Home / FILM / FILM DANCING IN THE RAIN PERSAHABATAN 3 REMAJA HINGGA AKHIR HAYAT

FILM DANCING IN THE RAIN PERSAHABATAN 3 REMAJA HINGGA AKHIR HAYAT

Indonesiadaily.co.id-, Ditengah gempuran film horor yang kian merajalela Screenplay Films bekolaborasi dengan Legacy Pictures menghadirkan film berbeda. Dengan menghadirkan film drama keluarga bertajuk Dancing In The Rain yang diharapkan bisa menyatukan keluarga dalam menonton film di bioskop.

Pemain cilik film Dancing In The Rain

“Selama ini kan dalam satu keluarga, antara anak dan orang tua beda film. Tapi dengan film Ini satu keluarga bisa kumpul dalam satu gedung bioskop”, ujar Agus Wijaya eksekutif Produser Screenplay film usai nobar film Dancing Ini The Rain di Plaza Senayan Jakarta Pusat.

Kisah film dibintang utamai Christine Hakim, Niniek L Karim, Dimas Anggara, Bunga Zainal, Dewa Mahendra cukup menarik dan inspiratif. Kasih sayang, persahabatan dan air mata menjadi suguhan film ini. Film ini mengisahkan perjuangan dan kasih sayang Eyang Uti (Christine Hakim) terhadap cucu satu-satunya yaitu Banyu (Dimas Anggara). Sejak lahir Bayu ditelantarkan oleh orang tuanya, karena rasa sayang yang begitu dalam Eyang Uti merawat dan mengurus Banyu dengan penuh perhatian.

Rasa haru biru kian mendalam, ketika diketahui saat Banyu mengidap spectrum autis membuat Banyu sulit berinteraksi dengan lingkungannya dan kerap menyakiti dirinya sendiri. Eyang Uti mengetahui kondisi cucu yang disayanginya begitu terpukul, apalagi Banyu sering dibully teman-teman sekolahnya sehingga membuat Eyang Uti semakin sedih. Seiring berjalannya waktu, Banyu mulai memiliki sahabat, dua sahabatnya Radin (Deva Mahenra) dan Kinara (Bunga Zainal) menyayangi Banyu dan selalu membelanya bila ada yang berbuat usil pada Banyu.

Mereka bertiga selalu kompak, bermain bersama, dan saling menjaga perasaan antar mereka. Banyu, Radin, dan Kinara tumbuh dewasa bersama dalam ikatan persahabatan yang tulus, namun suatu saat persahabatan mereka harus mengalami ujian. Kirana sakitnya kian parah dan membuatnya lumpuh, Radin ternyata mengidap penyakit jantung dan bila nyawanya ingin diselamatkan harus tranplantasi jantung.

Mengetahui sahabat baiknya membutuhkan donor jantung membuat Banyu stress. Dan akhirnya ditabrak truk dan sebelum azalnya Banyu berpesan agar Jantungnya didonorkan pada Radin sahabatnya. “Filmnya sangat menyentuh, akting para pemainnya sangat mendukung. Apalagi permainan bunda Christine Hakim, luar biasa. Pun dengan Artis lain”, ujar Kiki Herlambang, wartawan senior yang juga pengamat film ini usai nonton bareng.

Sementara original soundtrack film ini berjudul Bintang Dihati di vokali oleh Melly Goeslaw. Lirik dan nadanya terinspirasi dari jalan cerita film Dancing In The Rain yang menyuarakan kesabaran, kasih sayang, dan persahabatan tanpa pamrih.

Tiga sahabat dalam film Dancing In The Rain

Sinopsis Dancing In The Rain

Bagi Eyang Uti (Christine Hakim), Banyu adalah segalanya. Di balik rasa sayangnya pada Banyu melebihi rasa sayang eyang Uti pada dirinya sendiri, terselip perasaan iba, karena Banyu sejak bayi sudah dltelantarkan oleh kedua orangtuanya yang tak mampu mengurusnya. Sebagai sang nenek, Eyang Uti merasa bertanggungjawab untuk mengurus cucu satu-satunya tersebut.

Namun saat Banyu sudah memasuki usia sekolah, Eyang Uti dihadapkan pada kenyataan pahit, kalau Banyu cucu tercintanya ternyata mengldap spectrum autis, dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Banyu tidak memiliki kemampuan bersosialisasi seperti anak-anak seusianya, yang seharusnya memiliki banyak kawan dan menikmati masa kecil yang bahagia. Banyu malah sering dibully karena kekurangannya.

Hingga suatu ketika, muncul Radin, anak baru di komplek yang tak hanya membela Banyu saat dibully, namun mengajari Banyu cara membela diri saat dibully. Persahabatan yang Radin ulurkan membuat Eyang Uti sangat bahagia sekaligus terharu, terlebih saat Kinara, gadis kecil cantik hadir dalam hidup Radin dan Banyu, membuat semakin lengkap indahnya persahabatan mereka.

Sayangnya mama Radin tidak merasakan hal yang sama, baginya sangat memalukan melihat Radin berteman dengan anak yang tak normal seperti Banyu. Apapun yang mama Radin lakukan untuk memisahkan mereka bertiga selalu gagal. Hingga dewasa, Radin, Banyu dan Kinara tetap bersahabat, benih cinta pun tumbuh antara Radin dan Kinara. Mama Radin suatu ketika berhasil menghasut Banyu, seolah Banyu mencelakakannya. Radin yang salah faham menjadi sangat marah dan meninggalkan Banyu. (byl; foto tb/istw)

Bagikan :

About admin

Check Also

SULTAN AGUNG TAHTA PERJUANGAN DAN CINTA TERPILIH SEBAGAI FILM TERPUJI DALAM FFB 2018

Indonesiadaily.co.id-, Produksi film Sultan Agung digagas sejak akhir tahun 2016 dan selama satu setengah tahun ...

FILM ARWAH TUMBAL NYAI SEBUAH TRILOGI YANG MENYATUKAN DIVA DANGDUT AYU TING TING, ZASKIA GOTIK, DAN DEWI PERSSIK

Indonesiadaily.co.id-, Film Arwah Tumbal Nyai produksi RA Pictures sudah ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia. Setelah merilis part pertamanya dengan ...

PERKUMPULAN ARTIS FILM INDONESIA DUKUNG GELARAN FILM KARYA PELAJAR 2018

Indonesiadaily.co.id-, Sebagai organisasi baru yang beranggotakan insan film Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) mendukung berbagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *