Home / BUDAYA / KRIDHA DHARI CANANGKAN SELASA BERKEBAYA DI MRT JAKARTA UNTUK PERKENALKAN KEMBALI BUSANA INDONESIA

KRIDHA DHARI CANANGKAN SELASA BERKEBAYA DI MRT JAKARTA UNTUK PERKENALKAN KEMBALI BUSANA INDONESIA

Indonesiadaily.co.id-, Dicetuskannya budaya Selasa Berkebaya oleh Kridha Dhari karena ingin mengembalikan kembali jati diri bangsa yang saat ini ada beberapa indikasi yang mengarahkan kepada pakaian yang bukan asli budaya Indonesia. Dengan adanya Selasa berkebaya, komunitas Kridha Dhari mencoba mengajak kembali bahwa pakaian kebaya adalah identitas diri wanita Indonesia.

Prescilla Estevina T salah satu penggagas komunitas Kridha Dhari

“Mari kita ajak memperkenalkan kembali busana Indonesia. Ke depannya kita terus menyatukan, mencari para pelaku komunitas budaya lain supaya apa yang kita lakukan ini bisa diaplikasikan ke daearah-daerah lain. Agar kita bisa bersinergi yang tentunya kita punya kebudayaan yang memang tentunya budaya itu sangat kaya dan perlu diperhatikan, agar para pelaku budaya di daerah bisa sejahtera dan bisa memahami bahwa budaya itu juga merupakan asset”, papar Prescilla Estevina T salah satu penggagas komunitas Kridha Dhari di Jakarta, pada Selasa (25/6).

Komunitas Kridha Dhari yang terdiri dari beberapa perempuan berbudaya berinisiatif dengan mencanangkan gerakan Selasa Berkebaya dengan berkumpul di stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Komunitas yang berdiri mulai bulan Februari 2019 ini adalah sebuah wadah yang ingin menyatukan seluruh komunitas atau pelaku budaya di dalam satu wadah. Dengan harapan dapat bersinergi dengan seluruh pelaku budaya di Indonesia dan bersama-sama saling mempromosikan budaya Indonesia ini bisa semakin kuat rasa persatuannya.

Kridha Dhari yang beranggotakan lebih dari 50 wanita berbudaya

“Saat ini Kridha Dhari adalah tempat untuk menjalin networking serta bisa membantu publikasi disetiap media-media digital KridhaDhari dan program program KridhaDhari”, kata wanita yang akrab dipanggil Chilla ini.

Kridha Dhari yang beranggotakan lebih dari 50 wanita berbudaya ini juga menggandeng komunitas Perempuan Berkebaya yang bersama-sama menggaungkan Indonesia berkebaya. Dengan adanya gerakan Selasa Berkebaya, Kridha Dhari sekaligus juga ingin mengembalikan kembali bahwa wajib mencintai agama tetapi kita harus pisahkan apa yang menjadi budaya Indonesia.

“Jika ditarik kebelakang, sejarah Indonesia justru sebelum masuk agama Islam justru kebaya dicetuskan oleh para pemuka agama Islam dengan tampilan yang lebih tertutup yang kita kenakan saat ini,” tambah Chilla.

Kali ini gerakan Selasa Berkebaya dipilih dengan mengambil lokasi di stasiun MRT Dukuh Atas, selain memperkenalkan gerakan ini kepada masyarakat luar, lokasi ini juga dianggap cocok karena stasiun Dukuh Atas merupakan lintas 3 lokasi di Jakarta sekaligus mengajak masyarakat bahwa harus sudah mulai beralih ke jenis transportasi yang dirasakan sangat nyaman saat ini.

Komunitas Kridha Dhari berkebaya di salah satu stasiun MRT

“Ini kedua kalinya kami canangkan Selasa Berkebaya dan memperkenalkan kembali ini lho pakaian kita…, yuk kita coba kembalikan jati diri bangsa kita. Situasi saat ini ada yang mengarahkan pakaian dengan dikaitkan agama tertentu, padahal di Indonesia kan ada 5 agama. Itu salah satu alasannya kami canangkan Selasa Berkebaya”, pungkas Chilla. (yl; foto dw)

Bagikan :

About admin

Check Also

FESTIVAL PRANATA ADAT DAN BUDAYA UNTUK PERDAMAIAN DI JAILOLO TUMBUH KEMBANGKAN KECINTAAN RAGAM BUDAYA DALAM BHINEKA TUNGGAL IKA

Indonesiadaily.co.id-, Kabupaten Halmahera Barat 1 dari 24 kabupaten daerah tertinggal yang menjadi lokus Kemendes PDTT ...

FORUM SILAHTURAHMI KERATON NUSANTARA GELAR HALBIL & SEMINAR DI JAKARTA

Indonesiadaily.co.id-, Keraton diharapkan bisa membangun karakter anak bangsa, untuk lebih menajamkan hal tersebut tidak kurang ...

FESTIVAL PRANATA ADAT DAN FORUM PERDAMAIN DIGELAR KEMENDESA DI SITUBONDO UNTUK KUATKAN PERDAMAIAN MASYARAKAT AKAR RUMPUT

Indonesiadaily.co.id-, Sekitar 4000 peserta dari berbagai kelompok masyarakat desa di Kabupaten Situbondo turut hadir meramaikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *