Home / PELANGI / ANGELINE LIMAN DIDAMPINGI NENEK SAMBANGI KOMNAS HAM UNTUK KEBEBASAN SANG AYAH

ANGELINE LIMAN DIDAMPINGI NENEK SAMBANGI KOMNAS HAM UNTUK KEBEBASAN SANG AYAH

Indonesiadaily.co.id-, Angeline Liman, bocah perempuan 12 tahun yang tengah dilanda kerinduan akan kehadiran ayahnya Iwan Cendekia Liman, yang sudah terpisahkan selama satu tahun ini. Dengan menahan kerinduan akan kehadiran ayahnya dan terus berusaha mencari keadilan untuk ayahnya, Angeline tidak hanya mengungkapkan kerinduannya dengan cara menuliskannya, tapi juga dengan merekamnya lalu diunggah di media sosial di laman netizenvoiceofindonesia, bahkan video berdurasi 60 detik itu, baru tiga hari sejak diunggah sudah dibaca 747 kali.

Angeline Liman ditemani Melia Chandra sang nenek

Pada hari selasa (22/5) Angeline Liman yang terus Mencari Keadilan untuk ayahnya Iwan Liman menyambangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jl. Latuharhari No.4-B, RT.1/RW.4, Menteng, Kota Jakarta Pusat,  dengan didampingi neneknya yang juga ibunda Iwan Liman, Melia Chandra.

Di Komnas HAM cucu dan nenek ini diterima oleh Lulu, petugas penerima pengaduan di Ruang Asmara Nababan, Komnas HAM. Angeline tidak saja mencurahkan rasa dan keingintahuannya Kenapa Papaku Dituduh Menipu ataupun Mencuri, dan juga memohon bantuan Komnas HAM agar ayahnya bisa hadir saat penyerahan Raport Kelulusannya di sekolahnya pada Juni 2018 nanti. Sekaligus di hadapan Komnas HAM, meminta agar mereka mau membantu, untuk kebebasan ayahnya.

“Saya mendampingi Angeline cucu saya, menyambangi Komnas HAM untuk memohon melalui lembaga (Komnas HAM) agar dapat mengupayakan permohonan cuti bagi Iwan Liman selama beberapa hari saja, agar Iwan Liman dapat  menghadiri acara kelulusan Angeline di sekolahnya di Surabaya, di bulan Juni mendatang,” kata Melia Chandra.

Dalam kesempatan mendampingi Angeline menyambangi dan bertemu dengan petugas penerima pengaduan Komnas HAM, Melia Chandra kembali membeberkan persoalan hukum yang menimpa putra sulungnya Iwan Liman kepada Komnas HAM. Hasilnya memang tidak bisa membuat Melia bahagia, tetapi dari hasil dialog dengan petugas penerima pengaduan Komnas HAM masih ada harapan.

“Komnas HAM tidak bisa membantu karena mereka harus patuh kepada aturan hukum, lantaran masalah hukum yang menimpa Iwan Liman sudah diputus oleh majelis hakim di pengadilan. Tetapi dengan berusaha dan kekuatan doa pasti ada harapan”, ujar  Melia Chandra.

Mengenai kasus yang menimpa putra sulungnya Iwan Liman, secara singkat Melia Chandra, ibunda Iwan mengatakan bahwa sosok yang melaporkan putranya, adalah Rezky Herbiyono, (seperti diketahui Rezky merupakan menantu mantan pejabat tinggi MA -red). Ia juga juga sahabat Iwan Liman. Bahkan kalau bertandang ke rumah, Angeline cucunya akrab dengan memanggilnya “Uncle Juki’.

Angeline Liman berdialog dengan petugas Komnas HAM

Menyangkut persoalan hukum yang membelit putranya, Melia Chandra menceritakan secara singkat bahwa  Rezky Herbiyono melaporkan Iwan Liman dengan tuduhan pencurian dan penggelapan Ferari 458 Speciale yang ditawarkan resmi oleh PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, Tahun 2015, dengan No Polisi : B 1 WTF, Nomor Rangka ZFF75VHC000205607, Nomor Mesin :251907, Warna : Merah (yang sekarang kembali berada di tangan Rizki, red).

Dari pengakuan di persidangan dan sejumlah bukti-bukti yang sudah terang benderang. Melia Chandran meyakini puteranya Iwan tidak bersalah, tetapi kok malah Iwan yang dikurung ? Ini ada apa? Kalau memang tidak bersalah, jangan perlakukan kami seperti ini?.

Belum lagi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yulianto Ariwibowo saat mengajukan permohonan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas perkara penggelapan kendaraan Ferrari 458 Speciale yang menyeret terdakwa Iwan Cendekia Liman itu, Jaksa ikut menyelipkan kasus narkoba.

Iwan Cendekia Liman didakwa melakukan tindak pidana penggelapan Pasal 372 KUHP, sesuai dengan vonis ditingkat pertama Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan No:1267/Pid.B/2017/PN.Jkt.Brt dan dikuatkan putusan banding di tingkat Pengadilan Tinggi DKI No:331/PID/2017/PT.DKI. Dan Mahkamah Agung RI pun menolak Kasasi, Iwan Liman. Padahal Iwan Cendikia sebagai penerima pengalihan hak fidusia dari PT Mitsui Leasing Capital Indonesia.

Melia Chandra menduga kuat kasus yang menjerat puteranya sengaja dipaksakan dan diduga kuat ada campur tangan yang menginginkan Iwan dijebloskan masuk penjara. Perkara mobil Ferrari 458 Speciale milik Rezky Herbiyono ditarik leasing PT Mitsui Leasing Capital Indonesia. Lantaran sebagai debitur Rezky telah gagal memenuhi kewajibannya untuk melunasi cicilan mobil tersebut. Pihak leasing kemudian menawarkan mobil tersebut kepada Iwan, dengan status unit tarikan. Setelah Iwan melakukan pelunasan sebesar Rp10,2 miliar, terhadap cicilan mobil tersebut, Iwan Cendekia Liman mendapatkan BPKB dan STNK mobil itu.

Dibuktikan pada 13 Desember 2016 melalui surat nomor 08.13/OJS.A/XII/16 dari Law Office Osner Johnson Sianipar, sebagai jawaban Somasi nomor 101-S/11216 tertanggal 1 Desember 2016 dari Kantor Hukum Aliansi Reza Prianda SH, Ricky Irawan (Dirut) dan Anton Teddy (Kepala Cabang) PT.Mitsui Capital Leasing Indonesia, pada point 2 mempertanyakan; bahwa berkenaan dengan Perjanjian Pembiayaan tersebut, berdasarkan data yang ada pada catatan Klien Kami (Rezky Herbiyono, red) telah terdapat pembayaran jatuh tempo, pembayaran melalui Giro Klien Rekan sudah di tolak 3 kali dan informasinya rekening sudah ditutup, bahkan Klien Kami berupaya melalui handphone namun tidak dapat dihubungi selanjutnya dibuat perjanjian tertulis, namun tidak mendapat tanggapan sebagaimana mestinya.

Dan dengan terbukti pula, Anton Teddy mengeluarkan Surat Penjualan Unit Tarikan tertanggal 25 Oktober 2016, sehingga Iwan Liman melakukan pembayaran mobil Ferrari 458 Speaciale dengan care transfer sebesar Rp 6.200 000. 000 ke rekenlng Bank BCA Nomor 5485678911 atas nama PT. Mitsui Leasing Capital lndonesia. Setelah pelunasan tersebut, Anton Teddy menyerahkan surat-surat kelengkapan mobil Ferrari 458 Speciale berupa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Form A, Faktur Asli, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Plat Nomor Kendaraan B 1 WTF, Surat Pelepasan Hak dan Blangko Kwitansi kepada Iwan Liman melalui sopirnya di Kantor Cabang PT MitsuI Leasing Capital Indonesia di Jalan Central Park Office Tower Lantai 7 Komplek Podomoro City, Jalan S Parman Kavling 28 Jakarta Barat, sehingga kepemilikan mobil Ferrari 458 Speciale tersebut telah beralih kepada Iwan Liman.

Namun kejanggalan kasus ini nampak, ketika dikeluarkannya Surat Keterangan Lunas Pembiayaan tertanggal 25 Oktober 2016 oleh PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, yang ditandatangani, Anton Teddy selaku Kepala Cabang, menegaskan bahwa hutang debitur atas nama Rezky Herbiyono sejumlah Rp 12.000.000.000,- telah dilunasi pada tanggal 31 Agustus 2016. Rezky Herbiyono pun melaporkan Iwan Cendekia Liman ke Polisi atas tuduhan penggelapan.

Melia Chandra ibunda Iwan Cedikia Liman

Kejanggalan lainnya terjadi pada saat Pengadilan Negeri Jakarta Barat, yakni hari yang sama dengan pembacaan requisitoir dan pleidooi, yaitu tanggal 16 Oktober 2017, Majelis Hakim membacakan putusannya. Hal tersebut tidak memcerminkan persidangan yang adil karena pembacaan tuntutan, pembelaan serta putusan semua dilakukan dalam satu hari yaitu pada tanggal 16 Oktober 2017.

“Iwan Liman adalah tulang punggung keluarga dan sudah satu tahun Iwan tidak bekerja. Jadi jujur saja kami kehilangan tulang punggung keluarga serta sosok Ayah bagi anak-anaknya”, pungkas Melia Chandra. (tc; foto ism)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

RAYAKAN ULANG TAHUN KE 29 RCTI UTAMAKAN PENGHIBUR DALAM NEGERI

Indonesiadaily.co.id-, Dalam rangka ulang tahun ke 29 Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) menggelar beragam tayangan ...

WAHYU, EKO, DAN NURMAN WAKILI INDONESIA DI AJANG CASTROL ASIA PACIFIC CARS SUPER MECHANIC GRAND FINALS DI MALAYSIA

Indonesiadaily.co.id-, Castrol Asia Pacific Cars Super Mechanic Contest diselenggarakan pada level regional untuk menemukan dan ...

CASTROL KEMBALI HADIRKAN SUPER MECHANIC CONTEST 2018 BERBASISKAN EDUKASI

Indonesidaily.co.id-, Gelaran Castrol Super Mechanic Contest tahun 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 Agustus lebih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *