Home / BUDAYA / TANAH BERPIJAK BUDAYA BERJEJAK APRESIASI SENI MELAYU JAMBI

TANAH BERPIJAK BUDAYA BERJEJAK APRESIASI SENI MELAYU JAMBI

Indonesiadaily.co.id-, Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi dengan tema Tanah Berpijak Budaya Berjejak berlangsung di Ratu Convention Center (RCC), kegiatan ini adalah salah satu upaya pengembangan ekonomi kreatif yang dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan hari ulang tahun provinsi Jambi. Dalam mempromosikan potensi seni budaya daerah dan pariwisata provinsi Jambi. Tentunya harus dimanfaaatkan oleh para pelaku seni di Jambi dengan meningkatkan kualitas karya seninya.

Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA

“Saya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini, yang merupakan implementasi dan pertanggungjawaban Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, khususnya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Di atas itu, kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap karya seni dan menjadi ajang promosi seni budaya serta amanah visi Jambi TUNTAS, khususnya di misi Ke-2 yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis, dan berkesetaraan gender”, ungkap Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA.

Pertunjukan bertajuk Tanah Berpijak Budayo Berjejak “Telusur Jejak Leluhur” merupakan kolaborasi musik, tari, lagu dan puisi yang didukung oleh 80 orang pelaku seni yaitu Sendratasik Universitas Jambi, sanggar mindulahin, sanggar chanpi heritage, sanggar pinang selayang, teater tonggak, teater AiR, choirs amuni GBN dan tim kesenian gubernuran Jambi.

Gedung Ratu Convention Center (RCC) di Jalan Slamet Riyadi Kota Jambi (07/01) malam, bergemuruh dipenuhi tepuk tangan penonton usai menyaksikan Pertunjukan bertajuk Tanah berpijak budaya berjejak “Telusur Jejak Leluhur” berupa kolaborasi musik, tari, lagu dan puisi.

Perpaduan seni tradisi dan kontemporer, baik dari tarian, musik sangat kental dalam suguhan berkisar 45 menit tersebut, diantaranya Tembang Anak Sialang yaitu tarian, musik, pembacaan puisi menyatu untuk menggugah siapa saja agar tidak membakar hutan serta menjaga lingkungan.

Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi

Tarian tradisi seperti Tari Lilin, Zapin, ada juga Lukah gilo dan lainnya, musik memadukan irama dari Kerinci hingga Tanjung Jabung. Lalu hampir 1000 penonton di gedung RCC juga menyaksikan tayangan layar besar (LED Screen) bermaterikan wisata dan budaya kekayaan provinsi Jambi.

Kejutan terjadi saat munculnya Hj.Sherrin Tharia Zola dipanggung memainkan alat musik Biola, bahkan suasana terasa semakin hangat hadirnya Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA membacakan puisi berjudul “Raja di Rakyat” yang dibuatnya pada 11 November 2017.

Telusur Jejak Leluhur adalah jalan menapaki jejak budaya masa silam, dimana para leluhur kita telah menandai setiap jengkal tanahnya dengan cipta, karya dan karsa. Mulai dari sialang belantak besi hingga bukit tambun tulang, mulai dari durian di takuk rao hingga ombak berdebur.

“menapaki jejak kebudayaan adi luhung yang tersebar di wilayah provinsi Jambi adalah bukti bahwa peradaban melayu Jambi masih kokoh hingga hari ini dan kini, kami persembahkan kembali telusur jejak leluhur sebagai kolaborasi musik, tari, lagu dan puisi dalam bingkai tanah berpijak budaya berjejak,” Ungkap Didin Sirojudin,S.Sn selaku sutradara.

Malam Apresiasi Melayu Jambi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M. Dianto, Walikota Jambi Syarif Fasha, Danrem 042/Gapu, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Jambi, seluruh Bupati/Wakil Bupati Provinsi Jambi, Para Tokoh Adat, Pejabat OPD dan Para tamu undangan lainnya.

Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi

Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli, S.Tp, MA berikan apresiasi tinggi atas pergelaran Telusur Jejak Leluhur karena melibatkan generasi muda sebagai pewaris kebudayaan melayu Jambi.

“99% didominasi oleh generasi muda, sebagai pewaris kebudayaan melayu Jambi, merekalah yang akan menggali dan mengembangkannya dengan kreativitas dan inovasi baru seiring dengan perkembangan zamannya, tetapi tidak meninggalkan akar kebudayaaannya sendiri. Dengan demikian kita berharap, kedepan eksistensi kebudayaan melayu Jambi akan tetap hidup ditengah-tengah masyarakatnya”, pungkas  Zola. (tc/hr; foto jd)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

TRADISI MAKAN BAJAMBA AKAN TERSAJI DI HARI PERS NASIONAL SUMBAR 2018

Indonesiadaily.co.id-, Makan Bajamba atau juga disebut Makan Barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk ...

KOLABORASI DUA KEMENTERIAN MENGGELAR BUDAYA MARITIM 2017

Indonesiadaily.co.id-, Berkolaborasi melakukan program kerja dengan menjalin kebersamaan dan menggulirkan kreativitas, harapan, visi dan misi ...

DIALOG ARTISTIK INDONESIA – MEKSIKO MAKIN DEKAT DAN BERSAHABAT

Indonesiadaily.co.id-, Suatu ketika beberapa tahun yang lalu Indonesiadaily bersama kru stasiun televise swasta berada di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *