Home / BUDAYA / DUNIA KOMIK MENJADI DUNIA UNGKAPAN

DUNIA KOMIK MENJADI DUNIA UNGKAPAN

Indonesiadaily.co.id-, Komik sejatinya memang bukan untuk dipamerkan namun untuk dicetak, diterbitkan dan dibaca. Pameran komik yang biasanya dilakukan, umumnya hanya bersifat penyampaian informasi, memamerkan arsip seperti yang dilakukan museum komik atau pameran industry buku komik. Disisi lain banyak perdebatan tentang apakah komik itu (cabang) seni rupa ?, apakah komik bisa dianggap sebagai sastra ?, apakah komik itu seni yang serius?. Ketika artwork komik dilepas dari system produksi komik, apakah menjadi ‘karyaseni’?.

Salah Satu Karya Komik

Perjalanan komik Indonesia yang dalam perkembangannya disebut dengan istilah CerGam dimulai sejak tahun 1920-an. Dari perjalanan Gramatika CerGam yang sudah dikembangkan selama hamper 100 tahun itu, mulai dari bahasa, pencarian gaya gambar yang dipengaruhi banyak hal, teknik kartun, teknik penyusunan panel, cara menghubungkan teks tulisan dengan gambar, teknik penceritaan, budaya masyarakat, semua merupakan modal budaya yang akan memperkaya CerGam kita ke depan.

Pada perkembangan seni rupa kontomporer muncul kecenderungan mengangkat komik menjadi media ungkapan yang menunjukkan gejala ‘artification’ (men-senikan) komik yang fenomenal karena sebelumnya komik selalu dianggap bukan seni. Segera menjadi pertanyaan, apakah ada standar-standar artistic baru yang mendasari ratification ini ?.

Komik punya standar-standar artistik sendiri di dunia komik yang tidak pernah mempersoalkan apakah standar-standar artistik ini bisa dikategorikan seni atau bukan. Persoalan apakah komik bisa disebut seni atau bukan muncul di dunia seni rupa. Pangkalnya adalah pemikiran tentang standar-standar artistik yang merendahkan komik dan karena itu melihat komik bukan seni.

Karya Komik Di Pamerkan Di Galeri Nasional Indonesia

Pameran Dunia Komik di Galeri Nasional Indonesia yang berlangsung pada 2 s/d 18 April 2018, adalah sebuah kerkah (rupture) dalam ranah kelembagaan seni rupa kontemporer Indonesia. Setidaknya, fakta bahwa sebuah pameran dan kulasa (award) yang lazimnya diberikan pada karya-karya seni rupa kontemporer kini dialihkan dan difokuskan pada seni komik adalah sebuah laku dan pernyataan unik bahwa seni komik setara belaka dengan seni rupa kontemporer. (nia; foto zuky)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd ...

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

TEATER WAYANG ORANG INDONESIA PERSEMBAHKAN ADILUHUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI

Indonesiadaily.co.id-, Menjaga eksistensi kesenian tradisional seperti wayang orang ditengah era digital bukan perkara gampang.  Karenanya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *