Home / PELANGI / JALAN BERKELOK-KELOK USMAR ISMAIL MENUJU GELAR PAHLAWAN

JALAN BERKELOK-KELOK USMAR ISMAIL MENUJU GELAR PAHLAWAN

Indonesiadaily.co.id-, Ada pakar sejarah mengemukakan pendapat dalam media cetak ternama, kendati diutarakan lama berselang, bahwa di Indonesia terlalu banyak jumlah pahlawan. Alih-alih yang disebut pahlawan itu seperti apa ?. Pelestari hutan bisa pula disebut pahlawan, selama sang pelestari hutan tersebut berbuat dan melakukan perbuatan serta bekerja secara tulus ikhlas,  tanpa berpamrih, demi masyarakat, juga demi memajukan harkat rakyat.

Usmar Ismail Pahlawan Perfilman Indonesia

Sementara ada pendapat lain yang menyatakan, di Indonesia ada dua jenis pahlawan. Yakni pahlawan formal dan pahlawan non formal. Tentang apa lagi istilah ini ?. Pahlawan formal itu, pahlawan yang ketokohan, kekokohan karakter, maupun keteladanan selain diakui semua lapisan masyarakat, namun negara pun mengakui. Artinya secara prosedur, negara memberikan surat pengangkatan resmi bahwa sang tokoh diberi gelar Pahlawan Nasional. Sebaliknya pahlawan non formal adalah sosok yang tidak diberi gelar resmi dari negara, walaupun sosok itu mendapat gelar adat atau gelar apa saja dan sangat berjasa terhadap masyarakat.

Pahlawan formal alias sosok yang diberi gelar (dengan resmi) oleh pemerintah menjadi Pahlawan Nasional, diakui terbilang banyak jumlahnya. Setiap tahun, pemerintah hanya memberikan gelar Pahlawan Nasional hanya pada satu sosok. Dan untuk pemberian gelar itu, jelas ada aturan, kriteria, standar, prosedur, ukuran keteladanan, dan macam-macam penilaiannya. Pemerintah tentulah tidak gegabah, pasti dengan pertimbangan matang, memilih sosok yang nantinya dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Jadi dibutuhkan jalan yang berliku-liku, malah berkelok-kelok, untuk menabalkan seseorang tokoh meski keteladanan, pengaruh, kepiawaian ilmunya, tidak diragukan semua pihak, untuk disahkan menjadi Pahlawan Nasional. Saban tahun yang antre untuk bisa disahkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional, pun berderet. Tetapi, ya, itu tadi, pemerintah tidak asal memberikan gelar. Tahun ini, justru memberikan gelar Pahlawan Nasional pada tiga tokoh, dan ini di luar dari kebiasaan. Mungkin yang antre berderet, sehingga setiap tahun gelar Pahlawan Nasional patut ditambah.

Jasa Utama Usmar Ismail

Bagaimana dengan sosok Usmar Ismail, tidak lain tokoh dan bahkan bisa dinyatakan pahlawan perfilman (di bidang film tentunya) yang sudah pernah diajukan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional, namun sampai detik ini belum disandangnya ?. Pastinya keteladanan dan ketokohan Usmar Ismail tidak diragukan. Jasa yang ditorehkan tidak cuma bagi insan perfilman semata, tapi juga buat bangsa dan negara.

Dalam suatu seminar yang dihadiri Indonesiadaily di Jakarta, akhir Desember 2017, dan seminar itu digelar pula di beberapa kota seperti di Bandung, yang membedah kepeloporan Usmar Ismail,  mengemuka betapa sang tokoh itu tidak hanya dikenal sebagai perintis dan pelopor perfilman Indonesia. Tapi sebetulnya Usmar Ismail adalah seorang pahlawan kebudayaan Indonesia,  dalam arti yang jauh lebih luas serta menyeluruh.

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 20 Maret 1921 dengan nama lengkap Usmar Ismail Sultan Mangkuto Ameh, sepanjang dua puluh tahun berkarir di dunia perfilman Indonesia  telah memproduksi 33 film layar lebar. Dan dari 33 film tersebut, terdiri dari 13 film drama, 9 film komedi satire, 7 film laga, dan 4 film musikal. Dua  dari 33 film produksi itupun, yaitu film bertajuk Krisis yang diproduksi tahun 1951 dan film berjudul Tiga Dara dibuat tahun 1955 tercatat sebagai film penghasilan tertinggi sejak film Terang Boelan, tahun 1938, produksi Saroen, wartawan pribumi, Alberrt Balink, Wartawan Belanda, dan Wong Bersaudara.

Tidak banyak yang tahu, pada masa revolusi fisik, Usmar Ismail tentara dengan pangkat Mayor dan ditugaskan di Ibukota Republik Ibukota kala itu, Yogyakarta. Di Yogyakarta pula Usmar Ismail memimpin harian Patriot dan majalah Arena sebagai gelanggang bagi seniman muda, sembari mengetuai Badan Musyawarah Kebudayaan Indonesia, Serikat Artis Sandiwara, dan Persatuan Wartawan Indonesia.

Dalam catatan sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama, nama Usmar Ismail bersama sineas Asrul Sani dan pekerja film Djamaludin Malik digaris bawahi dengan tinta emas. Mereka bertiga, para pekerja itu pada tanggal 28 Maret 1962  yang menjadi tonggak bersejarah, pastinya dalam sejarah dan budaya  Nahdlatul Ulama, mendirikan lembaga bernama Lesbumi NU, kepanjangan Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia.

Seminar Usulan Gelar Pahlawan Nasional Usmar Ismail

Usmar Ismail merupakan sosok terdepan dalam Lesbumi yang didirikan sebagai jawaban atas Lembaga Kebudayaan Rakyat, disingkat Lekra yang didirikan DN. Aidit,  Nyoto,  MS. Ashar, dan A.S .Darta. Berbeda dengan Lekra yang mengusung isu realisme-sosialme dan manifesto kebudayaan, maka Lesbumi lebih berfokus kepada isu humanisme universal, sebagaimana tercermin pada karya film Usmar Ismail maupun Asrul Sani. Lesbumi lebih ingin memegang prinsip Tasawuf,  yaitu berdiri di tengah moderat dan tidak ekstrim ke kiri dan kanan tetapi  tetap memiliki sikap. Lagi-lagi karya film Usmar Ismail mencerminkan pandangan yang demikian.

Demikian hendaknya tidak perlu diragukan lagi ketokohan, keteladanan Usmar Ismail dalam membangun kebudayaan Indonesia  yang moderat dan toleran serta menjadi tujuan utama bangsa Indonesia. Meski jalan yang ditempuh berliku-liku dan berkelok-kelok, tahap demi tahap langkah yang dilalui, hal tersebut merupakan riak prosedural saja, tidak perlu diragukan apabila Usmat Ismail diberi gelar Pahlawan Nasional. Masyarakat, tidak hanya dari kalangan perfilman, patut mendukung supaya Usmar Ismail yang padat jasanya, memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Marilah kita dukung. (snm; foto din)

 

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

JUMLAH PENONTON FILM INDONESIA TAHUN 2017 MENINGKAT TAJAM

Indonesiadaily.co.id-, Seiring meningkatnya kualitas film Indonesia membuat masyarakat makin gandrung dengan film buatan anak negeri. Terbuki ...

JAZZ ON THE BRIDGE TAHAP AKHIR SEBUAH AWAL GELARAN JAZZ INTERNASIONAL KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Indonesiadaily.co.id-, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah menggenjot pemasukan pendapatan daerahnya dari  sektor  wisata. Pembangunan infrastruktur terus dikebut, ...

RAGAM PERAYAAN NATAL DI INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Di belahan bumi ini, dan berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia, ucapan selamat Natal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *