DI TAMAN KULINER THE PO

Indonesiadaily.co.id-, Ketika Indonesiadaily terjebak kemacetan di daerah Jalan Diponegoro,  persisnya tidak jauh dari RSCM, memang ...

JIKA FESTIVAL PAYUNG MENJADI RUANG EKSPRESI PERSAHABATAN ANTAR BANGSA

Indonesiadaily.co.id-, Desa Bong Sang, distrik Sam Kampheang, Provinsi Chang Mai, Thailand Utara, pukul 19.00 waktu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *