Home / BUDAYA / MENGEMBALIKAN DUNIA ANAK YANG DIRAMPAS

MENGEMBALIKAN DUNIA ANAK YANG DIRAMPAS

Indonesiadaily.co.id-, Dengan mata berbinar-binar, perasaan begitu bahagia, dan tidaklah disangka-sangka, serta merta datang jauh-jauh dari kota kecil Pinrang, Sulawesi Selatan,  Mutmainna, Pelajar Sekolah Menengah Atas 11, Pinrang, meraih juara pertama lomba penulisan Apresiasi Film Indonesia, Kategori Opini Film.

Melalui tulisannya yang menyentuh dan topiknya kekinian, berjudul ‘Mengembalikan  Dunia Anak yang Dirampas’, Mutmainna menyisihkan artikel peserta lainnya sebanyak 24 artikel yang mengikuti lomba penulisan kategori tersebut.

Hardo Sukoyo

“Pantas menjadi pemenang pertama, lantaran cara pengungkapannya sangat nalar. Apa yang dibahas dalam tulisan Mutmainna itu merupakan kegelisahaan terhadap kondisi anak-anak yang haknya dirampas. Dalam hal ini Mutmainna mewakili dan merasakan dunia anak-anak yang di zaman now penuh tantangan. Opini Mutmainna terasa cerdas, visinya kuat, dan melalui tulisannya itu mencoba melakukan perlawanan. Maka pantaslah menang”, kata Hardo Sukoyo salah satu anggota dewan juri Lomba Penulisan Apresiasi Film Indonesia.

Selain Hardo Sukoyo sebagai anggota dewan juri lainnya ialah Yan Wijaya, Adisurya Abdy,  A. Kasandra Putranto, dan diketuai Tuty Tarwiyah Adi. Lomba Penulisan Apresiasi Film Indonesia ini diselenggarakan Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang melombakan tiga kategori, yakni Kategori Kritik Film, Opini Film dan Kategori Fitur Film.

Untuk kategori kritik film, peminatnya termasuk banyak, ada 141 naskah yang masuk, namun secara umun sebagaimana yang dikemukakan dewan juri Bre Redana dan Remi Silado yang juga Ketua Dewan Juri, “Tulisan kritiknya masih condong ke resensi”.

 

Lomba Penulisan Apresiasi Film Indonesia.

Namun terlepas dari hal itu, lomba penulisan Kritik Film tetaplah ramai diminati tidak hanya dari kalangan jurnalis, tapi akademisi maupun intelektual. Segmen pesertanya pun dari berbagai lintas generasi, malah jurnalis gaek Ipik Tanoyo masuk unggulan, kendati tidak menyabet sebagai pemenang pertama, hanya masuk empat besar.

Menilik minat lomba penulisan Kritik Film, begitu pula kategori lain yang pesertanya melimpah serta antusiasme tinggi, Wina Armada, selaku  Ketua Panitia, menyatakan  bahwa lomba penulisan ini akan dipatenkan.

“Setiap tahun musti diselenggarakan, harus kebih baik, lebih meriah, dan harus dievaluasi. Lomba ini atau anugerah ini tak ubahnya hadiah dari para Kritikus Film, merekalah yang punya gagasan”, ujar Wina Armada yang dalam lomba penulisan kritik film ini didaulat pula sebagai Ketua Kelompok Kerja Kritikus Film.

Senada dengan pernyataan Wina Armada, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman dalam acara penyerahan pemenang lomba penulisan tentang perfilman tersebut di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,  Jakarta, akhir November 2017, menegaskan perihal eksistensi lomba penulisan ini.

Lomba Penulisan Apresiasi Film Indonesia.

“Segalanya harus ditingkatkan. Termasuk dananya, anggaran jelas harus naik. Kritik film itu tidak lain literasi, karena di jaman sekarang ini, disebut pula jaman now, patut diserbarkan, digelorakan, dan ditularkan. Sampai kapanpun kita memerlukan kritik. Tapi dengan kritik kita membangun kebersamaan. Melalui kritik film, ayo kita bangun perfiman Indonesia”, cetus Dr. Maman Wijaya,Kepala Pusat Pengembangan Perfilman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setuju. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

FILM MANDALIKA UNTUK DUNIA

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria S.Pd ...

PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd ...

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *