Home / BUDAYA / “MUTUAL UNKNOWN” SENI EKSPERIMENTAL SENIMAN MUDA ASIA TENGGARA AKAN HADIR DI GALERI NASIONAL INDONESIA

“MUTUAL UNKNOWN” SENI EKSPERIMENTAL SENIMAN MUDA ASIA TENGGARA AKAN HADIR DI GALERI NASIONAL INDONESIA

 

Jakarta,-

Pernahkah terpikir atau melihat seniman akan berkarya pada saat pameran dan berinteraksi langsung dengan pengunjung. Dimana pengunjung yang hadir diharapkan dapat berbagi pandangan, mengajukan pertanyaan, dan secara aktif berinteraksi dalam proses penciptaan karya seni.

mutual-unknown

Karena sebelumnya mungkin kita membayangkan karya-karya yang telah dipajang rapi ketika memasuki ruangan galeri, dan hal ini tidak akan kita lihat dan rasakan di Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 03 Mei2017, dimana akan digelar pameran Mutual Unknown yang merupakan pameran berbasis proses.

“Pameran Mutual Unknown diputuskan meminjam bentuk pameran bersifat laboratorium yang cenderung menitik beratkan pada proses dan interaksi. Sebagai sebuah kesadaran penciptaan pameran, metode ini digunakan tidak sebagai bentuk pemberontakan ataupun pula menjadi hal baru yang terjadi di ruang seni rupa, apalagi bila kita bicara mengenai perkembangan pola ini dalam praktik seni rupa di dunia barat dan adanya adaptasi format proses ini pada berbagai ruang alternatif”.  

Sembilan seniman, tiga kurator, dan audiens akan bersama-sama menciptakan karya seni, serta mengambil peran dalam diskusi mengenai Asia Tenggara dalam waktu 2 minggu. Seniman yang terpilih untuk mengikuti program ini adalah Azam Aris (Malaysia), Fajar Abadi (Indonesia), Nuttapon Sawasdee (Thailand), Thuy Tien Nguyen (Vietnam), Tan Vatey (Kamboja), Renz Lee (Filipina), Kaung Myat Thu (Myanmar), Leonard Yang (Singapura), dan Noy Xayatham (Laos). Kurator pameran adalah Henry Tan (Thailand), Sally Texania (Indonesia), dan Rifandy Priatna (Indonesia).

Seniman dan proses karya dalam pameran ini diposisikan sebagai sebuah pintu awal diskusi dan komunikasi aktif bagi seluruh pengunjung pameran. Karenanya tidak ada karya yang sudah selesai untuk bisa dilihat dalam pameran ini.

Pameran yang diselenggarakan oleh CuratorsLAB dan didukung penuh oleh Goethe-Institut dan Galeri Nasional Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan antara lain sebagai bangsa di Asia, apakah kita memiliki pemikiran regional bersama ?. Bagaimana sebuah pameran dan kegiatan berkesenian menciptakan kesempatan diantara jaringan dan kepentingan yang beraneka ragam ?, dan, bagaimanakah sebuah pameran menjadi simulasi dari cara manusia Asia Tenggara bertetangga ?. Bergabunglah bersama dan jadilah bagian dari perjalanan yang ditempuh. MUTUAL UNKNOWN Pameran Seni Eksperimental Seniman Muda Asia Tenggara di Galeri Nasional Indonesia (Gedung A) 3-17 Juni 2017.(nia/tc

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

DIBUTUHKAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK MENYELAMATKAN SITUS KOTA KAPUR

Indonesiadaily.co.id-, Menjadi sorotan masyarakat Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa situs Kota Kapur, terletak ...

TRADISI MAKAN BAJAMBA AKAN TERSAJI DI HARI PERS NASIONAL SUMBAR 2018

Indonesiadaily.co.id-, Makan Bajamba atau juga disebut Makan Barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk ...

KOLABORASI DUA KEMENTERIAN MENGGELAR BUDAYA MARITIM 2017

Indonesiadaily.co.id-, Berkolaborasi melakukan program kerja dengan menjalin kebersamaan dan menggulirkan kreativitas, harapan, visi dan misi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *