Home / BUDAYA / LUDRUK IRAMA BUDAYA HIBUR MASYARAKAT JAKARTA DI BULAN AGUSTUS

LUDRUK IRAMA BUDAYA HIBUR MASYARAKAT JAKARTA DI BULAN AGUSTUS

Indonesiadaily.co.id-, Nasib kesenian tradisional memang makin memprihatikan, usaha untuk pelestarian terus dilakukan oleh para pelaku Ludruk. Salah satunya dengan pentas Muhibah Ludruk Kebangsaan, Perkumpulan Kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, Surabaya.

Salah satu adegan dalam pentas Ludruk

“Dari kecil saya mencintai kesenian Ludruk, denger musiknya di radio saja saya sudah tahu kalau Ludruk tengah mengudara. Karenanya saya tidak rela kalau Ludruk harus musnah”, ujar Indah Kurnia, Anggota DPR RI komisi 11 ini ketika ditemui di anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah.

Dalam upaya pelestarian Ludruk, Indah yang berlatar belakang seorang penyanyi ini mendukung penuh setiap kegiatan para seniman Ludruk. “Ketika teman-teman mengemukakan keinginannya untuk menggelar pertunjukan di Jakarta. Saya langsung dukung dan mencarikan dana operasionalnya”, tegas Indah Kurnia.

Pada pementasan yang dihelat pada17 Agustus di Taman Mini Indonesia Indah, 18 dan 19 Agustus di Taman Ismail Marzuki gedung Graha Bakti Budaya, Jl.Cikini Raya 73 Jakarta Pusat. Disadari betul oleh para seniman Ludruk, berhadapan dengan penonton yang belum fanatik dengan kesenian Ludruk adalah resiko yang sudah kami pertimbangkan, penjagaan terhadap eksistensi kesenian Ludruk, Inovasi dan Regenerasi yang sudah kami lakukan dan militansi seluruh anggota kiranya modal yang akan kami desakkan kepada penonton di Ibukota RI itu, sebagai sebuah tawaran tentunya.

“Jujur, kami ingin pentas di Istana Presiden, seperti kala Bung Karno memimpin negeri ini, salah satu alasannnya ialah, di era President Joko Widodo, Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan disahkan, tentunya juga bakal dijadikan pedoman untuk melaksanakan pembangunan berkesenian di Nusantara ini untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan seniman”, ujar Prapto Pempek.

Indah Kurnia pun berharap kepada Presiden Joko Widodo, “Kami juga ingin tahu, kira kira apa yang Beliau ketahui tentang kesenian Ludruk ini, yang keberadaannya jauh sebelum Bangsa kita meraih kemerdekaan, dan Kesenian Ludruk saat itu sebagai media efektif dalam mengambil bagian merebut kemerdekaan”, tegas Indah Kurnia.

Dua kisah yang dihadirkan, yakni Cak Durrasim Sang Pahlawan yang digarap berdasarkan pengakuan keluarga alm Cak Durrasim, Guruku tersayang ( BUI ) mengadaptasi naskah lakon karya teatrawan Akhudiat. Lakon yang sangat tepat untuk merespon kondisi bangsa dan Negara saat ini.

Proses menuju pentas di Jakarta ini sangat sangat mengesankan, Responsi dulur-dulur, antara lain Indah Kurnia anggota komisi XI DPR RI, Gunawan Aji Rektor Universitas Sunan Giri Surabaya, dr. ZquifIi dari Bengkel Muda Surabaya, DR. Basuki Babusalam Anggota DPR Provinsi Jatim, Lulu Kurnia Ning Surabaya tahun 93, Senior teater Ragil Surabaya, Aktris Sinetron. DR. Andreas Eno Tirtakusuma, SH,MH. Advokat, Dosen. Eko Patrio, anggota DPR RI. Pakde Prapto Pempek, seniman Ludruk NKRI. Agus Pengampon, Seniman Ludruk arek Pengampon Surabaya, Himpunan Seniman Panggung Wayang Orang & Ketoprak Jakarta, Adhi Budaya. lbu Tri Risma Harini, Walikota Surabaya, Ibu Antik dan Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya, Gus Masduki Toha wakil ketua DPRD Kota Surabaya dan anggota DPRD kota Surabaya, al : Bapak Sutadi, Ibu lembah, Ibu Nining, Ibu Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya.

Para pemain sedang melukan pencegahan

Saat ini di Perkumpulan Kesenian Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara, dalam kondisi cukup Prima, proses ludruk anak-anak dan yang senior berjalan dengan cukup baik, kekompakan semakin meningkat. Kedepan akan diagendakan pentas diluar Taman Hiburan Rakyat, mengisi ruang ruang publik di kota Surabaya dalam rangka memperkokoh posisi kesenian Ludruk sebagai ICON kota Surabaya. Kehadiran Lilik Dwipu, Ayu Ray, Nur Afiah, Sri Wahyuni, Nirmala Puspa, yang memiliki pendidikan formal kesenian adalah ”sesuatu” untuk perkembangan perkumpulan kesenian dan Kota Surabaya tentunya. Loyalitas mereka bertemu dengan militansi para seniman Ludruk senior di Irama Budaya Sinar Nusantara terasa sekali bagai “Tumbu ketemu Tutup” pas, banget, tangan dingin Deden lrawan selaku ketua, Sabil Lugito, Hengky Kusuma, Arie Stiawan, Bu Nur,mak Suwono, Bu Sur, Pakde Puriadi dll, sesuatu sendiri untuk kehidupan di Tobong ini. (mas tb; foto sb)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

MELALUI BIMBINGAN EDUKASI LANGSUNG GALERI NASIONAL LIBATKAN PELAJAR UNTUK MENJADI APRESIATOR SENI TERHEBAT

Indonesiadaily.co.id-, Melakukan kunjungan kepameran seni tengah menjadi fenomena bagi generasi muda perkotaan di Indonesia. Foto ...

SERUPA BUNYI PERAN GALERI NASIONAL INDONESIA DAN PENGUATAN PROGRAM INTERNASIONAL GAMELAN FESTIVAL 2018

Indonesiadaily.co.id-, Program dukungan/sinergi antar lembaga budaya telah dilaksanakan Galeri Nasional Indonesia (GNI) setiap tahun. Dalam ...

KYOTO KIMONO GAKUIN KYOTO HONKO DEMONSTRASIKAN PEMAKAIAN KIMONO DAN YUKATA

Indonesiadaily.co.id-, Ada tata cara khusus memakai Kimono karena itulah pakaian ini hanya dipakai saat perayaan tradisional ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *