Home / BUDAYA / FILM MANDALIKA UNTUK DUNIA

FILM MANDALIKA UNTUK DUNIA

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria S.Pd M.Pd terus berinovasi untuk melestarikan budaya dan tradisi. Termasuk untuk melestarikan legenda Putri Mandalika dalam bentuk film. Sebab legenda itu punya banyak makna dan nilai luhur yang dianut oleh Masyarakat Bumi Sasak.

Bau Nyale

Putri Mandalika erat kaitannya dengan tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing nyale. Cacing itu dipercaya sebagai perwujudan dari Putri Mandalika. Dalam Tradisi Bau Nyale, ribuan orang menangkap cacing laut di sepanjang pantai Pulau Lombok. Cacing-cacing laut ini dikenal dengan sebutan nyale, yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Mandalika dikenal sebagai putri cantik yang memilih menceburkan diri ke laut lepas, menghindari peperangan antar pangeran yang memperebutkan dirinya.

“Ia adalah putri seorang raja di Lombok yang terkenal kecantikannya baik paras maupun budi pekertinya, sehingga banyak putra mahkota, pemuda-pemuda yang ingin menyuntingnya”, tutur Putria.

Setiap tanggal 20, bulan 10, penanggalan Suku Sasak, ribuan orang berkumpul di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merayakan tradisi Bau Nyale. “Setiap tahunnya masyarakat melakukan ritual Bau Nyale, puluhan ribu, ratusan ribu orang datang dan hadir dimana mereka membutuhkan penginapan, transportasi, akomodasi, kuliner, ini membuat ekonomi rakyat bergerak dan berputar,” tambah Putria.

Pantai di Pulau Lombok memang sudah dikenal dengan keindahannya. Salah satunya telah ditetapkan sebagai Nama itu persis dengan pernah mendengar nama pantai elok di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah. Bukan rahasia lagi, pantai itu terkenal dengan keindahan pemandangan dan keindahan narasi legenda. Keindahan itu tentu pernah didengar, meski bagi yang belum pernah menjejak Lombok Tengah.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat. Berada di lahan seluas 1.034 hektar, KEK Mandalika memiliki lokasi yang sangat strategis untuk dijangkau.

H. Lalu Moh Putria S.Pd M.Pd

“Kebetulan di Lombok Tengah ada kawasan Mandalika yang kebetulan telah ditetapkan sebagai KEK Mandalika, dan di daerah itu ada ritual yang dilakukan oleh masyarakat setiap tahunnya yaitu Bau Nyale yang berawal dari Legenda Putri Mandalika”, terang Putria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Agung Raja Sultan Indonesia wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut Putria, Bau Nyale sekarang sudah ditetapkan sebagai salah satu kalender kegiatan nasional yakni Bulan Pesona Bau Nyale. Tradisi itu itu ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi perekonomian rakyat. Puluhan miliar rupiah bergerak dalam rangka menyambut kedatangan Putri Mandalika. “Lebih-lebih bulan Pesona Bau Nyale sudah ditetapkan sebagai salah satu warisan tradisi budaya dunia,” tegas Putria.

Masyarakat yang datang tidak hanya puluhan ribu, bahkan ratusan ribu. Mereka mendatangi tepian panti bukan sekedar datang hanya untuk mendapatkan nyale, tetapi mereka datang untuk menyambut kehadiran Putri Mandalika yang menjadi figur sentral dari masyarakat bumi sasak nusantara. Bau Nyale sangat perlu diperkenalkan kepada masyarakat dunia sebagai salah satu ritual budaya yang layak untuk dilestarikan.

Oleh karenanya, Putria berpendapat apabila tidak dilestarikan, Bau Nyale akan dilupakan dan cepat punah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dokumentasi dengan pembuatan film. Upaya itu dilakukan dalam rangka melestarikan prosesi upacara Bau Nyale. Sekaligus untuk memperkenalkannya kepada masyarakat dunia.

Putria Sang Penjaga Budaya Lombok Tengah

“Karena memang Bau Nyale ini sudah menjadi kalender salah satu event dunia, kalau bisa didokumentasikan, difilmkan akan boomming akan mewujudkan apa yang di janjikan Putri Mandalika, yaitu sentral masyarakat bumi sasak”, pungkas Putria. (nia; foto ptk/humas loteng)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

DUNIA KOMIK MENJADI DUNIA UNGKAPAN

Indonesiadaily.co.id-, Komik sejatinya memang bukan untuk dipamerkan namun untuk dicetak, diterbitkan dan dibaca. Pameran komik ...

TEATER WAYANG ORANG INDONESIA PERSEMBAHKAN ADILUHUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI

Indonesiadaily.co.id-, Menjaga eksistensi kesenian tradisional seperti wayang orang ditengah era digital bukan perkara gampang.  Karenanya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *