Home / PESONA WISATA / BENTENG TOBOALI MEREKAM SEJARAH PENGARUH KOLONIALISME DI BANGKA BELITUNG

BENTENG TOBOALI MEREKAM SEJARAH PENGARUH KOLONIALISME DI BANGKA BELITUNG

Indonesiadaily.co.id-,  Setiap ke Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, penggiat pariwisata yang menekuni minat wisata sejarah di kota  itu menyarankan Indonesiadaily untuk bertandang ke Toboali, Kabupaten Bangka Selatan dan melihat dari dekat sekaligus berkeliling Benteng Toboali. Apa keistimewaan Benteng Toboali, yang memaksa Indonesiadaily musti ke sana, bukannya hanya merupakan bangunan kuno dan tentu yang mempunyai minat terhadap wisata sejarah pastilah senang.

Benteng Toboali Bangka Selatan

Tidaklah ditampik, pariwisata Bangka Selatan sangat menjajikan untuk disambangi, walau jarak tempuh ke Toboali, ibukota Bangka Selatan, sekitar tiga jam lebih dari Pangkalpinang. Transportasi mudah untuk ke Bangka Selatan yang memiliki sekitar sepuluh pantai berpasir putih bersih, namun sebelum mendatangi pantai pantai itu yang membutuhkan waktu beberapa hari, tidak ada salahnya berkunjung dulu ke Benteng Toboali, sesungguhnya tempat yang eksotis untuk berfoto.

Sampailah di Benteng Toboali, Indonesiadaily begitu takjub, yang jika ditata rapi penataannya sehingga wisatawan nyaman mendapat informasi, niscaya Benteng Toboali bisa digadang-gadang alias dipromosikan secara gencar, setidaknya wajib dikunjungi. Benteng Toboali letaknya strategis. Berada di Kelurahan Tanjung Kelapang, KecamatanToboali. Benteng ini terketak  pada sebuah bukit kecil yang menghadap langsung ke arah pantai dengan ketinggian 18 meter di atas permukaan laut.

Benteng Toboali Bangka Selatan

Tidak dipungkiri Benteng Toboali adalah aset, tidak hanya aset pariwisata tapi juga memiliki nilai sejarah kendati percikan yang paling tidak benteng tersebut dibangun tahun 1825, saksi bisu pengaruh kolonialisme di Bangka Belitung. Benteng itu yang berumur hampir satu abad, terlihat dari sebuah gambar  rancangan pembangunan benteng yang tertulis 1825.

Sedangkan jejak peninggalan bangunan yang memiliki gaya kolonia di Kepulauan Bangka Belitung terdapat di beberapa tempat, baik yang berupa bangunan sebagai tempat tinggal  maupun bangunan bersifat publik. Secara umun bangunan yang punya pengaruh kolonialisme di Kepulauan Bangka Belutung, tidak terkecuali benteng, pagar kota, gereja,  gedung pemerintahan,  kuburan Belanda aliad Kerkhof,  tersebar di beberapa wilayah, kota Pangkalpinang, Muntok, ada yang bilang Mentok, hingga Toboali. Pada sisi bangunan yang berupa benteng pertahanan, selain di Toboali yaitu Benteng Toboali, ada juga Benteng Kuto Panji Belinyu, dan Benteng Templang.

Benteng Toboali tidak utuh lagi. Walau terpelihara, semua bangunan sudah tidak beratap, sebagian dinding bangunannya roboh atau dibelit akar pohon dan sebagian pula runtuh, tapi menyisakan  bagian lantai serta pondasi. Mencermati benteng ini, bahwa ketebalan dinding utama sampai 90-120 centimeter. Dan dinding bagian bawahnya lebih besar dari bagian atas dengan ketinggian mencapai tiga meter. Menariknya lagi, bentuk bentuk dinding keliling benteng  menghadap ke arah kota Toboali dibuat tinggi dan tebal. Di bagian timur, sebagian barat maupun selatan  dibuat tinggi mengikuti bangunan di dalamnya. Bagian barat benteng dibuat menjorok jauh keluar, seperti membentuk lorong tersendiri,dan dibagian ujung dari lorong tersebut dibentuk dinding yang dibentuk menyudut  dengan tinggi dua meter. Pada bagian tengah dinding menyudut ini terdapat sebuah pintu keluar yang di depan pintu keluar itu ada tonjolan batu besar dan menjadi lantainya.

Benteng Toboali ini pernah dikuasai Jepang, tahun 1942-1945. Pada masa kemerdekaan dipergunakan Kepolisian Distrik Toboali, kini dikenal sebagai Polsek. Kantor Polsek sekarang berada ke depan lapangan, kira kira 60 meter sebelah utara. Untuk apa benteng ini dibangun ?.  Pembangunan Benteng Toboali dimaksudkan untuk menjaga kepentingan Belanda di wilayah Bangka Selatan, terutama berkaitan dengan penguasaan terhadap pertambangan timah.

Benteng Toboali Bangka Selatan

Jelas-jelas sekarang Benteng Toboali merupakan aset pariwisata yang patut dipromosikan secara gencar untuk mendatangkan pelancong nusantara dan wisatawan mancanegara. Terhadap aset sejarah, Benteng Toboali juga memiliki makna, sebagai saksi sejarah adanya kolonialisme di Kepulauan Bangka Belitung.

Semuanya itu adalah aset yang berharga dan dihargai, jika dirawat serta ditata rapi, akan terlihat mewah dan megah, tentunya mesti rapi, supaya pelancong dari manapun mengunjungi Benteng Toboali yang boleh dikata eksotis. (snm; foto din/dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

JOBB DAN SITUS KOTA KAPUR MENGANGKAT MARTABAT PARIWISATA BABEL

Indonesiadaily.co.id-, Tidak lama mendarat di bandara Dipati Amir, Pangkalpinang, ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung, segeralah ...

BANGKA BELITUNG KINI MEMILIKI BANYAK PILIHAN DESTINASI WISATA

Indonesiadaily.co.id-, Jalan-jalan ke Bangka Belitung, sekarang tidak hanya keindahan pantai saja, atau sekolah tempat syuting ...

DARI DEPATI AMIR MENUJU JEMBATAN EMAS, MAMPIRLAH DULU DI WARUNG YUK NGOPI

Indonesiadaily.co.id-, Kini Jembatan EMAS di Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi ikon baru destinasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *