Home / BUMI HIJAU / DONGENG TENTANG LADA, NANAS, SAWAH, DAN POTENSI AGROWISATA DI BANGKA SELATAN YANG DILUPAKAN

DONGENG TENTANG LADA, NANAS, SAWAH, DAN POTENSI AGROWISATA DI BANGKA SELATAN YANG DILUPAKAN

Indonesiadaily.co.id-, Setelah tambang timah mulai ditinggalkan, kini masyarakat Bangka Selatan beralih ke perkebunan lada. Apalagi harga komoditas lada sangatlah menjanjikan. Di Bangka Selatan, perkebunan lada tersebar luas di semua kacamatan. Sementara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perkebunan lada yang ada seluas 23 hektar, dengan rincian di Bangka sekitar 13 hektar dan sepuluh hektar di Belitung. Di Pulau Bangka, kebun lada berada di Bangka Tengah seluas dua hektar, di Bangka Barat luasnya 5 hektar dan di Bangka Selatan terdapat 6 hektar. Sedangkan di Belitung  ada 7 hektar dan 3 hektar di Belitung Timur.

Petani Lada Bangka Selatan

Memang, masyarakat Bangka Belitung tahu, bahwa saat pertambangan marak, pertanian bisa dikatakan ditinggalkan. Petani enggan turun ke sawah, juga malas berkekebun. Tidak kecuali merasa ogah-ogahan menanam lada ataupun nanas, termasuk pula kini sektor unggulan pertanian di Bangka Selatan.

Nanas Bangka Selatan, disebut Nanas Bikang dengan teksturnya yang lembut dan rasanya manis, sangat khas, begitu tersohor sekali. Tekstur maupun manisnya Nanas Bikang berbeda  dengan nanas-nanas dari daerah lain. Kenapa disebut Nanas Bikang ?. Bikang ialah nama sebuah desa. Perkebunanan nanas di desa Bikang bermula mengenai kecemasan masyarakat  mengingat harga jual lada turun. Masyarakat beralih menanam nanas  sebagai penompang penghasilan.

Nanas Bikang Bangka Selatan

Sesungguhnya sektor pertanian dan perkebunan di Bangka Selatan merupakan sektor unggulan di Bangka Selatan. Dan sektor ini apabila dikaitkan serta disangkut pautkan dengan sektor pariwisata tentulah akan lebih elok. Bukan tidak mungkin Kabupaten Bangka Selatan akan menjadi kawasan yang mencorong di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahkan di penjuru Nusantara.

Patut diketahui Bangka Selatan merupakan lumbung penghasil padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini di Desa Rias ada luas persawahan  1.850 hektar yang mampu  memproduksi gabah sekitar 7.400 ton dalam hitumgan 4 ton perhektar pertahunnya. Desa Rias yang terletak sekitar 15 kilometer dari ibukota Kabupaten Bangka Selatan, 90% penduduknya adalah petani padi.

Jelaslah Desa Rias merupakan aset yang musti dipertahankan keberadaannya. Pada sektor pariwisata, wisata agro patut digalakkan alias dipromosikan secara gencar. Di daerah lain lahan persawahan makin tergerus, berubah menjadi perumahan atau gedung tinggi tempat perbelanjaan modern,  sehingga generasi zaman now tidak lagi tahu cara petani bercocok tanam.

Menuju Desa Rias, Kecamatan Toboali,  memperlukan waktu lima belas menit dari Toboali, dan jalanan mulus  serta waktu kunjungan terbaik ke sana pada pagi atau sore hari. Sama saja jika bertandang ke Desa Bikang, waktu ke sana pada pagi atau sore hari yang selama dalam perjalanan dapat menikmati panorama yang penuh pesona.

Gubernur Erzaldi dan Petani Lada Bangka Selatan

Memasuki Desa Bikang ke arah Toboali, banyak dijumpai penjual nanas yang menjajakan nanas hasil perkebunan, dari halaman rumah masyarakat. Sekali lagi jelas merupakan dongeng yang menarik untuk disimak, betapa potensi agrowisata di Bangka Selatan sangat menjajikan dan kiranya jangan disepelekan, diremehkan, alih-alih dipandang sebelah mata. Sektor pertanian dan pariwisata, jika dipadukan tentulah akan mendapatkan hasil lebih bagi masyarakat. Bagaimanapun agrowisata di Bangka Selatan layak dipromosikan gencar, sayang jika dipinggirkan. Menyusuri agrowisata di Bangka Selatan, Indonesiadaily merasakan kekagumanya tidak terhingga. (snm; foto din)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

DEMI KELESTARIAN ALAM KORINDO GROUP TANAM 5000 POHON DI JAKARTA

Jakarta,- Dalam rangka ikut melestarikan kelestarian alam, Korindo group salah satu perusahaan perkebunan dan kehutanan ...

MENAGIH JANJI PERTAMINA,
MENDUKUNG VISI PEMBANGUNAN ENERGI MASA DEPAN

Jakarta,- Krisis pemanasan global serta semakin menurunnya kualitas udara di kota-kota besar akibat polusi menjadi ...

PEMERINTAHAN JOKOWI SIAP REDISTRIBUSI 21,7 JUTA HEKTARE LAHAN KE RAKYAT

Jakarta,- Pemerintahan Presiden Jokowi telah melalui tahun 2016 dengan beberapa apresiasi atas kemampuan menjaga momemtum ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *