Home / PELANGI / DJOKO SANTOSO MANTAN TENTARA LOYALITAS PENUH TERHADAP PIMPINAN

DJOKO SANTOSO MANTAN TENTARA LOYALITAS PENUH TERHADAP PIMPINAN

Indonesidaily.co.id-, Disela kesibukannya Anggota Dewan Pembina Partai Gerinda dan juga Dewan Pembina Ormas Brigade 08, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso didampingi oleh Zecky Alatas SH, MH, selaku Ketua Umum Ormas Brigade 08 melakukan bincang santai sambil makan siang dengan awak media tentang kondisi politik, pemilihan Presiden dan pencalonan Prabowo sebagai Presiden.

Djoko Santoso Dewan Pembina Ormas Brigade 08

“Sebenarnya semua baik-baik saja, ini semua urusan politik dan proses politik biasalah. Semua   boleh beropini tetapi tetap Bapak Prabowo yang menjadi “Pengantinnya”. Sebagai Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, saya ok-ok saja Bapak Prabowo bersanding dengan Sandiaga Uno yang pentingkan memenuhi syarat-syarat”, ujar Djoko Santoso di Warung Makita, Jl. Abdulah Syafei, Jakarta, Kamis (9/8).

Menurut Djoko Santoso dalam demokrasi bising itu biasa, semua masih dalam proses demokrasi, sebagai mantan tentara dia biasa berkerja dan melaksanakan apa yang diputuskan oleh pimpinan. Itu yang dia ikuti dalam artian loyalitas. Masalah bagaimana proses keputusan itu berada didalam ruang tertutup, jadi silahkan Bapak Prabowo sebagai pimpinan partai mengambil keputusan apa dalam politik, dan dia berkewajiban loyal.

Dalam hal cuitan soal Jenderal Kardus dan Jendral Baper bagi Djoko Santoso itu reaksi-reaksi biasa terhadap suatu organisasi atau seseorang dalam mencapai posisi didalam organisasi dengan cara prestasi seperti itu biarkanlah, kita tetap jalan dan Ketua Partai Gerinda tetap berjalan dikesepakatan.

Mengenai soal mantan perwira TNI yang mendukung sebuah partai dan menjadi caleg dari partai itu dia melihat para mantan anggota TNI yang sudah pensiun mereka sudah kembali menjadi rakyat serta memiliki hak politik. Pilihan mereka menentukan kesalah satu partai politik itu bukan masalah, selama tidak melanggar undang-undang, karena Djoko Santoso seperti mereka yang mantan tentara dan sekarang menjadi rakyat kembali.

Djoko Santoso dengan Zecky Alatas

“Fungsi strategis mantan militer ke parpol secara perorangan ok, karena pengalaman kita bisa membantu sebuah partai dalam merumuskan konsep-konsep, tapi mantan tentara mempengaruhi tentara didalam (masih aktif) itu tidak bisa karena sudah ada konstitusi yang mengatur tentara aktif untuk tidak terlibat dalam politik, saya sendiri yang mantan panglima tidak bisa menyuruh yang aktif untuk mendukung atau masuk ke dalam salah satu partai politik kepada tentara aktif itu tidak bisa”, ungkap mantan tentara lulusan Akademi Militer tahun 1975 ini.

Menurut Djoko Santoso Partai Gerinda dengan koalisinya harus mengutamakan rakyat, intinya kedepan rakyat yang dibawah garis kemiskinan harus diangkat, rakyat harus pintar. Kita harus membangun pemahaman bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, ini fungsi edukasi dari wartawan, kita rakyat dan warga negara punya hak tetapi juga punya kewajiban. Para stackholder-stackholder harus melakukan konsolidasi jangan hanya berebut kekuasaan saja. Saat ini nasionalisasi kita harus direvitalisasi, karena nasionalisme yang luruh tidak akan bisa menang dengan kapitalisme modern.

“Kita mengharapkan rakyat mendapatkan edukasi. Edukasi bahwa kita harus bisa memilih pemimpin yang pancasilais karena kita harus mewujudkan pancasila itu walaupun saatnya sekarang belum sempurna. Untuk memilih pemimpin yang bisa memimpin dengan pancasila, pemimpin pancasila yang utama sesuai dengan sila-sila pancasila tadi yaitu: jujur, tidak berbohong, tidak menipu, tidak mementingkan golongannya dan sudah selesai dengan dirinya. Kalau kita tidak berubah, tidak bangkit bersatu dan bergerak kita akan punah sebagai bangsa”, ujar Djoko.

Bagi Djoko Santoso Brigade 08 itu bagian dari teman-teman kita, kalau didalam demokrasi memiliki pendapat lain dipersilahkan, bebas saja, tapi bagi dia sebagai mantan tentara tetap loyal apapun yang diputuskan oleh pimpinan, dalam suatu proses ikut saja, kalau tidak keluar saja sportif jangan berkhianat.

Djoko Santoso dan Zecky Alatas

“Selama ini di dalam diri Brigade 08 sudah tertanam budaya-budaya militer, jadi apa kata pimpinan mereka menuruti dan loyalitas. Sebab pimpinan dalam memutuskan juga tidak semaunya sendiri, tetapi sudah memusyawarahkannya dulu. Jadi saya meyakini bahwa falsafah TNI itu sama dengan falsafah Gerindra, menegakkan kedaulatan, melindungi bangsa, dan menjaga keutuhan bangsa”, tegas Djoko Santoso. (nia; foto tcs)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

PERTUMBUHAN PESAT BUMI SERPONG DAMAI MEMBUAT RESTORAN BUMI SAMPERIUN BUKA CABANG KE 2

Indonesiadaily.co.id-, Kota penyangga Jakarta, di kawasan selatan Jakarta yakni Bumi Serpong Damai, Tangerang mengalami pertumbuhan ...

MUSDALUB PERSATUAN ARTIS MUSISI MELAYU DANGDUT INDONESIA DKI JAKARTA SUKSES DIGELAR

Indonesiadaily.co.id-, Dibalik kesuksesan Musyawarah Daerah Persatuan Artis Musisi Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) DKI Jakarta ada ...

BABAK 20 BESAR DAPATKAN WILD CARD ABI RAFDI SIDRAP JADI JAWARA KDI 2018

Indonesiadaily.co.id-, Sebagai ajang pencarian bakat penyanyi dangdut Kontes Dangdut Indonesia (KDI) hadir tidak hanya sebagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *