Home / LIPURAN / MEMBACA BIOGRAFI PENDIRI AIRASIA, MENYIMAK MIMPI

MEMBACA BIOGRAFI PENDIRI AIRASIA, MENYIMAK MIMPI

Indonesiadaily.co.id-, Membaca buku berjudul Flyng Hight, My Story From AirAsia to QPR, Indonesiadaily terkesima dengan bahasa yang renyah, mengalir, serta lugas penuturannya,  sehingga tidak membosan dan tidak cepat cepat ditutup. Isi buku itupun sangat menggugah, bahwa setiap orang harus memiliki mimpi dan perlu kerja keras untuk mewujudkan.

Flyng Hight, My Story From AirAsia to QPR

Buku Flyng Hight My Story From AirAsia to QPR adalah biografi  Tony Fernandes, pendiri maskapai penerbangan AirAsia. Buku itu sudah lama diluncurkan, tahun lalu, di Kuala Lumpur, Malaysia. Tony Fernandes memang pebisnis sukses. Selain mendirikan dan membangun AirAsia, Tony Fernandes juga pemilik Liga Inggris Queens Park Rangers dan membeli tim balap Formula 1.

Dalam bukunya itu sang pendiri AirAsia menuturkan saat awalnya ketika mengakuisisi hanya bermodal dua Boeing 737-300s, termasuk 200 pegawai dari tangan perusahaan DRB –HICOM yang ketika itu hutangnya menumpuk sebanyak puluhan juta ringgit.

AirAsia dibangun dengan mimpi, ungkap Tony Fernandes. Dan untuk mewujukan harus kerja keras, setiap orang punya mimpi, serta mesti mempunyai mimpi dalam hidupnya. Mimpi itu bisa diraihn yang setiap orang kerap tidak mempercayai, tetapi untuk meraihnya tidak bisa ongkang-ongkang kaki, justru harus kerja keras. Dalan penuturannya Tony Fernandes pernah bermimpi menjadi pembalap ,pemain sepakbola, dan pilot.

Pesawat Airasia

Memang sejauh ini mimpi sosok nomor satu di AirAsia itu telah tercapai, langkah yang ditempuh mengejutkan, menggebrak Malaysia terus merambah Asia Tenggara. Sampai Kapanpun Tony Fernandes terus menorehkan mimpi. Lalu mimpi terbaru apa yang segera diwujudkannya ?. Mimpi menerbangkan banyak orang. Maka Tony Fernandes bermimpi tentang kota-kota di Indonesia untuk bisa disinggahi AirAsia. Dicontohkan kota Ambon dan Labuan Bajo yang menurutnya bisa dilayani maskapai berongkos rendah, seperti yang dilakukan AirAsia.

Memyimak mimpi Tony Fernandes tidak lain menyimak pula mimpi anak-anak Asia Tenggara. Menurutnya generasi muda Asia Tenggara memiliki semangat percaya diri tinggi. Malah sangat ambisius, dan Tony Fernandes mengamati semuanya itu dari generasi muda Indonesia, Filipina, dan Malaysia yang telah ditemui. Dalam bukunya itu orang nomor satu AirAsia ini menyatakan betapa hidup ini menjadi sukses dan bermakna setelah mengalami sejumlah kegagalan.

Yang menarik dan begitu menyayat saat membaca  Bab 7 dalam buku itu, yakni Tony Fernandes terpukul dengan jatuhnya pesawat AirAsia Indonesia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura pada 28 Desember 2014. “Saya menghadapi semuanya itu. Itu bagian dari hidup. Dan hidup ini tidak selalu fantastic”, kata Tony Fernandes perihal musibah QZ 8501.

Dikisahkan pula di Bab 7, untuk menangani krisis itu Tony Fernandes terbang langsung ke Surabaya. Sesampai di Surabaya sang juragan AirAsia itu menyebar nomor telepon genggamnya kepada para keluatga korban supaya membantu keluarga korban semaksimal mungkin, sungguh Indonesiadaily terenyuh membaca penuturan Tony Fernandes pada Bab 7 itu.

Di luar cerita itu, Tony Fernandes pun menuturkan kiat bisnis yang dilakoninya. Kiat yang dibeberkan bahwa berbisnis mesti jujur dan transparan. Bos paling pucuk di AirAsia ini sudah 16 tahun berbisnis. Dari pengalaman berbis 16 tahun itu, ada tiga hal yang patut diperhatikan. Pertama, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Kedua harus menciptakan model bisnis atau menggulirkan produk yang belum pernah ada sebelumnya. Perusahaan harus disruptif. Dan yang ketika perusahaan mesti dikomandoi dan dijalankan oleh orang yang tepat.

Tony Fernandes Flyng Hight, My Story From AirAsia to QPR

Secara keseluruhan membaca buku Flying Hight, My Story From AirAsia to QPR, makin tahu sosok Tony Fernandes sesungguhnya dan karakter kepimpinan digenggam. Ringkas cerita buku ini bersahaja penyanjiannya, kiranya pantas dimaknai dan memberikan hikmah yang berarti bagi pembaca. Pembaca bisa memetik pengalaman bisnis Tony Fernandes yang sangat diakui banyak pihak karena kejeliannya dan tentu dilandasi dengan kerja keras yang bermula dari mimpi. Disayangkan buku ini belum beredar luas, setidaknya masih susah dicari di toko-toko buku besar di seluruh Indonesia. (snm; foto dok)

 

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

WIWIK ARNETHA LURAH TERJUN MENJADI PEDANGDUT

Indonesiadaily.Co.id-, Pejabat nyanyi luar biasa banyak, tapi pejabat masuk dapur rekaman dan mengeluarkan single bisa dihitung dengan ...

DITENGAH KESIBUKAN PROMO FILM ARUMI ARDINA RASTI AKAN MENIKAH 20 JANUARI 2018

Indonesiadaily.co.id-, Kabar bakal  menikahnya bintang film dan sinetron laris Ardina Rasti menikah dengan bintang sinetron ...

REVASTER HADIR USUNG ALBUM TERSENYUMLAH SAHABAT

Indonesiadaily.co.id-, Buat seniman kadang inspirasi  datang kapan saja tidak mengenal ruang dan waktu.  Demikian pun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *