Home / BUDAYA / LOMBOK BARAT MENJADI BAGIAN DILAKSANAKANNYA FESTIVAL PRANATA ADAT DAN BUDAYA UNTUK INDONESIA DAMAI

LOMBOK BARAT MENJADI BAGIAN DILAKSANAKANNYA FESTIVAL PRANATA ADAT DAN BUDAYA UNTUK INDONESIA DAMAI

Indonesiadaily.co.id-, Kabupaten Lombok Barat merupakan 1 dari 24 daerah yang menjadi lokus Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTU) Kemendes PDTT dalam bidang penanganan konflik sosial tahun 2019. Kegiatan yang sama telah dilaksanakan sejak bulan Maret hingga Juli adalah Kab. Buru, Nagekeo, Jeneponto, Sumbawa, Parigi Moutong, Malaka, Situbondo, Halmahera Barat, Bima, Seram Bagian Barat, Lombok Tengah, Dompu, dan yang terakhir diadakan yakni di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Hasrul Edyar. S.Sos. MAP Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Ditjen PDTU.

“Rangkaian kegiatan di berbagai wilayah ini sudah digelar oleh Kemendesa PDTT sejak 2015 silam. Kegiatan ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan perdamaian di Indonesia yang berbasiskan pada nilai-nilai keragaman bangsa dan budaya setempat. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial”, ujar Hasrul Edyar. S.Sos. MAP Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Ditjen PDTU.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar acara Penguatan Pranata Adat dan Budaya untuk perdamaian di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan pada kesempatan yang sama Bupati Lombok Barat Bapak H. Fauzan Khalid, S.Ag M.Si sangat mengapresiasi kegiatan Festival Pranata Adat dan Buadaya, serta Forum Perdamaian yang di gelar oleh Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu tersebut. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sangat berterima kasih, karena terpilih menjadi salah satu dari 41 kabupaten yang menjadi lokasi dari direktorat PDPK.

Forum Perdamaian

Hasrul Edyar menyebutkan bahwa, “Saya sangat bangga dengan Pemerintah Daerah Lombok Barat dan masyarakatnya yang hidup rukun, damai bergandengan tangan dalam menjaga perdamaian di Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya, keberhasilan Pemerintah daerah hingga tingkat Desa dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan tergantung kekompakan dan kerja sama seluruh elemen yang ada di daerah”, ujar Direktur PDPK tersebut.

Acara yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 14 s/d 16 Agustus 2019 diawali dengan kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya, yang dilanjutkan pada tanggal 15 Agustus dengan kegiatan Forum Perdamaian yang yang diikuti peserta dari unsur Forkopimda, FKUB, Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Camat, Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Pendamping Desa. Kegiatan yang berlangsung dengan meriah ini mengusung tema Adat dan Budaya Desa Membangun Perdamaian Indonesia.

“Kabupaten yang luar biasa, karena masyarakatnya walaupun berbeda suku agama dan ras tetapi bersatu hidup dalam kedamaian dan ketentraman dengan adat yang tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari, kami yakin Lombok Barat bisa menjadi barometer Indonesia sebagai kabupaten yang damai.  Kami lihat luar biasa hebat kerukunan Antar Umat Beragama di Lombok Barat”, imbuh Hasrul Edyar.

Penandatanganan Forum Perdamaian

Melalui kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya Untuk Perdamaian dan Forum Perdamaian ini diharapkan dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali Forum Diskusi Desa untuk mewujudkan ketahanan sosial maupun ketahanan ekonomi di level terbawah dan mewujudkan Lombok Barat yang Patut, Patuh, dan Patju. Selain itu melalui kegiatan Festival Adat dan Budaya diharapkan melalui rangkaian kegiatanya akan mempererat Kohesi Sosial pada akar rumput masyarakat untuk merawat dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian.

“Dalam Forum Perdamaian semua peserta berdiskusi bersama dengan metode analisa konflik untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab konflik dan sumber utamanya, yang kemudian hasilnya akan dirumuskan bersama untuk melakukan pencegahan dan berbagai langkah tindakan preventif lain untuk penghentian potensi konflik”, ujar Hasrul Edyar.

Fauzan Khalid pun menyampaikan saat ini pemerintah kabupaten Lombok Barat sedang membahas Peraturan Bupati tentang rencana Bale Mediasi yang inti dari peraturan ini berisi tentang penyelesaian konflik sosial di tengah masyarakat seperti di desa atau kelurahan tanpa melalui proses pengadilan, cukup dengan perdamaian antar kedua belah pihak dengan berita acara yg di fasilitasi oleh mediator yg ditunjuk oleh pemerintah daerah dan mempunyai sertifikasi, kemudian di kuatkan dengan akte perdamaian di pengadilan negeri setelah di hadirkan kedua belah pihak.

Diskusi Forum Perdamaian

“Kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabupaten Lombok Barat diisi dengan berbagai kegiatan, seperti ritual Sorong Serah Aji Krame, Tari Peresean, Tari Perang Topat, Rebaq Jangkih. Selain itu juga dilakukan Ikrar Perdamaian yang dilakukan oleh seluruh tamu yang hadir di Festival Pranata Adat dan Budaya, serta pameran produk unggulan masyarakat Kabupaten Lombok Barat”, pungkas H. Fauzan Khalid. (teguh; foto ist)

Bagikan :

About admin

Check Also

KEJAR PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI TIDAK LUPA BUDAYA BANGSA PERMIAS PHILADELPHIA BIKIN WORKSHOP JAMU

Indonesiadaily.co.id-, Jamu yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah seharusnya dilestarikan, karena merupakan ...

DARI KONSER A TRIBUTE TO INDONESIA EKSPRESI, APRESIASI, KREASI, DAN HARMONI YANG DI INTEGRASIKAN

Indonesiadaily.co.id-, Musik memiliki tempat signifikan dalam budaya dunia. Memiliki kapasitas menyeberangi batas-batas sosial dan budaya. ...

KOMUNITAS TARI TETAP TUMBUH DAN MENJADI SALAH SATU ALTERNATIF PENGEMBANGAN SENI DI INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Meski gempuran tarian asing merangsek dikalangan milenial, namun komunitas tari tetap tumbuh subur. Tumbuhnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *