Home / BUMI HIJAU / MERAWAT HUTAN SIBERUT DEMI MERAWAT KEARIFAN LOKAL

MERAWAT HUTAN SIBERUT DEMI MERAWAT KEARIFAN LOKAL

Indonesiadaily.co.id-, Diperoleh kabar dan hal ini dilontarkan dalam pertemuan warga Pulau Siberut dengan awak media di sebuah resto di kawasan Cikini, Jakarta, akhir Oktober 2017, bahwa hutan tropis Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Provinsi Sumatera Barat, terancam dengan masuknya rencana sebuah perusahaan besar yang mengembangkan Hutan Tanaman Industri. Jika rencana itu terjadi berarti ancaman dan bencana ekologis menyertai kehidupan masyarakat Pulau Siberut.

Pengembangan Hutan Tanaman Industri di hutan tropis Pulau Siberut bisa memberi dampak buruk dan hutan adat yang selama ini mendukung kehidupan  dan kearifan lokal masyarakat juga harus dipertaruhkan untuk kepentingan bisnis energy.

Save Hutan Siberut

“Sebagian tanah yang digarap itu adalah milik kami. Kami tidak ingin kehilangan tanah dan hutan, karena itu sumber kehidupan suku kami dan mayarakat yang tinggal di sana. Kami melakukan ritual adat di hutan, mengambil rotan untuk membuat Opa, keranjang, dan kayu untuk membuat sampan dari hutan, kami pun memperoleh tanaman obat serta makanan. Jika  pengembang itu masuk, maka kehidupan sosial, ekonomi, adat serta budaya kami akan hilang”, kata Rupinus, Kepala Suku Sabulukkungan, Pulau Siberut, kepada awak media  akhir Oktober 2017 di Cikini, Jakarta.

Sudah semestinya semua pihak merawat hutan tropis Pulau Siberut, yang berarti pula merawat kearifan lokal, sebagaimana diutarakan Rupinus. Dan apa yang diutarakan Rupinus itu mendapat dukungan dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Forum Mahasiswa Mentawai Sumatera Barat, WALHI, Rieke Diah Pitaloka, bahkan Bupati Kepulauan Mentawai,  Yudas Sabaggalet.

Save Hutan Siberut

Dalam pernyataan Yudas Sabaggaket, melalui rilis yang dibagikan kepada awak media, bahwa kebijakan pembangunan di Mentawai menganut sistem keseimbangan antara ekologis, sosial dan ekonomi. Keseimbangan itu selalu menjadi pertimbangan, dan Pemerintah Daerah Mentawai  menetapkan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor utama penggerak pembangunan dan ekonomi daerah, termasuk adat dan budaya serta lingkungan, bukan Hutan Tanaman Industri.

Kiranya tidak diingkari, eksploitasi hutan di Kepulauan Mentawai untuk industri sungguh berbahaya. Seharusnyalah gugus besar kepulauan pantai barat Sumatera justru mendapatkan  perlindungan fungsi ekologis yang maksimal.

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka secara tegas mendukung rakyat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menyelamatkan Hutan Siberut yang sebenarnya sudah hancur akibat HPH dan kini harus segera dipulihkan.

Save Hutan Siberut

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah bagian dari provinsi Sumatera Barat yang mempunyai potensi alam  berupa hutan, sungai, rawa, laut, dengan beragam suku yang mendiaminya dengan tradisi unik. Empat pulau yang membentuk Kabupaten Kepulauan Mentawai ini terdiri Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Kepulauan Mentawai disebut juga dengan nama Bumi Sikerai, mengambil nama suku bangsa setempat yang dapat mengobati orang sakit dengan mengambil roh-roh.

Bagaimanapun semua pihak harus merawat Kepulauan Mentawai sebagai cagar biosfer dan menjadi paru-paru dunia, serta harus difungsikan sebagai pusat riset biodiversity dan kearifan lokal untuk memperkuat kultur, identitas komunitas sebagai bagian dari keragaman nusantara. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

MENAGIH JANJI PERTAMINA,
MENDUKUNG VISI PEMBANGUNAN ENERGI MASA DEPAN

Jakarta,- Krisis pemanasan global serta semakin menurunnya kualitas udara di kota-kota besar akibat polusi menjadi ...

PEMERINTAHAN JOKOWI SIAP REDISTRIBUSI 21,7 JUTA HEKTARE LAHAN KE RAKYAT

Jakarta,- Pemerintahan Presiden Jokowi telah melalui tahun 2016 dengan beberapa apresiasi atas kemampuan menjaga momemtum ...

TIM KOORDINASI PELESTARIAN DAN PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA DAN ALAM INDONESIA

IndonesiaDaily, Jakarta,- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dulu bernama Kementerian Koordinator ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *