Home / PESONA WISATA / DIBUTUHKAN KOMITMEN UNTUK MENJADIKAN JAKARTA SEBAGAI DESTINASI WISATA KULINER

DIBUTUHKAN KOMITMEN UNTUK MENJADIKAN JAKARTA SEBAGAI DESTINASI WISATA KULINER

Indonesiadaily.co.id-, Pada tahun 2015 Kementerian Pariwisata menerapkan sejumlah daerah, sepeti Solo, Semarang, Yogyakarta, Bali dan Bandung sebagai tujuan destinasi kuliner. Setahun kemudian, pemangku kepentingan pun mendorong wilayah Malang dan Makassar menuju destinasi wisata kuliner yang akhirnya ditindak lanjuti pemerintah daerah kedua kota tersebut.

Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta

Memang, Jakarta tidak disebut-sebut sebagai destinasi wisata kuliner, padahal publik dunia tahu bahwa Jakarta merupakan Ibukota Indonesia. Berbeda dengan Bangkok dan Kuala Lumpur yang otomatis ibukota kedua itu ditetapkan  menjadi tujuan wisatawan untuk berburu kuliner.

Kenapa bisa begitu, sementara Jakarta sangat memenuhi persyaratan dan sungguh layak ?. Wilayah Jakarta sudah menjadi melting point untuk wisata nusantara yang kaya terhadap budaya dan kuliner. Jakarta terbentuk dari akulturasi beraneka ragam budaya yang termasuk di dalamnya budaya Melayu, Eropa, Tiongkok, dan Arab.

Bermacam Kuliner Di Jakarta

Kenapa ?, karena tidak ada komitmen. Pemangku kepentingan menganggap ada beberapa wilayah Jakarta tidak dikenal sebagai tujuan wisata kuliner. “Secara prinsip untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata kuliner perlu sekali adanya komitmen”, ucap Vita Datau Messakh, Ketua Gastronomi Indonesia, kepada Indonesiadaily beberapa waktu lalu.

Seperti halnya kota Bangkok, Thailand, dan Kuala Lumpur, Malaysia, yang pemangku kepentingannya benar-benar berkomitmen menjadikan ibukota kedua negara itu dijadikan sebagai destinasi wisata kuliner. Seharus Jakarta pun bisa serta sanggup, tapi karena tidak ada komitmen itulah sehingga Jakarta dipandang sebelah mata sebagai destinasi wisata kuliner.

Ada beberapa tempat yang bisa diplot menjadi tujuan wisata kuliner. Sejumlah tempat itu Kelapa Gading Boulevard, Pecenongan, dan Jalan Sabang. Membangun destinasi wisata kuliner Jakarta, tanpa komitmen tidaklah ada artinya. Jadikanlah wisata kuliner dan belanja sebagai kekuatan.

“Perlu pula dibentuk tim percepatan  di pemerintah kota  yang terdiri  dari orang non pemerintah  dan asosiasi. Tim ini membuat mastet plan pembenahan dan pembangunan baru”, ujar Vita Datau Messah.

Kepada Indonesiadaily Vita Datau Messah mengharapkan agar wisata Jakarta harus bisa dikembangkan secara profesional. Untuk masalah ini mesti melibatkan stakeholder yang meliputi akademisi, komunitas, pemerintah, pebisnis, dan media. Stakeholder ini akan memberi masukan berarti yang tentunya demi membangun wisata kuliner Jakarta.

Vita Datau Messakh, Ketua Gastronomi Indonesia

“Semuanya itu jangan dilupakan tentang set up time line dan pemerintah kota menganggarkan. Seperti Thailand program globalisasi dan  promosi langsung dipimpin raja dan perdana menteri. Maka komitmennya pun jelas dan tegas. Begitu pula mengenai penyediaan anggaran”, pungkas Vita. (snm; foto din)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

WISATA SPORT DAN LAUT DIKEMAS DALAM BELITONG GEOPARK INTERNASIONAL KAYAK MARATHON 2018

Indonesiadaily.co.id-, Pariwisata Olahraga (sport tourism) Indonesia terus menggema, kali ini melalui gelaran Belitong Geopark Internasional ...

WAKTU INDONESIA BERLIBUR ANAK MUDA BERPERAN PENTING KEMBANGKAN PARIWISATA

Indonesiadaily.co.id-, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan pentingnya peranan anak muda (the youth) dalam mengembangkan sektor ...

JURUS JITU KEMENPAR HADAPI TURUNNYA KUNJUNGAN WISMAN DI BULAN RAMADHAN

Indonesiadaily.co.id-, Pada bulan ramadhan masyarakat lebih memilih konsentrasi beribadah ketimbang berwisata, karenanya kunjungan wisatawan lokal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *