Home / BUDAYA / MEMORIES OF PERU SELALU DI HATIKU

MEMORIES OF PERU SELALU DI HATIKU

Indonesiadaily.co.id-, Menyebut negara Peru ingatan selalu pada suatu tempat yang menjadi salah satu situs bersejarah dunia, yakni Machu Picchu yang berada 7000 kaki di atas permukaan air dan di antara bukit Andean Mountain Range. Maka jika anda sosok pelancong sejati Machu Picchu wajib dikunjungi sekaligus disambangi, mengingat tempat tersebut bisa dianggap titik awal peradaban dunia.

Memories of Peru

Bisa saja sang pelancong berkeliling ke berbagai negeri, namun tidak sah pabila belum datang ke Machu Picchu yang dijuluki Lost Cities. Situs yang dibangun oleh suku asli Peru yaitu Inca, tidak diketahui keberadaannya sebelum ditemukan di tahun 1911.

Begitu mengunjungi Machu Picchu tentunya bertandang juga ke kota Lima, ibukota negara Peru, pastinya berada di lorong waktu. Dan lorong waktu itulah yang akhirnya menciptakan kenangan yang susah dihapus. Sebagaimana menyaksikan pameran fotografi yang dilangsungkan pada 22 November – 14 Desember 2017 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Memories of Peru

Usai berkeliling menatap satu persatu foto-foto dengan tema Memories of Peru, masih saja terngiang-ngiang pemandangan bersuasana misteri Machu Picchu yang terbagi menjadi tiga bagian agricultural, urban, dan religios. Struktur bangunan Machu Picchu disusun sedemikian rupa agar fungsi dari bangunan ini sendiri dapat menjadi satu kesatuan dengan lingkungan sekitarnya. Machu Picchu, bangunan bangunannya selain ditempati petani dan guru yang letaknya di area terbawah dari situs tersebut, terdapat pula area yang paling penting, yaitu area religious yang berada di puncak bukit dan menghadap ke Urubamba Valley, pada ribuan kaki di bawah Machu Picchu.

“Machu Picchu adalah tempat keabadian. Namun tenggoklah bahwa Peru memiliki sejarah lain dari tahun 1890 -1950 dan hal itu bisa disimak melalui foto. Foto foto dari kurun waktu tersebut memang merepresentasikan bagaimana Peru berkembang”, ujar Duta Besar Peru untuk Indonesia yang baru dilantik Julio Cardenas.

Untuk pertama kalinya Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran fotografi yang diinisiasi Kedutaan Besar Peru untuk Indonesia, tidak luput memajang Machu Picchu yang ikonik. Foto-foto yang dipamerkan adalah hasil karya dari Fotografer Max T. Vargas, Martin Chambi, Charlos and Miguel  Vargas,  Juan Manual Figueroa Aznar  ,Sebastian Rodriguez, Baldomero Alejos dan Walter O. Runcie, perekam ulung yang menorehkan sejarah perjalan Peru. Foto-foto karya mereka sesungguhnya tidak sekardar kenangan, tapi di balik itu betapa Peru berada dalam diriku, dalam hatiku.

Memories of Peru

Geografi Peru memang berada dalam balutan  yang padu hutan Amazon, gletser yang memukau, pegunungan yang megah, dan tandusnya padang pasir. Kebudayaan Peru beragam, dan Peru merupakan salah satu enam negara di dunia yang disebut sebagai tempat lahirnya peradaban berbaur dengan masyarakat Eropa, Afrika, dan Masyarakat Timur.

Semua itu setidaknya terwakili dalam pameran Memories of Peru. Sekali lagi menatap satu persatu foto-foto yang dipajang itu, seperti menyimak pergulatan bangsa Peru yang sesak dengan sejarah penaklukan serta migrasi yang melatar belakangi skenario post colonial. Tidak diingkari elemen tersebut, geografis, social, dan budaya berinteraksi secara kompleks yang terkadang jalannya bertentangan sehingga menghasilkan manifesto budaya yang mengejutkan.

Foto-foto yang dipamerkan menjadi saksi perihal pergulatan yang terjadi di Peru pada kurun waktu 1890-1950. Pada kurun waktu itupun tradisi fotografi masyarakat Peru telah terpelihara. Sekelompok seniman dengan menggunakan kamera, salah satu lambang paling simbolis dan modernitas pada masa itu, yang dengan caranya memotret memahami dan menginterpretasikan negaranya. Berkat foto-foto itu Peru diketahui dan muncul sebagai realitas yang lengkap dan komplet.

Memories of Peru

Keajaiban wilayah Peru, monumen yang megah, adat istiadat leluhur terjalin dengan cita rasa modern. Itulah Peru yang dekat di hati. Peru menjadi demikian dekat. Inilah Memories of Peru, yang pameran fotografinya masih berlangsung, dan beberapa hari lagi usai, sila berkunjung untuk menyimak dan mengenal negara Peru. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

LUDRUK IRAMA BUDAYA HIBUR MASYARAKAT JAKARTA DI BULAN AGUSTUS

Indonesiadaily.co.id-, Nasib kesenian tradisional memang makin memprihatikan, usaha untuk pelestarian terus dilakukan oleh para pelaku ...

MELALUI BIMBINGAN EDUKASI LANGSUNG GALERI NASIONAL LIBATKAN PELAJAR UNTUK MENJADI APRESIATOR SENI TERHEBAT

Indonesiadaily.co.id-, Melakukan kunjungan kepameran seni tengah menjadi fenomena bagi generasi muda perkotaan di Indonesia. Foto ...

SERUPA BUNYI PERAN GALERI NASIONAL INDONESIA DAN PENGUATAN PROGRAM INTERNASIONAL GAMELAN FESTIVAL 2018

Indonesiadaily.co.id-, Program dukungan/sinergi antar lembaga budaya telah dilaksanakan Galeri Nasional Indonesia (GNI) setiap tahun. Dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *