Home / BUDAYA / FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA UNTUK PERDAMAIAN DIKABUPATEN ENDE MEMOTIVASI DALAM MEMBANGUNAN BANGSA DAN DAERAH

FESTIVAL ADAT DAN BUDAYA UNTUK PERDAMAIAN DIKABUPATEN ENDE MEMOTIVASI DALAM MEMBANGUNAN BANGSA DAN DAERAH

Indonesiadaily.co.id-, Parade Busana Nusantara yang menandai pembukaan Festival Adat dan Budaya Untuk Perdamaian yang bertujuan memperkenalkan Busana Tradisional Daerah Ende dan Nusantara kepada masyarakat khususnya generasi muda sebagai salah satu adikarya. Dalam realitasnya busana tradisional seiring waktu mulai terpinggirkan oleh busana modern yang mulai mendominasi dalam berbagai urusan/kepentingan yang terkait dengan sikap dan pandangan masyarakat modern yang serba instan dan praktis.

 Soegito S.sos, MH Sesditjen Pengembangan Daerah Tertentu, dan Wakapolres Ende,

“Keragaman budaya lewat busana daerah, yang memiliki keindahan corak, warna dan bentuk merupakan modal bagi daerah dalam menjalin persatuan dan kebersamaan dalam perbedaaan. Keragaman budaya membuat masyarakat saling melengkapi untuk memotivasi dalam membangun bangsa dan daerah”, kata Wakil bupati ende yang menyampaikan secara tertulis dan  dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Gerson Duka pada acara pembukaan di Kabupaten Ende, Selasa (6/8).

Festival Adat dan Budaya Untuk Perdamaian yang di rangakai didalamnya acara Parade Busana Nusantara diselenggrakan oleh Kemendesa, PDT dan Transmigrasi di Kabupaten Ende. Parade yang di laksanakan bertempat di depan situs bersejarah rumah pengasingan presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Kecamatan Ende Selatan, pada acara pembukaan DIHADIRI OLEH Pejabat dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Soegito S.sos, MH Sesditjen Pengembangan Daerah Tertentu, Dandim 1602 Ende, Wakapolres Ende, dan Pimpinan SKPD.

Teguh dan peserta Festival Adat dan Budaya Untuk Perdamaian

Merupakan tugas bersama khususnya Generasi muda untuk terus melestarikan busana tradisional, karena busana tradisional adalah memahami sebuah identitas dari suatu komunitas budaya yang pernah ada dan tetap eksis dalam kehidupan. Bentuknya yang khas dengan wujud dan makna bernuasa simbolik merupakan totalitas dari pesan moral dan kearifan tradisi yang ingin diwariskan, karena busana tradisonal sejatinya merupakan totalitas dari potpet kehidupan dan identitas suatu komunitas budaya.

Puncak acara Festival Pranata Adat dan Budaya yang di laksanakan pada malam hari akan di isi oleh beragam pementasan seni tradisional, doa lintas agama, serta pembacaan dekalarasi damai. Dan kegiatan akan di buka oleh  Soegito S.sos, MH Sesditjen PDTU kemendesa PDT dan Transmigrasi.

Dengan kegiatan Parade Busana Nusantara mencerminkan adanya keanekaragaman, adanya solidaritas yang dibangun, dan toleransi yang dikembangkan. Karakter dasar ini telah ada dalam setiap etnis pada setiap komunitas di Kabupaten Ende yang telah terbukti mampu di jaga, di pelihara, dan dikembangkan. Dan ini telah ada dalam setiap etnis pada setiap komunitas di Kabupaten Ende yang telah terbukti mampu di jaga, di pelihara, dan dikembangkan demi terwujudnya hidup bersama dari waktu ke waktu.

Peserta Parade Busana Nusantara di Festival Adat dan Budaya Untuk Perdamaian

“Dengan penyelenggaraan Paraede Busana Nusantara 2019 ini merupakan salah satu cara mewujudkan Visi Kabupaten Ende untuk mewujudkan karakteristik Kabupaten Ende, dengan membangun dari desa dan kelurahan. Kegiatan yang di buka pada pukul 16.00 wita di ikuti 3000 warga, di awali dengan pelepasan balon udara kemudian dilanjutkan dengan kirab sejauh 1 km yang finishnya di depan lapangan Pancasila kota Ende”, pungkas Gerson Duka. (teguh; foto ist)

Bagikan :

About admin

Check Also

LOMBOK BARAT MENJADI BAGIAN DILAKSANAKANNYA FESTIVAL PRANATA ADAT DAN BUDAYA UNTUK INDONESIA DAMAI

Indonesiadaily.co.id-, Kabupaten Lombok Barat merupakan 1 dari 24 daerah yang menjadi lokus Direktorat Jenderal Pengembangan ...

GONG PACEK DITAMPILKAN SAAT BULELENG FESTIVAL 2019 SEBAGAI MOMENTUM KEMBALIKAN KEJAYAAN

Indonesiadaily.co.id-, Shining Buleleng atau yang memiliki makna Buleleng bersinar menjadi tema pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) ...

RANGKAIAN FESTIVAL PERDAMAIAN ADAT DAN BUDAYA DESA MEMBANGUN INDONESIA GUNCANG PRAYA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Negeri 1000 masjid tepatnya di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *