Home / PELANGI / KEHADIRAN BIOSKOP INDEPENDENT MENGGESER MONOPOLI LAYAR

KEHADIRAN BIOSKOP INDEPENDENT MENGGESER MONOPOLI LAYAR

Indonesiadaily.co.id-, Hampir seratus tujuh belas tahun keberadaan bioskop di Indonesia. Hal ini terhitung sejak adanya pemutaran gambar idoep di Batavia tanggal 5 Desember 1900. Pastilah perjalanan bioskop di Indonesia mengalami pasang surut dan saat ini telah memasuki babak perkembangan teknologi digital. Serta merta pada era digital ini tumbuhlah bioskop independen. Artinya pengelola bioskop independen tersebut tidak berada dalam genggaman pengusaha bioskop berjaringan, melainkan bioskop itu dikelola dari diri sendiri secara mandiri. Sekarang ini terdapat tiga jaringan bioskop besar, yakni Cinema XXI, CGV Indonesia, dan jaringan bioskop Cinemaxx.

Bioskop Tua

Di Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru setahun hadir gedung bioskop yang bernama BES Cinema. Antusias masyarakat Pangkalpinang untuk bertandang ke gedung bioskop, teristiwa menyaksikan film Indonesia luar biasa, sebagaimana Indonesiadaily melakukan peliputan langsung. Di Pangkalpinang BES Cinema adalah bioskop yang kepemilikannya bukan dari tiga jaringan bioskop besar, dan kabarnya BES Cinema dipunyai pengusaha asal Jakarta, sudah menjadi sarana silaturahim, edukasi, dan informasi bagi keluarga. Di Pangkalpinang bioskop bukan semata-mata sebagai tempat hiburan. Praktis bioskop beralih fungsinya, di bioskoplah publik saling bertemu untuk segala urusan, termasuk bisnis maupun sekadar menyeruput kopi, baru kumudian menonton film pilihannya. Semuanya sudah berubah, dan memasuki zaman now.

Gabungan Pengelola  Bioskop Seluruh Indonesia

“Berubah pula kondisinya. Kini sudah tidak ada lagi monopoli, pengelola bioskop tidak lagi pula dikuasai jaringan besar tertentu. Siapa saja asal punya duit, bisa mendirikan bioskop.. Hanya saja untuk mendirikan bioskop dibutuhkan modal gede, bisa mencapai 8 miliar rupiah”, kata Djonny Sjafruddin, Ketua Umum Gabungan Pengelola  Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) kepada awak media di Jakarta awal Januari 2018.

Sebagaimana usaha komersial, bisnis bioskop membutuhkan modal tidak sedikit. Biaya besar itu meliputi ongkos pengadaan gedung dengan teknologi pemutaran film, berikut sound system, dan fasilitas lainnya. Biaya itu bertambah jika dikaitkan dengan ongkos pengadaan listrik yang dikategorikan tarif usaha, tidak ubahnya pabrik barang jadi. Biaya itupun belum termasuk biaya pengadaan tenaga professional, serta pembayaran berbagai macam pajak. Perlu diketahui pajak yang dikenakan pada bisnis bioskop bervariasi, dari pajak pusat, daerah, pajak tontonan, dan pajak untuk publikasi.

Tidak bisa diingkari bahwa bisnis bioskop memang padat modal. Kendati begitu pengusaha yang memiliki modal melimpah, bergairah sekaligus melirik usaha di bidang ini dan menganggapnya keuntungan datang dengan cara seperti membalik telapak tangan.

Jimmy Herjanto Darmasasmita

“Resikonya tinggi untuk bisnis bioskop itu. Mesti kerja keras dan sabar. Jika mau mendirikan harus tahu lokasi yang pas, mesti berada di pusat keramaian, pusat berbelanjaan, di mall, dan jangan di ruko”, cetus Jimmy Herjanto Darmasasmita, Ketua Bidang Bina Usaha GPBSI, kepada Indonesiadaily di Jakarta awal Januari 2018.

Di tengah persaingan ketat dalam menjaring penonton, tanpa disadari bioskop independen bergeliat tumbuh di pelosok Indonesia. Data GPBSI, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penonton untuk saat ini idealnya, sekurang-kurangnya diperlukan 3.000 gedung bioskop dengan 15.000 layar. Sementara saat ini baru ada 300 gedung bioskop dengan 1.500 layar. Kata lain  bioskop atau layar yang ada baru mencapai 10 persen dari jumlah kebutuhan. Namun apa mau dikata, untuk mendirikan gedung bioskop, membutuhkan modal milliaran rupiah dan beresiko tinggi. (snm; foto din/dok)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

QASIDAH QASIMA HADIR DALAM SALAM RELIGI 2018 NAGASWARA

Indonesiadaily.co.id-, Meski bulan Ramadan tahun ini ditandai dengan lesunya industri musik Tanah Air,  hal ini ...

RAMADAN SCTV HADIR DENGAN SEDERET PROGRAM ISTIMEWA

Indonesiadaily.co.id-, Pada program Ramadan tahun 2018 SCTV hadir dengan sederet program istimewa. Setiap tahunnya selama Bulan ...

ANAK DI BULLY AKIBAT AYAH DIPENJARA KARENA TIDAK MELAKUKAN KEJAHATAN

Indonesiadaily.co.id-, Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *