Home / BUDAYA / SERUPA BUNYI PERAN GALERI NASIONAL INDONESIA DAN PENGUATAN PROGRAM INTERNASIONAL GAMELAN FESTIVAL 2018

SERUPA BUNYI PERAN GALERI NASIONAL INDONESIA DAN PENGUATAN PROGRAM INTERNASIONAL GAMELAN FESTIVAL 2018

Indonesiadaily.co.id-, Program dukungan/sinergi antar lembaga budaya telah dilaksanakan Galeri Nasional Indonesia (GNI) setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, program ini telah direalisasikan dalam berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat/komunitas seni rupa, antara lain Pameran Seni Rupa Internasional Biennale Terracotta 1st di Yogyakarta (2015), Workshop Melukis Mural dalam rangka Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia di Kupang (2015), Workshop Seni Lukis dalam rangka mendukung ajang PraBiennale 2015 di Makassar (2015), Workshop Seni Lukis “Tips & Trik Melukis Model” dalam rangka mendukung Pekan Budaya Indonesia (PBI) #2 di Malang, JawaTimur (2016), dan “Workshop Melukis di Atas T-Shirt” di Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka mendukung Pekan Budaya Indonesia (PBI) #3 (2017).

Karya dipameran Serupa Bunyi

Pada 2018 ini, GNI kembali menghelat program serupa dalam bentuk Pameran Seni Rupa Kontemporer “Serupa Bunyi” pada10 – 15Agustus 2018 di Taman Budaya Jawa Tengah, Jalan Ir. Sutami No.57, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pameran ini merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Taman Budaya Jawa Tengah.

“Pameran Serupa Bunyi menjadi salah satu program utama yang diselenggarakan oleh GNI pada tahun 2018 sebagai platform kebudayaan yang mengintegrasikan kegiatan GNI dengan daerah di luar Jakarta, dalam hal ini Solo. Pameran ini sebagai bentuk peran GNI dan penguatan terhadap program besar International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Solo, Jawa Tengah, sebagai rangkaian kegiatan Indonesiana yang digelar sepanjang bulan Juli-Oktober 2018 di beberapa wilayah di Indonesia oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan instansi pemerintah setempat”, ungkap Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto.

Sebagai implementasi tugas dan fungsi Galeri Nasional Indonesia (GNI) dalam menjalin kemitraan, menyelenggarakan pameran, dan memberikan pelayanan edukasi di bidang seni rupa kepada masyarakat luas, Galeri Nasional Indonesia (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) acap kali menjalankan program dukungan/sinergi antar lembaga budaya. Program ini dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia, dan ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik pelajar, mahasiswa, pendidik/pengajar seni budaya, komunitas seni, maupun masyarakat umum.

Pengunjung mengapresiasi pameran Serupa Bunyi

“Pameran ini ingin menunjukkan dinamika kelindan antara seni tradisional dalam hal ini “gamelan” dengan karya seni rupa kontemporer. Bagaimana kelima perupa ini: Edwin Rahardjo, Alm. Hadjar Satoto, Hanafi, Heri Dono, dan Nindityo Adi Purnomo menggubah karya-karyanya yang bertautan dengan gamelan, sebagai salah satu artefak seni tradisional yang tak mati-mati. Karya-karya mereka menghadirkan pengalaman baru, bagi dirinya, maupun bagi orang lain, terkait dengan pengertian, pemahaman, atau penghayatan terhadap seni tradisi. Mereka melalui karya seni rupa, dengan caranya, dapat dipahami sebagai upaya merawat dan menghidupkan kebudayaan”, papar Soewarno Wisetrotomo kurator pameran.

Selain pameran, ada juga Workshop Melukis pada Kanvas pada11 Agustus 2018 di Gedung Sasono Jumantoro, Jalan Bondan No. 29, Kemlayan, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Yayasan Jagoan Indonesia. Menghadirkan nara sumber Aruman (Pengajar Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta), workshop ini akan diikuti sekitar 80 pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Surakarta dan sekitarnya. Di akhir workshop, akan dipilih karya-karya favorit dengan tujuan untuk memberi motivasi bagi para pelajar untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan mengasah kreativitas, sehingga dapat menyumbang perkembangan seni Indonesia.Kegiatan ini bermaksud untuk menunjukkan peran dan eksistensi GNI dalam mengenalkan dan mengembangkan seni rupa Indonesia, juga untuk memberikan semangat dan inspirasi bagi para pendidik agar dapat merumuskan strategi dan metode pembelajaran seni yang lebih baik di masa depan.

Karya dipameran Serupa Bunyi

Tentang Indonesiana

Indonesiana adalah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang. Indonesiana diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan semangat gotong-royong dan melibatkan semua pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan di Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang kemudian memunculkan kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang sebuah inisiatif baru, yaitu kegiatan pengembangan platform Indonesiana, sebuah struktur hubungan terpola antar penyelenggara kegiatan budaya di Indonesia yang dibangun secara gotong-royong.

Pada tahun pertama (2018), Indonesiana akan melakukan pendukungan untuk 9 festival seni budaya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pusat kebudayaan/kedutaan asing serta swasta dalam berbagai bentuk kolaborasi. 9 festival tersebut antara lain Festival Vula Dongga, Festival Palu Salonde Percussion, Festival Bunyi Bungi, Cerita dari Blora, Festival Seni Multatuli, Festival Budaya Saman, Festival Tenun Nusantara, Festival Fulan Fehan, Silek Arts Festival, Bebunyian Sintuvu Sulawesi Tengah, dan International Gamelan Festival (IGF).

Tentang International Gamelan Festival (IGF)

International Gamelan Festival 2018 adalah sebuah festival berskala internasional yang dihelat pada salah satu lokus terpenting yang bertujuan untuk menciptakan arena mudik atau “home coming” bagi kelompok-kelompok gamelan yang telah menyebar keberbagai belahan dunia dan dalam beraneka corak perkembangan dan fungsi .Sebagai bentuk dukungan sekaligus penguatan terhadap festival tersebut, Galeri Nasional Indonesia menggelar Pameran Seni Rupa Kontemporer “SERUPA BUNYI” beserta Workshop Seni Rupa “Gamelan sebagai Inspirasi Berkarya”. (hms; foto dok gni)

 

 

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

LUDRUK IRAMA BUDAYA HIBUR MASYARAKAT JAKARTA DI BULAN AGUSTUS

Indonesiadaily.co.id-, Nasib kesenian tradisional memang makin memprihatikan, usaha untuk pelestarian terus dilakukan oleh para pelaku ...

MELALUI BIMBINGAN EDUKASI LANGSUNG GALERI NASIONAL LIBATKAN PELAJAR UNTUK MENJADI APRESIATOR SENI TERHEBAT

Indonesiadaily.co.id-, Melakukan kunjungan kepameran seni tengah menjadi fenomena bagi generasi muda perkotaan di Indonesia. Foto ...

KYOTO KIMONO GAKUIN KYOTO HONKO DEMONSTRASIKAN PEMAKAIAN KIMONO DAN YUKATA

Indonesiadaily.co.id-, Ada tata cara khusus memakai Kimono karena itulah pakaian ini hanya dipakai saat perayaan tradisional ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *