Home / LIPURAN / FILM DO(S)A
KOLABORASI MEGA MALAYSIA – INDONESIA

FILM DO(S)A
KOLABORASI MEGA MALAYSIA – INDONESIA

IndinesiaDaily, Jakarta,-

DO[S]A adalah karya perdana Nusantara yang menjadi ‘An Astro Original Series’ dan dibandrol seharga RM 19.10 (termasuk 6% GST), penonton boleh menikmati delapan episode (berdurasi satu jam untuk tiap episode). Mini seri yang mulai tayang 14 Februari mendatang berkonsep ‘on demand’ di platform digital Astro GO di Astro First saluran 480 dan platform NJOI.

DO[S]A adalah sinergi dari Malaysia dan Indonesia yang menggabungkan Saniboey Mohd Ismail dan Salman Aristo, duo penulis skenario. Salman, satu nama yang cukup disegani di Indonesia sebagai penulis skrip untuk karya-karya box office seperti ‘Ayat-Ayat Cinta’, ‘Laskar Pelangi’, ‘Garuda di Dadaku’ dan ‘Sang Penari’.

Pencapaian terkini Salman adalah di Festival Film Indonesia 2016 yang mana beliau telah dinobatkan anugerah Penulis Terbaik untuk film ‘Athirah’. Turut sama terlibat sebagai penulis skrip untuk karya ini adalah saudara M Rino Sarjono.

Apalagi Sutradara terbaik FFi 2011 yakni Ifa Isfansyah. Ifa Isfansyah sudah menyutradarai ‘Sang Penari’, ‘Garuda Di Dadaku’ dan ‘Pendekar Tongkat Emas’. Ifa didampingi oleh DOP kondang Yadi Sugandi yang melahirkan gambar-gambar yang mempesona di karya-karya seperti ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’, ‘Laskar Pelangi’, ‘Sang Penari’, ‘Darah Garuda’ dan banyak lagi.

Selain itu, ia turut menampilkan Cecep Arif Rahman sebagai Pengarah Koreografi adegan aksi untuk melatih dan mempersiapkan para aktor dan aktris dengan disiplin silat dan koreografi seni mempertahankan diri. Cecep sebelum ini dikenali terlibat dalam film Indonesia ‘The Raid: Berandal’.

DO[S]A juga bertabur bintang gabungan tiga negara yakni Malaysia, Indonesia dan Singapura untuk menggerakkan setiap peran dalam jalan cerita. Nama-nama yang terlibat adalah seperti Dato’ M.Nasir, Remy Ishak dan Daniella Sya dari Malaysia, Ashraf Sinclair, Roy Marten, Maudy Koesnaedi, Hannah Al Rashid, Reuben Elishama dan Tegar Satrya dari Indonesia, serta Shenty Feliziana dan Hisyam Hamid dari Singapura.

Adapun judul tiap episode adalah; ‘Khianat’, ‘Tamak’, ‘Nafsu’, ‘Dengki’, ‘Derhaka’, ‘Fitnah’, ‘Munafik’ dan ‘Fitnah’ yang bersumber pada tagline DO[S]A, “Niat Tidak Menghalalkan Cara”.

DO[S]A sarat dengan adegan yang mendebarkan, aksi mengejutkan dan ganas. Namun begitu, pada masa yang sama turut diapit dengan pergolakan emosi, pengorbanan, ikatan kekeluargaan serta bibit percintaan. Kerjasama di antara Astro, Arie Zaharie Production dan Capitol Entertainment Production (produksi dari Indonesia).

Waktu syuting berlangsung selama 58 hari, dari bulan Julai 2017 hingga September 2017. Lokasi penggambaran rata-ratanya dilaksanakan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat, Indonesia (sekitar 90% jumlah shooting days di Indonesia) dan selebihnya di Malaysia termasuklah di lokasi-lokasi utama sekitar Kuala Lumpur, Kampung Baru, Klang and Putrajaya. DO[S]A juga akan memasuki pasar Indonesia menerusi platform OTT (Over-The-Top); Tribe Indonesia dan di saluran Astro Citra dalam waktu terdekat ini.

Sementara itu DATO’ KHAIRUL ANWAR SALLEH berucap bahwa, “Sejujurnya, saya berasa cukup teruja dengan karya DO[S]A ini kerana ia merupakan kerjasama sulung Astro yang melibatkan Malaysia – Indonesia dalam melahirkan siri original Nusantara premium eksklusif istimewa untuk tontonan ramai. DO[S]A turut merupakan karya pertama Nusantara yang kami tampilkan dalam slot ‘An Astro Original Series’.

Sebelum ini, Astro telah memulakan beberapa projek bagi menembus pasaran nusantara seperti ‘3 A.M. Bangkok Ghost Stories’ dengan pihak produser dari negara Thailand, naskhah seram bertajuk ‘Door’ dengan produser Filipina, serta ‘Cinta Paling Agung’ dan ‘Polis Evo2’ dengan kerjasama republik Indonesia.

Pada masa yang sama, filem-filem terbitan Astro seperti ‘The Journey’ turut menarik minat pemain industri dari luar negeri untuk diadaptasikan bagi siaran di negara masing-masing. Ini secara tidak langsung memberi indikasi bahawa karya terbitan Astro diterima ramai, baik audiens dari dalam mahupun luar negara.

Melihat akan kejayaan yang berjaya dilakar menerusi kolaborasi-kolaborasi mega yang dilaksanakan ini, Astro akan terus melahirkan banyak lagi naskhah-naskhah hebat untuk tontonan semua. Akan datang, ‘Sembilan’, sebuah lagi miniseri original gandingan Malaysia – Indonesia yang bakal menemui penonton pada akhir tahun ini. Naskhah bergenre horror ini akan memulai produksi pada bulan Mei 2018.

 

DI LUAR KEBIASAAN

Jalan ceritanya ternyata ‘luar dari kebiasaan’, cukup kompak dan ‘mind-blowing’. Ternyata, kerjasama dan keserasian yang tercetus di antara pemain utama  adalah sebuah kekuatan yang wajar dan diakui publik. Bakat mereka ini terletak di kelasnya yang tersendiri dan  mampu mencetuskan satu fenomena baru dalam industri seni serumpun khususnya.

Dari segi produksi , penggunaan visual efek khas dan aspek sinematografi yang dipersembahkan DO[S]A mampu memenangi hati penonton. Pmilihan aktor, scoring, penyutradaraan dan pengolahan cerita berjaya dibuat dengan baik sekali. Do[s]a dilengkapi dengan adegan action yang mendebarkan, pergelutan, drama, khianat dan dendam kesumat.

 

SINOPSIS “DO[S]A”

DO[S]A mengisahkan tentang empat beradik dibesarkan oleh bapa tunggal mereka, Latif (Dato’ M. Nasir), dengan nilai-nilai kesederhanaan, pegangan agama yang kuat, dan disiplin persilatan.

Fuad (Ashraf Sinclair), Farid (Remy Ishak), Fahad (Hisham Hamid), dan Fara (Shenty Feliziana) hidup bersama bapa mereka di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Di situ, mereka menjalani kehidupan hampir tersembunyi daripada masyarakat, berlatih ilmu persilatan hari demi hari. Seolah-olah bersiap-siaga untuk menghadapi sesuatu.

Perhubungan keluarga ini semakin bergolak apabila Fara berkenalan dengan seorang lelaki Indonesia, Arian (Reuben Elishama), yang tiba dari Jakarta semata-mata untuk berjumpa dengan Latif. Dalam usaha Arian melembutkan hati Fara untuk membawanya bertemu dengan Latif, mereka menjadi semakin rapat. Menyedari akan hal ini, abang sulung Fara, Fuad yang seolah-olah mengetahui tujuan Arian mencari Latif menghalangi Fara untuk terus bertemu dengan Arian. Fuad kemudian  mengusir Arian pulang ke Jakarta.

Berang dengan tindakan Fuad, Fara bertindak menyusul  Arian ke Jakarta, tanpa mengetahui bahaya yang menanti dirinya di situ. Sebaik sahaja Fara keluar daripada pintu ketibaan di lapangan terbang Jakarta, dia terus diculik, dihumban ke dalam van, lalu dikurung di dalam sebuah gudang.

Tidak mengetahui nasib adik mereka, Fuad, Farid dan Fahad dihantar Latif ke Jakarta untuk membawa adik mereka pulang. Di sana, ketiga-tiga beradik itu sering mendapati diri mereka diserang tanpa sebab yang pasti, sekaligus memaksa mereka untuk mempertahankan diri di dalam pertempuran-pertempuran yang ganas.

Arian yang baru mendengar mengenai berita penculikan Fara turut berganding bahu membantu abang-abang Fara. Semakin lama mereka di Jakarta, semakin banyak yang mereka mula fahami tentang asal usul keluarga mereka dan siapa bapa mereka yang sebenarnya. Sebelum mereka sedari, mereka terjerumus di tengah-tengah pergelutan kuasa di dalam dunia kongsi gelap Jakarta. Hanya mereka yang mampu menamatkan perang ini, walau sebesar mana pengorbanan yang diperlukan.

(mm; foto ist

Bagikan :

About admin

Check Also

EKO MEGA BINTANG JEBOLAN AFI NGAJAK NGOPI

Indonesiadaily.co.id-, Eko Mega Bintang adalah salah satu finalis ajang Academy Fantasi Indosiar (AFI), nama Eko ...

PRILLY LATUCONSINA MENDAPAT TUGAS DARI MANOJ PUNJABI

Indonesiadaily.co.id-, Semula Prilly Latuconsina paling malas menerima tawaran main film horor,  karena ia beranggapan kalau ...

HARI KAMIS SANDIAGA UNO AKAN NOBAR FILM TAKUT KAWIN

Indonesiadaily.co.id-, Hari Kamis (15/2) Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno memenuhi janjinya, bersama ribuan pasukan Orange ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *