Home / PELANGI / KETERANGAN SAKSI DHAWIYAH PEMAKAI NARKOBA BUKAN BANDAR DAN TARGET OPERASI KEPOLISIAN

KETERANGAN SAKSI DHAWIYAH PEMAKAI NARKOBA BUKAN BANDAR DAN TARGET OPERASI KEPOLISIAN

Indonesiadaily.co.id-, Sidang kasus penyalahgunaan narkoba Dhawiyah Zaida sebelumnya yang mengagendakan Eksepsi (Keberatan) Terdakwa, dan mendengarkan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ditunda oleh Majelis Hakim karena pihak kuasa hukum Dawiyah tidak mengajukan eksepsi, sementara JPU belum mempersiapkan saksi-saksinya.

Saksi sedang diambil sumpah dalam sidang Dhawiyah Zaida

Pada pekan ini, hari Selasa (3/7) sidang memasuki tahap mendengarkan kesaksian saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum. Dhawiyah sendiri sebelum menjalani siding sempat menyampaikan meminta doa dari Ibunda, kakak, dan keluarga besar agar dilancarkan jalannya persidangan. Dhawiya menjalani sidang tanpa dihadiri oleh ibunda Elvy Sukaesih.

Dari Sembilan orang yang dijadwalkan hadir dan memberikan kesaksian pada sidang yang digelar di Pengadilan negeri Jakarta Timur, hanya satu orang saksi yang bisa hadir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dari pihak kepolisian Noni Herlina Astuti yang menyatakan bahwa  penangkapan dilakukan dirumah Elvy Sukaesih (Ratu Dangdut) di Cawang, Jakarta Timur, dan saat ditangkap Dhawiya berada didalam kamar diruangan atas bersama dua orang lainnya yaitu Syechan (kakak) dan istrinya.

Noni Herlina Astuti memberikan kesaksiannya di persidangan dan mengungkapkan kronologi penangkapan. Awal penangkapan bersama tim, menangkap Muhammad di garasi rumah (Elvy Sukaesih), di daerah Cawang, Jakarta Timur. Pihak kepolisian melakukan penggeledahan di bagian celana Muhammad dan mendapati satu paket sabu. Berlanjut kelantai atas kediaman Ratu Dangdut di sebuah kamar pihak kepolisian mendapati Dhawiya, kakak-kakaknya dan  beberapa barang bukti untuk mengonsumsi sabu dan ada sebuah kotak. Di dalam kotak itu berbagai macam isinya dan salah satunya dompet yang berisi sabu.

Jaksa Penuntut Umum Memberikan Barang Bukti

Saksi Noni Herlina Astuti ketika ditanya oleh Hakim Ketua apakah Dhawiya dan Muhammad merupakan Target Operasi (TO) kepolisian dalam memberantas narkoba, Noni menegaskan bahwa keduanya bukan TO, mereka ditangkap karena adanya informasi atau laporan dari masyarakat mengenai kegiatan yang memakai narkoba.

Sempat diungkapkan pula bahwa Dhawiya dan Muhammad mendapatkan Sabu dengan cara membeli barang terlarang tersebut dari seseorang dan membelinya secara patungan dari tiga orang, yaitu  Dhawiya, Muhammad, dan Syechan. Dan dalam persidangan baik Dhawiya dan Muhammad yang duduk disamping kuasa hukumnya tidak banyak mengeluarkan kata-kata dan membenarkan semua keterangan saksi (kepolisian) Jaksa Penuntut Umum (nia; foto tc)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

SATU DASAWARSA JAZZ GUNUNG TAMPILKAN KEMASAN BERBEDA

Indonesiadaily.co.id-, Sejak penyelenggaraannya yang pertama hingga ke sepuluh nanti, tiga orang penggagas Jazz Gunung masih ...

DIVONIS DUA TAHUN DIREKTUR PT. TERRA CONVEXINDO NAIKKAN BANDING MELALUI KUASA HUKUMNYA

Indonesiadaily.co.id-, Persidangan perkara nomor 456/Pid.B/2018/PN.Jkt.Pst, yang telah menyangkakan Direktur PT. Terra Convexindo, dengan Pasal 378 ...

LEMMON ID KEMBANGKAN SAYAP DENGAN SIAPKAN STUDIO KONSER KELAS DUNIA

Indonesiadaily.co.id-, Sebagai  raja penyewaan lighting terbesar di Indonesia Lemon Id menyadari bahwa Indonesia membutuhkan tempat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *