Home / PELANGI / MANAJEMEN MEMILES MENYANGGAH SOAL MASUK DAFTAR PERUSAHAAN INVESTASI BODONG

MANAJEMEN MEMILES MENYANGGAH SOAL MASUK DAFTAR PERUSAHAAN INVESTASI BODONG

Indonesiadaily.co.id-, Berita miring seputar aplikasi advertising MeMiles yang menyebut kalau perusahaan yang omsetnya kini mencapai 45 milyar masuk dalam 14 perusahaan investasi ilegal (bodong) seperti yang rilis Satgas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan gabungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareskrim Polri ditanggapi pihak MeMiles.

Suhanda selaku Freedom Motivator MeMiles

Suhanda selaku Freedom Motivator MeMiles, mewakili manajemen MeMiles mengatakan, pihaknya mempunyai visi mencerdaskan bangsa dan menyejahterakan costumernya.

“Ini sudah dibuktikan, bukan sekadar janji yang terucap. Semua costumer yang bergabung dengan kami sudah mendapat haknya, sehingga MeMiles bukan perusahaan yang patut dicurigai”, tegas Suhanda di Jakarta, belum lama ini.

Suhanda menambahkan kalau pihak OJK sudah menyatakan bahwa MeMiles bersalah, mestinya MeMiles sudah menerima semacam surat peringatan terlebih dulu. “Buktinya, sampai saat ini, kami tidak menerima surat peringatan”, lanjut Suhanda yang tidak setuju pada tudingan OJK bahwa MeMiles sebagai perusahaan investasi bodong.

“MeMiles adalah perusahaan yang mengkolaborasi antara aplikasi dengan marketplace dan advertising. Produknya iklan. Jadi, bukan perusahaan investasi sebagaimana  perbankan, leasing, MLM maupun asuransi”, jelas Suhanda.

Lebih jauh Suhanda mengatakan, bahwa sebelum MeMiles beroperasi,  mereka terlebih dulu sudah menyelesaikan semua prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan sebagai perusahaan yang legal.

Manajemen MeMiles

“Kami tunduk pada semua peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia. Apapun peraturan sudah kami ikuti, termasuk mendaftarkan ke OJK. Saat itu disebutkan bahwa perusahaan aplikasi iklan belum saatnya mendaftarkan di OJK. Iya, kami ikuti juga”, ujar Suhanda seraya menambahkan bahwa semua izin yang dimaksudkan sudah di tangan kuasa hukum perusahaannya.

Dengan kejadian yang menimpa MeMiles Suhanda menduga ada persaingan yang tidak sehat. Seiring dengan perkembangan  MeMiles yang signifikan.melihat MeMiles. “Hanya dalam 4 bulan, omzet kami sudah mendekati Rp 45 miliar. Artinya, para costumer sangat mendukung kami, karena mereka sudah merasakan benefitnya”, pungkas Suhanda.

Ditambahkan Head Leader MeMiles, Eva Louisa, MeMiles tidak ada hubungan ke OJK lantaran bukan perusahaan investasi, melainkan perusahaan advertising online.  “OJK tidak mengeluarkan surat yang menyatakan MeMiles sebagai perusahaan bodong yang akan dibubarkan. MeMiles terdaftar di Dirjen AHU Kemenhukham. Di sana jelas dinyatakan bahwa MeMiles adalah perusahaan advertising. Bukan perusahaan investasi”, tandas Eva. (byl; foto mastb)

Bagikan :

About admin

Check Also

68 PELAJAR SMA DIKUKUHKAN PRESIDEN JOKOWI MENJADI ANGGOTA PASKIBRAKA 2019 DI ISTANA NEGARA

Indonesiadaily.co.id-, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengukuhkan 68 pelajar SMA ...

MENDUKUNG DIGITALISASI SPBU PERTAMINA EZEELINK LUNCURKAN E-VOUCHER PERTAMINA

Indonesiadaily.co.id-, Jalinan kerjasama antara Ezeelink dengan PT. Pertamina Retail dalam menghadirkan e-voucher Pertamina adalah untuk ...

EMPOWERING BLOCKCHAIN SUMMIT 2019 JAKARTA AKAN RUMUSKAN MASA DEPAN INDUSTRI BLOCKCHAIN

Indonesiadaily.co.id-, Teknologi blockchain bukan hanya terkait dengan mata uang, tapi kini sudah bisa diaplikasikan pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *