Home / BUDAYA / MENGUAK SPIRITUALITAS DAN SIMBOLISME TENUN IKAT SUMBA TIMUR

MENGUAK SPIRITUALITAS DAN SIMBOLISME TENUN IKAT SUMBA TIMUR

Jakarta,-

Sebanyak 55 tenun ikat karya dari kelompok Paluanda Lama Hamu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dilelang  di Museum Mandiri,  di kawasan Kota Tua , Jakarta. Lelang tersebut diprakarsai Yayasan Sekar Sawumg yang berpusat di Bogor, Jawa Barat. Di Sumba Timur, Yayasan Sekar Sawung yang punya misi melestarikan ekosistem alam yang ada, bermitra dengan kelompok Tenun Paluanda Lama Hamu yang berarti Bergandengan Tangan, untuk terus mengembangkan kebudayaan  tenun ikat yang sudah mentradisi  selama berabad-abad dengan menggunakan  pewarna alam.

tenun-sumba-timur-3

Kelompok Paluanda Lama  Hamu ini, Bergandengan Tangan Menuju Arah yang Baik, didirikan oleh ibu Agustina Kahi Atamau  yang akrab disama Mama Dan. Saat ini Paluanda Lama Hamu memiliki anggota 32 orang yang berasal dari Desa Lambanapu dan Desa Maulina tempat kelahiran Mama Dan, Kecamatan Kambara, Sumba Timur.

Selain diadakan lelang, juga digelar pameran karya pengrajin tenun ikat Sumba Timur, sekaligus demo pembuatan tenun yang dilakukan pengrajin dari daerah asal. Memang Pulau Sumba dikenal  dengan produk kain tenun ikat yang berkharisma, teristimewa terdapat di Sumba timur. Tenun ikat asal daerah Sumba timur ini disebut-sebut sebagai yang paling indah dengan warna warnanya yang cerah serta motifnya bercerita tentang kehidupan masyarakat Sumba masa lalu.

tenun-sumba-timur-8

Misal tenun ikat karya Titus Karangu Limu, sebanyak dua lembar berukuran 280 x 105 cm dan 260 x 105 cm yang menceritakan sejarah Sumba sejak kedatangan keluhur. Dua kain Tenun Ikat itu dilelang di Museum Mandiri  ,kawasan Kota Tua, Jakarta, dengan harga masing-masing perlembar seharga 30 s/d 45 juta rupiah.

Dua kain Tenun Ikat karya Titus Karanggu Limu yang menuturkan sejarah Sumba sejak kedatangan leluhur, benar-benar menyiratkan spiritualitas dan simbolisme. Dikisahkan kedatangan leluhur Sumba yang tiba di Tanjung Sasar dengan perahu layar dari Yunan. Leluhur ini mendarat dan kemudian singgah di gua-gua.

Leluhur inipun melakukan aktivitas berburu untuk makan. Sedang kesehariannya menanam padi serta membajak dan jika memasak tentulah dengan periuk dari tanah. Leluhur orang Sumba mengenal agama yang dibawa oleh penjajah bangsa Eropa. Pada zaman penjajahan itu orang-orang Sumba senang mengendarai kuda, sebagai sarana transportasi. Kinipun masih berkuda,  walau masyarakat  mulai menggunakan kendaraan bermotor.

Gambaran semuanya itu ditampilkan dalam dua lembar berukuran besar karya Titus Karanggi Limu dan itulah merupakan simbolisme mengenai gegar budaya yang melanda masyarakat Sumba, juga gambaran spiritualitas yang telah terjadi, bahwa masyarakat Sumba mengenal agama dari penjajah Eropa.

tenun-sumba-timur-6

Catatan, Pulau Sumba terletak di barat daya provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya berjarak sekitar 90 kilometer selatan Pulau Flores, 295 kilometer di sebelah selatan barat daya pulau Timor  dan 1.125 kilometer  di sebelah barat laut Darwin, Australia.

Lelang dan pemeran Tenun Ikat Sumba timur yang diprakasai Yayasan Sekar Kawung ini, berlangsung sukses dan meriah. Apa yang dilakukan segala sesuatunya itu adalah pendorong ekonomi lestari buat masyarakat Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Untuk itu ditunggu acara pameran dan lelang berikutnya, tentunya diselenggarakan di kota lain, tidak semata di Jakarta, supaya masyarakat Indonesia makin tahu di mana letak Pulau Sumba. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

FILM MANDALIKA UNTUK DUNIA

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria S.Pd ...

PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd ...

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *