Home / PELANGI / SILARIANG MENCARI IDENTITAS NASIONAL

SILARIANG MENCARI IDENTITAS NASIONAL

Indonesiadaily.co.id-, Menarik untuk direnungi sekaligus dimaknai pernyataan Ichwan Persada, produser film yang pada pertengahan Januari 2018 sedang meluncurkan film diberi judul Silariang :Cinta yang (Tak)  Direstui, bahwa, “Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Sebagai putra daerah, tentu saja saya ingin mengangkat  nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya , Makassar”.

Ichwan Persada Produser Film Silariang

Apa yang dikemukakan Ichwan Persada musti kita terima secara lapang dada dan nyatanya demikian. Betapa apa yang kita jalani segala sesuatunya terpusat dan hirau terhadap kepentingan lain, malah mendiam sebagaimana tidak peduli menatap budaya lain, selain berkiblat kepada Jakarta.

Kepada Indonesiadaily di Jakarta, ketika peluncuran Silariang, pertengahan Januari 2018, Ichwan Persada pun bilang, “Saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di perfilman Indonesia”.

Ucapan Ichwan Persada itu tidak mengada-ada. Di negara lain, yakni di India perfilmannya maju karena mengangkat masalah kearifan lokal. Lakon yang difilmkan berdasarkan peristiwa terjadi di wilayah lokal. Dan masalah ini menjadikan masing-masing daerah di India bergairah memproduksi film. Maka tidak heran jumlah produksi film di India dalam satu tahun mencapai 900 judul, bahkan pernah tembus 1050 lebih, karena masing-masing daerah mempunyai peran serta memproduksi film.

Film Silariang

Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan semangat dalam hal ini. Data yang dimiliki Indonesiadaily di Makassar selama satu tahun (2017) ada 20 judul film yang diproduksi, termasuk Silariang yang disutradarai Wisnu Adi. Bisa dihitung jika satu daerah setahunnya memproduksi 20 judul film, sementara di Indonesia terdapat 34 provinsi, maka setidaknya ada 680 judul film yang diproduksi di negeri ini. Tentu bukan jumlah yang tidak main-main, tapi itupun apabila visi, misi, dan tujuan perfilman Indonesia jelas serta terarah.

Sayang belum terwujudkan, kendati perfilman Indonesia sudah memiliki undang-undang yang memayungi. Tidak dimungkiri, geliat pekerja film di Makassar pada saat ini patut dijadikan acuan. Dua puluh judul film yang diproduksi selama setahun ini memiliki mutu yang memenuhi syarat untuk bisa diputar di gedung bioskop komersial. Sebenarnya di Makassar (2017), angka 20 judul film itu yang bermutu, digarap secata professional, tapi yang diproduksi asal jadi tentu lebih dari jumlah tersebut.

Silariang adalah kejadian tentang cinta dua insan yang tidak direstui. Kisah cinta yang tidak direstui ini berlatar budaya Bugis Makassar dan tidak lekang zaman. Tema silariang sendiri memang bukan hal baru dalam urusan kreatif. Sastrawan asal Makassar Rahman Arge (almarhun)  tahun 1970-an menulis cerita pendek bertema Silariang. Tahun 1990-an terdapat beberapa film dengan tema Silariang yang diproduksi, salah satunya berjudul Jangan Renggut Cintaku disutradarai Nurhadi Irawan (almarhum) dan diproduksi pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Film Silariang

Silariang yang dibesut sutradara Wisnu Adi, skenario ditulis Oka Aurora dan Luna Vidya jelas berbeda dengan kisah silariang sebelumnya. Bahkan ada film dengan judul yang sama, yakni sama-sama bertajuk Silariang, tetapi Silariang yang digarap Wisnu Adi ini, judulnya ada tambahan Cinta yang (Tak) Direstui. Dan lakon Silariang garapan sutradara Wisnu Adi ini lebih menonjolkan isu lokalnya, karena mengambil prespektif dari pelakunya.

Menyaksikan Silariang Cinta yang (Tak) Direstui, terasa menyentak. Demikianlah tontonan yang kultural edukatif, dan apa yang disampaikan dalam film Silariang itu ialah seperti pencarian atau mencari identitas nasional, serta nyata-nyata pencarian tersebut yang masih relevan di zaman now. (snm; foto dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

LIGA DANGDUT, SENI MENYATUKAN KOMPONEN BANGSA

Indonesiadaily.co.id-, Sepertinya ajang pencarian bakat dibidang musik dangdut masih mendapat perhatian dari masyarakat. Terbukti rating sharenya ...

PEMAIN FILM GHOST BERMAIN PAPAN OUIJA

Indonesiadaily.co.id-, Papan Ouija memiliki akar dalam Spiritualisme, beberapa okultis terkait penggunaan papan Ouija dengan ancaman ...

APRESIASI PENONTON TERHADAP FILM ARUMI MENDEBARKAN DAN MENGHIBUR

Indonesiadaily.co.id-, Film horor bertajuk Arumi beredar sebagai pembuka tahun 2018, diharapkan raihan penontonnya bisa sesukses ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *