Home / BUDAYA / DIBUTUHKAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK MENYELAMATKAN SITUS KOTA KAPUR

DIBUTUHKAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK MENYELAMATKAN SITUS KOTA KAPUR

Indonesiadaily.co.id-, Menjadi sorotan masyarakat Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa situs Kota Kapur, terletak di desa Kota Kapur,  Kecamatan Mendobarat, Kabupaten, dijarah penambang timah ilegal alias liar. Kondisi di situs tersebut sungguh sangat memprihatikan kondisinya, setidaknya perlu sosialisasi yang terus menerus digencarkan, untuk menyadarkan masyarakat mengenai arti pentingnya cagar budaya, apalagi dikaitkan dengan visi membangun pariwisata berkelanjutan maupun berkesinambungan.

Prasasti Kota Kapur

Mereka yang peduli terhadap situs Kota Kapur memang mengharapkan sekali pemangku kepentingan untuk turun tangan. Alih-alih jika dibiarkan kondisi situs Kota Kapur semakin koyak. Pengamatan lapangan Indonesiadaily di sana menyaksikan puluhan anak ikut menambang di lokasi galian timah. Mereka tampak asyik menambang timah untuk mengisi waktu liburan agar bisa nendapatkan uang. Anak-anak itu ada yang diajak orangtua maupun sekadar ikut-ikutan.

Bagaimanapun situs Kota Kapur memiliki arti penting bagi perkembangan sejarah Pulau Bangka, apabila dikaitkan dengan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7. Saat kejayaan kedatuan Sriwijaya, Selat Bangka, dan sekitarnya merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang ramai. Pulau Bangka  menjadi  simpang tiga jalan pelayaran antara Indonesia, Tiongkok, dan India.

Menyusuri sejarah Pulau Bangka yang sarat makna ke Indonesiaan itu, maka wajar dan lumrah serta semestinya apabila situs Kota Kapur diselamatkan dari penambang timah liar. Pemangku kepentingan harus menghentikan penambangan. Apa yang dilakukan penambang jelas melanggar undang-undang dan peraturan daerah. Tetapi masalah itu, tidak ada artinya jika tak memperoleh kekuatan hukum terhadap peninggalan budaya dan sejarah yang mendapat pengakuan dalam UUD 45. Jadi dalam perkara ini, demi menyelamatkan situs Kota Kapur dari penjarahan penambang timah ilegal, dibutuhkan kepastian hukum yang tegas.

Situs Kota Kapur memang begitu luas, hampir 300 hektar yang tentu di area tersebut banyak sekali tinggalan purbakala maupun sejarah dan jika dihitung nilainya tidak ternilai, karena menyangkut sejarah peradaban Pulau Bangka.

Situs Kota Kapur

Penjarahan situs Kota Kapur mulai terjadi pada pertengahan tahun 2017 dan kini sudah mereda. Lokasi penjarahan antara daratan dan Sungai Menduk yang masih berada di dalam area situs Kota Kapur. Lokasi penjarahan itu diduga bekas penambangan timah lama, sebab terlihat dari ciri khas tanah berpasir rata memanjang dari sumber air wilayah Kupang sampai Lubuk Lesung. Di area penambangan liar itu setelah dijarah, ditemukan serpihan gerabah kuno berserakan, manic-manik kecil dan batu bata unik yang bisa jadi reruntuhan candi atau tempat pemujaan.

Temuan-temuan itu kiranya mesti diteliti dengan rinci, sehingga dengan demikian akan diketahui apakah lokasi tempat penjarahan itu terlarang untuk tambang itu. Terlepas dari persoalan tersebut, sudah sejatinya situs Kota Kapur diselamatkan dari penambangan ilegal. Pasalnya di dalam area situs Kota Kapur menyimpan sejarah peradaban Bangka Belitung yang perlu sekali diketahui, tidak hanya masyarakat Kepulauan Bangka Belitung, tapi warga Indonesia, lebih-lebih wilayah kepulauan Bangka Belitung kini menggadang-gadang pendapatan daerahnya dari sektor pariwisata. Jadi tepatlah beralih dari pencarian timpah menuju sektor pariwisata. (snm; foto istw)

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

PUTRIA SANG PENJAGA BUDAYA LOMBOK TENGAH

Indonesiadaily.co.id-, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Moh Putria, S.Pd, M.Pd ...

UPACARA MATTOMPANG ARAJANG RANGKAI PERAYAAN HARI JADI BONE KE 688

Indonesiadaily.co.id-, Upacara adat Mattompang Arajang di gelar dalam rangka HUT ke-688 Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi ...

DUNIA KOMIK MENJADI DUNIA UNGKAPAN

Indonesiadaily.co.id-, Komik sejatinya memang bukan untuk dipamerkan namun untuk dicetak, diterbitkan dan dibaca. Pameran komik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *