Home / BUDAYA / PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd menyatakan bahwa pilar budaya bagi bangsa  mempunyai peranan sangat penting. Pilar budaya tersebut mutlak untuk terus dilestarikan sebagai bangsa besar.

H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd

Indonesia dikenal sebagai bangsa besar karena kekayaan budaya yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Budaya daerah menjadi permata yang tersembunyi dibalik riuhnya kehidupan bernegara yang sering didominasi dengan narasi-narasi politik kepentingan. Sedangkan budaya, masih sangat jarang diperhatikan secara utuh. Masih jauh panggang dari api.

Kekayaan budaya dapat ditemui pada banyak daerah yang masih sangat memperhatikan kelestarian budaya. Masyarakat didaerah sangat menjaga budaya. Oleh karena itu, jika terkait budaya, maka daerah memegang kunci sebagai pokok kekuatan budaya.

“Deposit budaya itu adanya di daerah oleh karenannya maka kita harus kedepankan itu”, terang Putria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Agung Raja Sultan Indonesia wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat.

H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd

Putria mencontohkan pada masyarakat Lombok, khususnya Lombok Tengah, mempunyai banyak kekakayaan, baik kultur atau budaya, religi atau agama, dan keindahan alam, serta banyaknya ritual-ritual budaya di daerah Lombok. Masyarakat Lombok Tengah juga masih teguh melaksanakan ritual yang telah berlangsung sejak lama. Sebab mereka sadar bahwa budaya perlu dijaga sebagai pilar kekuatan bangsa, jati diri bangsa, harkat, martabat, dan muruah Bangsa Indonesia.

“Kita wajib bersyukur kepada Tuhan yang sudah diberikan anugerah yang berlimpah”, tegasnya.

Salah satunya adalah ritual Bau Nyale. Ritual itu berawal dari legenda putri yang cantik jelita bernama Mandalika. Putri Mandalika adalah putri seorang raja di Lombok yang terkenal kecantikannya baik paras maupun budi pekertinya, sehingga banyak putra mahkota, pemuda-pemuda yang ingin menyuntingnya. Sehingga dia binggung kalau dia memilih satu diantara putera mahkota. Dia tidak mau terjadi perselihian atau perkelahian, bahkan peperangan antara kerajaan. Putri Mandalika tidak memilih satu diantara putera mahkota, tetapi ia lebih memilih untuk semua.

Sesuai pula dengan alasan bahwa legenda harus tetap dipertahankan. Sebab setiap legenda punya nilai-nilai budaya yang luhur. Legenda adalah salah satu bentuk pewarisan dari sebuah nilai kehidupan. Sekaligus mempunyai kekhasan yang unik. Seperti pada Legenda Putri Mandalika punya nilai yang sepatutnya menjadi teladan.

H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd

“Putri Mandalika memberikan contoh kepada kita semua, terutama kepada politisi bagaimana seorang tokoh yang rela berkorban untuk kepentingan orang banyak, dan bukan mengorbankan orang banyak untuk kepentingan sendiri, dan ini yang dicontohkan oleh putri mandalika”, pungkas Putria. (nia; foto ptk)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

DUNIA KOMIK MENJADI DUNIA UNGKAPAN

Indonesiadaily.co.id-, Komik sejatinya memang bukan untuk dipamerkan namun untuk dicetak, diterbitkan dan dibaca. Pameran komik ...

TEATER WAYANG ORANG INDONESIA PERSEMBAHKAN ADILUHUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI

Indonesiadaily.co.id-, Menjaga eksistensi kesenian tradisional seperti wayang orang ditengah era digital bukan perkara gampang.  Karenanya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *