Home / BUDAYA / KOLABORASI DUA KEMENTERIAN MENGGELAR BUDAYA MARITIM 2017

KOLABORASI DUA KEMENTERIAN MENGGELAR BUDAYA MARITIM 2017

Indonesiadaily.co.id-, Berkolaborasi melakukan program kerja dengan menjalin kebersamaan dan menggulirkan kreativitas, harapan, visi dan misi yang semuanya itu untuk masa depan yang bakal dilalui dan dijalani kaum muda zaman now dalam menjaga kekayaan laut dan kelestariannya.

Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017

Dua kementerian  yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Koordinatar Bidang Kemaritiman berkolaborasi menorehkan langkah nyata membuat Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017. Kedua festival itu mendapat simpati yang luar biasa, terbukti diikuti peserta yang tidak hanya dari para pekerja film profesional, malah ada peserta awan yang berasal dari pelajar Sekolah Dasar. Sekedar membuka data, peserta kompetisi kategori Film Pendek Kemaritiman diikuti hampir 500 karya yang peminatnya dari penjuru Nusantara.

Menariknya adalah salah satu peserta dan masuk finalis (10 finalis)karya Sekolah Dasar An Nisa, Pondok Aren, Banten, diberi judul Cita Citaku. Film pendek ini menceritakan tentang anak-anak yang bermimpi dan bercita-cita menjadi pemimpin yang bisa berkontribusi untuk menjaga serta membersihkan laut yang penuh dengan sampah.

Menyimak film pendek karya pelajar Sekolah Dasar An Nisa Pondok Aren, Banten ini betul-betul menyentak. Dan semua pihak, tentu juri yang piawai dalam bidangnya, terkesima. Kendati tidak menang, namun film pendek bertajuk Cita-Citaku ini sudah merasuk kalbu bagi pembuat yang dikerjakan secara tim. Artinya pelajar Sekolah Dasar itu menyadari bahwa laut Indonesia menyimpan kekayaan melimpah, tapi sekarang keadaannya penuh sampah. Artinya misi yang ingin disampaikan dalam kolaborasi bareng dua kementerian mencapai sasaran. Seperti diketahui laut kita, laut Indonesia, tidak ubahnya bukan laut kita, lantaran kekayaan yang kita punyai dijarah negara lain, jadi kita memang perlu pemimpin yang peduli laut. Bukankah kita bangsa bahari ?.

Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017

Tidak diingkari selama ini masyarakat merasa bising dengan slogan maupun jargon yang didengung-dengungkan dan bergema keras, bahwa Indonesia bangsa pelaut, nenek moyangku ialah pelaut ulung, kita bangsa bahari yang mampu mengarungi sudut-sudut laut dunia, tetapi kenyataannya kita tidak mampu mengolah laut dengan tangan kita sendiri. Tangan negara lain yang menjarahnya. Justru kita malah menelantarkan laut yang di depan mata terlihat betapa kekayaan laut kita melimpah ruah.

Para pemenang Film Pendek Kemaritiman, peraih juara satu, dua, dan tiga, menyiratkan dan membeberkan segala permasalahan kelautan dengan jujur dan terbuka, perihal pentingnya mengeksplorasi laut untuk rakyat, berdaulat dalam menjaga laut serta melestarikanya. Peraih pertama ketegori Filn Pendek  Kemaritiman bertajuk Kalase karya Arch Screenplay dari Ternate, Maluku Utara, menceritakan Andi, seorang nelayan pengguna kalase terpaksa beroperasi karena adanya larangan pemerintah. Andi tidak lagi memakai kalase. Akibatnya Andi menjadi pengangguran dan anaknya berhenti sekolah.Karena masalah situasi itu, terutama menyangkut keuangan, mendorong Andi melakukan pelanggaran dengan beroperasi kembali menggunakan kalase.

Kalase memang pantas diganjar sebagai pemenang pertama. Demikian juga dengan juara kedua yakni Indonesia, A Maritim Heaven in the Equator karya M. Yusuf Fadhilah Nasution yang menyajikan betapa indah dan kayanya laut Indonesia.

Tidak kalah menariknya juara tiga Film Pendek Kemaritiman, ialah Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Badul karya Herman Mancil Harsoyo, Pandeglang, Banten. Film pendek itu menceritakan masyarakat kampung wisata Paniis di Pandeglang Banten  terumbu karang dengan bimbingan WWF. Manfaat menanam terumbu karang, berarti terangkatnya ekonomi masyarakat, serta datangnya wisatawan yang ingin menikmati indahnya terumbu karang tetsebut.

Festival Film Pendek Kemaritiman dan Festival Film Dokumenter Pelajar 2017

“Sebagai salah satu media komunikasi massa, film punya peran penting bagi pengembangan strategi budaya, peningkatan, dan ketahanan nasional. Juga untuk sarana pencerdasan, selain untuk pengembangan potensi diri serta pembinaan akhlak. Oya tentang sampah, saya menyaksikan sendiri di perairan Lampung sampah menumpuk. Dalam waktu seminggu saja sampahnya sudah menggunung. Laut kita tidak didiami ikan, jadinya laut sampah”, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy, dalam sambutan Malam Anugerah Budaya Maritim Indonesia 2017 di Jakarta awal Desember 2017.

Malam Anugerah Budaya Maritim Indonesia 2017, kolaborasi dua kementerian yang saling bergandengan sehati itu benar-benar mencapai sasaran. Sebagai peristiwa festival film patut disambut suka cita.

“Media film pendek dan dokumenter ini dapat menjadi saluran pengingat budaya maritim. Selama ini kita dijejali film dokumenter dari luar. Masa kita tidak bisa membuat  film dokumenter  sendiri”, ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia,  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kematiriman Safri Burhanuddin kepada Indonesiadaily, di Jakarta pada acara Malam Anugerah  Budaya Maritim Indonesia 2017. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

DIBUTUHKAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK MENYELAMATKAN SITUS KOTA KAPUR

Indonesiadaily.co.id-, Menjadi sorotan masyarakat Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa situs Kota Kapur, terletak ...

TRADISI MAKAN BAJAMBA AKAN TERSAJI DI HARI PERS NASIONAL SUMBAR 2018

Indonesiadaily.co.id-, Makan Bajamba atau juga disebut Makan Barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk ...

DIALOG ARTISTIK INDONESIA – MEKSIKO MAKIN DEKAT DAN BERSAHABAT

Indonesiadaily.co.id-, Suatu ketika beberapa tahun yang lalu Indonesiadaily bersama kru stasiun televise swasta berada di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *