Home / PELANGI / MICHELLE WIBOWO NYARIS DICORET DARI DAFTAR KELUARGA

MICHELLE WIBOWO NYARIS DICORET DARI DAFTAR KELUARGA

Indonesiadaily.co.id-, Wanita cantik, baik dan penurut, itu biasa. Jika ada wanita cantik, tomboy, dan membangkang dari perintah orangtua, jelas menjadi extra ordinary dalam perspektif negatif. Nama Michelle Wibowo nyaris hilang dari silsilah keluarga karena “keliarannya”, bahkan sempat merasa “dibuang” oleh orangtuanya ke negeri jiran Malaysia.

“Waktu kecil saya bandel banget, nama saya hampir dicoret dari kartu keluarga, saya merasa dibuang, saya dikirim ke asrama putri di Malaysia karena saya sering membangkang dan tidak menuruti keinginan orangtua,” ungkap Michelle Wibowo usai launching buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” di Mercure Hotel, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Michelle lebih memilih hidup mandiri dan tidak ingin mengandalkan kekayaan orangtuanya. Berbagai pekerjaan sempat dilakoninya, jadi guru bahasa Mandarin, SPG dan sales asuransi, bahkan menjajakan deterjen di SPBU. “Semua pengalaman itu menjadi guru terbaik saya,” tutur Michelle.

Semua kisah hidup, ketegaran, kesabaran dan konsistensi itu, ia tuangkan dalam buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” yang diterbitkan Pusat Profil dan Biografi Indonesia. Di buku seri “Kekayaan yang Tersembunyi, Konsep dan Pemikiran Wanita Sukses” itu, sosok Michelle Wibowo tersaji jelas dengan judul “Ci Michelle Perintis Kecantikan yang Humanis”.

Sebagai pengusaha wanita, Michelle Wibowo tidak bisa dipandang sebelah mata, Foxy Beauty Clinic & Academy menjadi bukti nyata dengan sederet penghargaan yang diraihnya.

Wanita lulusan Stockholm University, Swedia ini berprinsip, jangan cepat puas dalam menjalani kehidupan dan merintis usaha. Jika ingin sukses harus berani keluar dari zona nyaman.

“Kebetulan saya berasal dari keluarga berkecukupan. Jika saya mau menuruti apa keinginan orang tua, saya tidak perlu susah-susah cari uang sendiri. Tapi saya tidak menyesal, karena kini saya bahagia bisa menikmati hasil dari apa yang saya usahakan sendiri,” ungkap Michelle Wibowo.

Tamat SMP di Malaysia, Michelle Wibowo kembali ke Jakarta dan menyelesaikan SMA-nya di Tunas Muda International School. Karena sikapnya tidak berubah, bahkan semakin sulit diatur, akhirnya Michelle Wibowo kembali “diasingkan”.

“Saya kuliah di Shanghai, Los Angeles, bahkan sampai ke Swedia. Selama kuliah di luar negeri, saya kerja paruh waktu. Macam-macam kerjanya, bahkan pernah jadi make-up artis,” kenangnya.

Michelle lebih memilih kost dan mencari uang sendiri dengan melakoni banyak pekerjaan usai menyelesaikan kuliahnya ketimbang kembali ke rumah orangtuanya.

“Saya pernah kost di Jelambar, Kebon Jeruk dan di Kemanggisan, jadi SPG, public relation, agen asuransi. Bahkan saya sempat menjajakan deterjen pencuci mobil di SPBU. Saya merasa, kok hidup susah banget, tapi saya tetap ngotot dan saya yakin bahwa saya akan berhasil. I belive in myself,” ujar Michelle Wibowo.

Saat kost itulah Michelle Wibowo belajar banyak tentang arti sebuah perjuangan.

“Saya bergaul dengan orang-orang yang sama-sama berjuang dari nol untuk maju. Jadi saya semakin kuat,” tuturnya.

Sedikit demi sedikit uang hasil kerja ‘serabutan’ itu ia kumpulkan untuk modal membuka usaha, dan bisnis klinik kecantikan menjadi pilihannya.

“Saya menyukai kecantikan, dan saya merasa senang jika bisa membuat orang lebih percaya diri setelah menjadi cantik,” ujar Michelle Wibowo menjelaskan alasannya mendirikan Foxy Beauty Clinic & Academy.

Meski sudah memiliki usaha sendiri yang terus berkembang pesat, namun Michelle Wibowo belum merasa menjadi orang sukses. “Sukses itu jika kita sudah bisa berbagi dengan sesame, saya masih dalam proses itu. Saya merasa bahagia jika sudah bisa berbagi,” jelasnya.

Dengan alasan itulah, Michelle Wibowo membuka kelas dan training kecantikan. Semua pengetahuan tentang teknik kecantikan yang pernah dia peroleh dari banyak negara, korea salah satunya dia share kepada peserta didiknya.

Satu hal lagi terkait niat berbagi, Michelle Wibowo dan Harmoni Dinamik Indonesia (HDI) sedang mengembangkan lembaga pendidikan bagi anak tidak mampu di Batu, Malang. HDI yang bergerak di bisnis Multi Level Marketing (MLM) produk kecantikan dan kesehatan asal Korea itu membangun lembaga pendidikan bernama “Kampung Kidz”.

“Kami menampung ratusan anak-anak yatim piatu untuk mendapat pendidikan yang baik secara gratis. Mereka juga diberikan pelajaran kewirausahaan agar segera bisa mandiri dalam usia muda. Kami juga sedang membangun universitas yang salah satu jurusannya adalah kewirausahaan,” ungkap Michelle Wibowo.

Michelle Wibowo berharap, kisah hidupnya di dalam buku “Profil Wanita Inspirasi Indonesia” itu bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembacanya agar bisa meraih kesuksesan dan bisa berbagi dengan sesama. (ayen; foto mm)

Bagikan :

About muller Id

Check Also

DHASYAT AWARDS 2019 BUKTI RCTI ANDALKAN MUSIK SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN

Indonesiadaily.co.id-, Meski sudah satu setengah tahun tidak tayang, program Dahsyat ternyata masih memiliki daya magis ...

BERKAT TMMD, JALUR PEREKONOMIAN DUA KECAMATAN DI KERINCI TAK ADA LAGI PENGHALANG

Indonesiadaily.co.id-, Sungai Penuh,-Dua kecamatan di Sungai Penuh, Kerinci, yang telah puluhan tahun terputus akibat jalan ...

PEKERJAAN FISIK TMMD KE 104 KODIM 0417/KERINCI CAPAI 20% DI HARI KE-17

Indonesiadaily.co.id– Sungai Bungkal, Pekerjaan Fisik Rehab Jalan TMMD Ke 104 Kodim 0417/Kerinci yang berlokasi di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *