Home / BUDAYA / TERAKHIR, SELAMAT TINGGAL DAN TERIMA KASIH PAMERAN TUNGGAL TERAKHIR PERUPA AMRUS NATALSYA

TERAKHIR, SELAMAT TINGGAL DAN TERIMA KASIH PAMERAN TUNGGAL TERAKHIR PERUPA AMRUS NATALSYA

Indonesiadaily.co.id-, Amrus Natalsya yang merupakan seorang pelukis dan pematung Indonesia, Amrus biasa dia dipanggil sering mengangkat tema sosial dan kesulitan yang dihadapi manusia sehari-hari dalam karyanya. Di tahun 1955, patung hasil karya pertama Amrus yang berjudul Orang Buta yang Terlupakan dibeli oleh Presiden Soekarno ketika dipamerkan dalam LUSTRUM Pertama Asri di Sono Budoyo, Yogyakarta. Presiden Soekarno kemudian juga mengkoleksi karya Amrus lainnya yang berjudul Kawan-kawanku.

Karya Amrus Natalsya

Tahun ini Amrus kembali mengadakan pameran tunggalnya yang bertema Terakhir Selamat Tinggal dan Terima Kasih. Pameran ini merupakan hasil kerja sama dengan Taman Ismail Marzuki dan Etty Mustafa Art Collection yang bertempat  di Galeri cipta II Taman marzuki pada tanggal 14 juli-23 juli 2019 dan opening ceremony pameran dilaksanakan pada hari minggu tanggal 14 juli pukul 12.00 WIB.

Etty Mustafa mengungkapkan bahwa pameran ini dibuat untuk terakhir kalinya oleh sang perupa beraliran revolusionary realism ini mengingat umurnya yang tidak lagi muda. “Di dalam pameran ini Amrus Natalsya akan menampilkan sekitar 50 karya-karyanya yang banyak mengangkat tema sosial seperti lukisan kanvas dan lukisan pahat bertema pasar, Pecinan dan patung kapal Nuh”, ujarnya.

Pada pameran tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh tokoh Sanggar bumi Tarung seperti Amrus Natalsya dan Misbach Thamrin dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Sementara itu, salah satu kurator seni Indonesia Agus Dermawan menambahkan bahwa lukisan kayu Amrus merasa telah menghasilkan karya yang berciri khas pribadi. Dengan lukisan Amrus berhasil menemukan jejak-jejak traditionalitas.

Salah satu karya Amrus Natalsya

“Pameran tunggal ini adalah bukti keberadaan (eksistensi) Sanggar Bumi tarung dalam sejarah seni rupa indonesia sejak 58 tahun yang silam. Ketika pendirinya Amrus natalsya berumur 28 tahun saat itu”, ungkap Agus.

Disisi lain, Kurator pameran Mahardika Yudha mengatakan proyek seni kehidupan masyarakat di pecinan adalah salah satu filen fitur dari Amrus Natalsya yang kembangkan sejak reformasi 1998. Tema ini dipilih sebagai bentuk empatinya pada situasi masyarakat indonesia ketika terjadi peristiwa Mei 1998.

Amrus Natalsya lahir pada 21 Oktober 1993, di Medan, Sumatera Utara. Putera dari pasangan Rustam Syah Alam dan Aminah, ini sejak kecil, sudah menunjukkan bakat seninya. Pada tahun 1954, Ia memulai pendidikan seni di ASRI Yogyakarta. Sejak saat itu Amrus mulai menghasilkan karya berupa patung dan lukisan.

Salah satu karya Amrus Natalsya

Karya Amrus kemudian sering ditampilkan dalam berbagai pameran, seperti: Pameran tunggal di Taman Merdeka Utara, Jakarta (1955); Pameran Lukisan di Wina, Austria (1955); Pameran “Konferensi Asia Afrika” di Bandung (1955); Pameran Bersama mahasiswa ASRI (1961-1963); Pameran Tunggal di Galeri Lontar, Jakarta (1995); karya terbaik dalam Pameran Patung Kontemporer “Trienale Jakarta II” (1998); Pameran “Kepedulian Sesama Pelukis” di Galeri 678, Jakarta (2000); dan Pameran Tunggal “Kampung dan Metropolitan” di Galeri 678, Jakarta. Di akhir tahun 90-an, dia pernah menggemparkan dunia seni rupa Indonesia dengan karya fenomenalnya yang berjudul “Pecinan”, dalam bentuk cukil kayu, yang menjadi ciri khasnya. (rls;

Bagikan :

About admin

Check Also

FORUM SILAHTURAHMI KERATON NUSANTARA GELAR HALBIL & SEMINAR DI JAKARTA

Indonesiadaily.co.id-, Keraton diharapkan bisa membangun karakter anak bangsa, untuk lebih menajamkan hal tersebut tidak kurang ...

KRIDHA DHARI CANANGKAN SELASA BERKEBAYA DI MRT JAKARTA UNTUK PERKENALKAN KEMBALI BUSANA INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Dicetuskannya budaya Selasa Berkebaya oleh Kridha Dhari karena ingin mengembalikan kembali jati diri bangsa ...

FESTIVAL PRANATA ADAT DAN FORUM PERDAMAIN DIGELAR KEMENDESA DI SITUBONDO UNTUK KUATKAN PERDAMAIAN MASYARAKAT AKAR RUMPUT

Indonesiadaily.co.id-, Sekitar 4000 peserta dari berbagai kelompok masyarakat desa di Kabupaten Situbondo turut hadir meramaikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *