Home / PELANGI / FILM JEMBATAN PENSIL SERBA TANGGUNG

FILM JEMBATAN PENSIL SERBA TANGGUNG

Jakarta,-

Satu lagi film mengangkat keterbelakangan pendidikan di Indonesia diangkat ke layar lebar. Sudah menjadi hal lazim di industri film Indonesia bila salah satu genre film sukses, produser lain mencoba mencari keberuntungan yang sama.

Adalah film Laskar Pelangi yang sukses mengangkat keterbelakangan pendidikan di daerah terpencil yang di kombain dengan keindahan destinasi wisata sukses baik secara komersil film maupun mengundang wisatawan untuk mengunjungi lokasi syuting.

jembatan-pensil-2

Berangkat dari kesuksesan tersebut  Grahandika Visual mencoba menghadirkan film Jembatan Pensil dengan tema nyaris sama dengan film besutan Riri Riza itu. Bedanya Jembatan Pensil menghadirkan pemain tuna netra,  keterbelakangan mental yang dikemas oleh Hasto Broto menjadi film mengharu biru.

Karya film tak hanya dituntut sebagai sarana hiburan semata, tapi juga menghadirkan edukasi dan ilmu pengetahuan serta tuntunan. Demikian yang mengemuka dari film ‘Jembatan Pensil’ sehingga pihak istana merespon baik film tersebut. Kemudian, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia menggelar diskusi bertema ‘Nawacita dan Pemenuhan Anak Berkebutuhan Khusus’ dan pemutaran khusus film  yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 7 September 2017 mendatang.

Film ini berkisah tentang  anak-anak di pedalaman di kabupaten Muna yang tetap bersemangat untuk menempuh pendidikan meski memiliki keterbatasan, yang membuat pihak istana memilih Jembatan Pensil sebagai tayangan yang layak untuk disajikan siang hari ini.

Lantaran kisahnya mengenai anak-anak keterbatasan mental, tidak bisa melihat yang bersemangat mengenyam pendidikan walaupun kondisi sekolahnya jauh dan melewati jembatan reot dan nyaris ambruk. Membuat kantor Sekretariat Presiden berkenan untuk menggelar nonton bareng dengan anak disabiltas, tuna rungu dan berkebutuhan khusus.

jembatan-pensil-1

Film berdurasi 90 menit yang mengambil latar belakang Kampung Muna, Sulawesi Tenggara ini memang mengangkat isu-isu sosial terutama mengenai pendidikan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Bahkan film inipun memiliki nilai tambah bahwa tidak ada penghalang bagi seorang siswa untuk belajar, meski memiliki kekurangan sekalipun.

Film produksi Grahandhika Visual ini dibintangi Didi Mulya, Nayla D Purnama, Angger Bayu, Permata Jingga, Azka Marzuqi, Vickram Priyono, Alisia Rininta, Andi Bersama, Meriam Bellina, Kevin Julio, Agung Saga, Roy Turaekhan, Deden Bagaskara dan LM Rusman Emba.

Secara ide cerita film Jembatan pensil lumayan menarik, hanya saja untuk menarik wisatawan seperti film Laskar Pelangi sangat berat. Karena sang sutradara tidak menampilkan keindahan destinasi wisata yang seperti digembar-gemborkan produsernya. Kalaupun ingin menjual pantai kabupaten Muna, ditampilkan secara minim. Sehingga informasi keindahan destinasi wisata tidak sampai tidak seperti film Laskar Pelangi.

Belum lagi soal kisahnya juga kurang berani menjual kesedihan Ondeng anak yang ketertinggalan mental. Kalau saja Meriam Bellina yang terbiasa main antagonis dijadikan ibunya Ondeng yang tidak mengakui sebagai anaknya karena sang anak sakit. Dan sang anak diborbadir dengan perlakuan yang kejam cerita makin mengharu biru. Apalagi di tengah cerita ayahanda Ondeng meninggal lantaran kapalnya karam. Kalau kisah kehilangan kedua orang tua digarap secara maksimal pastinya akan membuat penonton berderai air mata. Tapi karena digarap sekilas, sehingga terasa hambar.

Pun kisah “asmara” antara bu guru Aida dan dua pemuda kampung disajikan lagi-lagi sekedar tempelan. Meriam Bellina yang memiliki anak gadis yang ditaksir dua pemuda yang beda kasta tidak di eksplor. Peran Meriam Bellina sebagai ibu antagonis hambar. Tidak seperti peran Meriam Bellina di sinetron sebelumnya yang cadas. Tentang persahabatan juga tidal digarap maksimal, jadi secara kesuluruhan film Jembatan Pensil serba naggung (sb; foto mtb

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

JUMLAH PENONTON FILM INDONESIA TAHUN 2017 MENINGKAT TAJAM

Indonesiadaily.co.id-, Seiring meningkatnya kualitas film Indonesia membuat masyarakat makin gandrung dengan film buatan anak negeri. Terbuki ...

JAZZ ON THE BRIDGE TAHAP AKHIR SEBUAH AWAL GELARAN JAZZ INTERNASIONAL KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Indonesiadaily.co.id-, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah menggenjot pemasukan pendapatan daerahnya dari  sektor  wisata. Pembangunan infrastruktur terus dikebut, ...

RAGAM PERAYAAN NATAL DI INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Di belahan bumi ini, dan berbagai negara, tidak terkecuali di Indonesia, ucapan selamat Natal ...

2 comments

  1. mas yayo sulistyo..ini tentang jembatan pensil apa laskar pelangi sih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *