Home / LIPURAN / PERFILMAN INDONESIA TIDAK PUNYA TUJUAN WALAU MEMILIKI UNDANG-UNDANG

PERFILMAN INDONESIA TIDAK PUNYA TUJUAN WALAU MEMILIKI UNDANG-UNDANG

Indonesiadaily.co.id-, Almarhum Asrul Sani, salah satu sineas sekaligus pemikir film mumpuni yang dimiliki bangsa Indonesia, pernah berujar, “Gelas berisi air ini tidak akan bergerak selama tidak ada yang menggerakkan”. Asrul Sani, sekian puluh tahun lalu dan tatkala masih hidup,  berbicang serius dengan Indonesiadaily di rumahnya di daerah Rawamangun, Jakarta,  mengibaratkan perfilman Indonesia seperti gelas berisi air, maksudnya berjibun pekerja film yang cerdas dan bernas, tapi enggan berubah, mungkin sudah mapan, sehingga tidak mau bergerak-gerak lantaran tidak ada yang menggerakkan.

Asrul Sani

Asrul Sani melontarkan pula sindirian melalui tulisan pada majalah ilmiah dan penelitian tentang situasi perkembangan perfilman di zamannya, “Kita ini orang-orang yang doyan petai, sudah tahu usai melahap petai pipisnya bau menyengat, toh masih saja petai dicari, malah untuk lalapan sarapan”.

Pernyataan almarhum Asrul Sani pada waktu itu, yang pekerja film belum mempunyai Undang-Undang Perfilman seperti di zaman now ini, justru masih sangat relevan. Apalagi hal ini mengemuka pada forum sarasehan yang digelar Masyarakat Perfilman (terdiri dari beberapa penggiat perfilman) di gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, kawasan Kuningan,Jakarta , awal Januari 2018.

Sarasehan itu merupakan forum rutin, seminggu sekali diselenggarakan dengan topik tertentu, yang pertana kali didengungkan adalah topik terganjalnya undang undang perfilman, tidak lain mencari masukan sebagai bahan kongres peran serta Masyarakat Perfilman yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada bulan April 2018.

Peran Serta Masrayakat Perfilman

Sarasehan tersebut juga menghadirkan anggota terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi X, komisi yang salah satunya mengurusi bidang perfilman, yakni Dadang Rusdiana. Dalam sarasehan tersebut, Dadang Rusdiana menyatakan bahwa undang-undang perfilman sudah bagus, hanya implementasinya mengalami jalan buntu, macet, tidak ada tindak lanjut, tidak ada peraturan yang pasti dari pemangku kepentingan begitupun turunannya, dan hal ini yang menjadikan undang undang perfilman terganjal, sehingga jelaslah perfilman Indonesia tidak memiliki tujuan. Ibarat perusahaan taksi, mobil sudah tersedia dengan terisi bahan bakar penuh, tapi tidak ada sopir yang menggerakkan. Atau ada sopir namun dikemudikan secara ugal-ugalan.

Maka sarasehan itu mencuatkan silang pendapat yang berseliweran dengan berbagai macam keluhan. Dan apabila berbicara mengenai perfilman dalam kondisi saat ini, pastilah yang terlontar adalah keluhan, cibiran, omelan, curahan hati ketidakadilan, dan cercaan yang menyudutkan dengan argumen atau tak beragumen, malah sama sekali tidak ada pujian yang diberikan terhadap insan perfiman atas prestasi sekecil apapun. Namun begitulah jika berbicara dari sudut pandang politik perfilman Indonesia di zaman now ini.

Pendapat yang mencuat dalam sarasehan itu menjadikan curahan hati tersendiri dan silang pendapat sepihak yang patut digarisbawahi. Sebagaimana ungkapan almarhun Chairil Anwar, penyair seangkatan Asrul Sani, malah bertiga menerbitkan kumpulan puisi bertajuk Tiga Menguak Takdir, salah satu penyair itu Rivai Apin,  yang bernada slogan ‘Yang bukan penyair tidak  usah ambil bagian’. Kiranya sama maksudnya dengan pernyataan yang bukan masyarakat perfilman tidak usahlah ambil bagian.

Peran Serta Masyarakat Perfilman

Kiranya juga sarasehan ini merupakan pemanasan kongres tapi semoga kongres mendatang membuahan rumusan yang cerdas, bukan berisi keluhan semata, tidak henti-hentinya digelorakan, sebagaimana kata Dadang Rusdiana, “Sarasehan semacam ini penting. Untuk mengingatkan, mengingatkan pemerintah. Diingatkan teruslah, supaya implementasinya bisa berjalan secara berkeadilan”. (snm; foto istw)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

SITI BADRIAH SEKARANG EMANG LAGI SYANTIK

Indonesiadaily.co.id-, Single lagu Lagi Syantik karya Yogi RPH yang diaransement oleh DJ Donald mendongkrak popularitas dan ...

NAIK MOTOR TRAIL KELILING SIDOARJO
LARA SILVI AJAK 800 ORANG LARAKU BUKBER

IndonesiaDaily, Jakarta,- Lara Silvi menggelar konvoi mengelilingi jalan protokol Kota Sidoarjo bersama 500 orang yang ...

FITRI CARLINA USAHA BANYUWANGI SAVANA CAKE MAJU BERKAT KEMENTERIAN PARIWISATA

Indonesiadaily.co.id-, Pedangdut Fitri Carlina mengaku terbantu dengan usaha Kementerian Pariwisata yang menggelar event Pesona Mudik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *