Home / BUDAYA / DIALOG ARTISTIK INDONESIA – MEKSIKO MAKIN DEKAT DAN BERSAHABAT

DIALOG ARTISTIK INDONESIA – MEKSIKO MAKIN DEKAT DAN BERSAHABAT

Indonesiadaily.co.id-, Suatu ketika beberapa tahun yang lalu Indonesiadaily bersama kru stasiun televise swasta berada di Tijuana, sebuah kota yang berbatasan langsung dengan negera adidaya Amerika Serikat. Kami datang di kota Tijuana jam 10-an waktu setempat yang beberapa jam kemudian setelah memanjakan perut di pagi hari, berkeliling kota yang ditemani pemadu wisata jempolan. Paling tidak pemadu wisata ini, mengerti tentang keinginan kami, lantaran kami melakukan syuting untuk membuat program jalan-jalan. Program wisata yang kebetulan melancong ke kota Tijuana, Meksiko.

Geograhies Mexico

Pemadu wisata itu mengetahui tentang negeri Indonesia, walaupun sekilas pandang. Namun yang paling diketahui dan dikenal oleh pemandu wisata ini adalah Bung Karno. Baginya Bung Karno merupakan sosok heroik yang dengan gagah berani mengusir penjajah,sehingga pantas menjadi pemimpin bangsa. Mendengar celotehan pemandu wisata di tengah suasana syuting mengenai Bung Karno, kami tersenyum mangut-mangut dengan perasaan bahagia. Jelas suasana yang terjalin penuh keakraban, persahabatan tulus yang tiba-tiba terjadi begitu saja.

Cuaca kota Tijuana ketika itu cerah dipertengahan bulan Desember, udara laut terasa sekali, sejuk, sedikit basah, dan udara semilir lembut, membuat kami nyaman bekerja. Syuting berjalan lancar, tidak ada kendala. Sementara pemandu kami bercerita tentang indahnya Teluk California,  padang Kaktus dan kota Chihuahua yang menurut pemandu itu menarik untuk disinggahi. Kami tidak sempat melihat padang Kaktus dan singgah di kota Chihuahua, mengingat waktu yang singkat. Kami sempat mengunjungi suatu tempat yang mengingatkan Jalan Surabaya, Jakarta, yaitu tempat belanja benda antik dan sovenir. Topi-topi khas Meksiko yang seperti dilihat di film koboi, banyak dijual. Juga benda kerajinan tradisional pun dijajakan,dan ingatan langsung pada benda kerajinan buatan Bali. Kemiripan benda kerajinan tersebut jelas bukan disengaja, mengingat jarak tempuh dan waktu Tijuana dengan Denpasar, Bali cukup jauh, sampai 25 jam apabila naik pesawat udara.

Kami tidak lama di tempat yang menyerupai di Jalan Surabaya, Jakarta itu, tapi merasakan adanya dialog artistik  yang akrab, walau berada di sudut kota Tijuana, Meksiko, dengan menatap benda-benda kerajinan yang dijajakan oleh pedagang sovenir di kota yang paling dekat negara Amerika Serikat.

Geographies

Saat senja turun, kami meninggalkan Tijuana dengan suasana teduh serta gerimis mulai berjatuhan. Dan dalam suasana gerimis pula Indonesiadaily menikmati karya seni dari empat seniman kenamaan Meksiko di Galeri Nasional Indonesia. Keempat seniman Meksiko, saat ini yang namanya dikenal luas di negerinya adalah Enrique Rosas (Seni Digital), Alfredo de Stefano (Fotografi),  Maria Jose de la Macorra (Instalasi), dan Betsabee Romero (Instalasi), mereka melakukan dialog artistik kepada publik Indonesia, teristimewa warga Jakarta.

Mereka para seniman kotemporer Meksiko mengenalkan karyanya yang memiliki kekuatan personal, kekhasan dalam menciptakan serta merefleksikan lanskap serta realitas Meksiko. Tatap saja foto-foto Akfredo de Stefano dalam pemeran yang bertema Geographies, sungguh terasa Meksiko yang mempunyai luas wilayah 1.967.180 kilometer persegi, negeri eksotis, sebagaimana Indonesia. Kiranya hal itulah merupakan kewajaran dalam melakukan dialog artistik yang semakin dekat antara Indonesia – Meksiko, suatu persahabatan yang tulus.

Meksiko … oh … Meksiko. Meksiko, Amerika Tengah, dan Karibia berada dalam kesatuan. Pegunungan Sierra Madre yang merupakan bagian penting dataran Meksiko. Jagung, kopi, dan kapas  ditanam di dataran yang subur di sepanjang Meksiko dan daerah yang kering  dipakai untuk peternakan. Dataran sempit yang menghubungkan  Meksiko dan Amerika Selatan  disebut Amerika Tengah. Banyak negara di wilayah ini  memiliki gunung berapi, dan pegunungannya tertutup  hutan tropis yang lebat.

Maka pameran kolektif empat seniman Meksiko yang berlangsung 30 November 2017 – 13 Desember 2017 diberi tema Geographies (Geografi), mengingat wilayah Meksiko yang menakjubkan. Keempat seniman Meksiko itu karyanya mengacu pada ragam landskap di negerinya, seperti warna yang mencolok, juga atmosfer mengenai landskap laut, dan representasi futuristis dari topografi wilayah Meksiko.

Mencermati karya empat seniman Meksiko itu penikmat seni terbawa untuk menjadi lebih dekat ke dalam ekspresi seni negeri Meksiko, dan itulah suatu dialog artistik yang  bersahabat. Dan dialog artistik itu sudah lama terjadi antara Meksiko – Indonesia, serta akan terus ditingkatkan pemahaman timbal balik melalui bahasa seni universal.

Duta Besar Mexico Untuk Indonesia

“Dialog artistik tidak berhenti pada pameran Geographis ini saja, melainkan pada kegiatan lain, termasuk seni tari maupun film. Kunjungan Indonesiadaily ke kota Tijuana merupakan juga bagian dari dialog artistitik yang menurut saya adalah perjalanan pencerahan. Tidak semata membuat laporan pariwisata. Tijuana masih seperti dulu suasananya, kota yang ramah”, kata Federico Salas, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia kepada Indonesidaily, ketika peresmian pameran Geographies, akhir November 2017, di Jakarta, sembari menyulang anggur putih,tatkala gerimis rintik-rintik turun.

Luangkan waktu Anda untuk melihat dan menyimak pameran Geographies ini, supaya lebih  dekat dengan Meksiko, negeri yang masyarakatnya bersahabat lama dengan masyarakat Indonesia. (snm; foto din

Bagikan :

About Yayo Sulistyo

Check Also

KYOTO KIMONO GAKUIN KYOTO HONKO DEMONSTRASIKAN PEMAKAIAN KIMONO DAN YUKATA

Indonesiadaily.co.id-, Ada tata cara khusus memakai Kimono karena itulah pakaian ini hanya dipakai saat perayaan tradisional ...

PENDANGKALAN SUNGAI DAN TUMPUKAN SAMPAH INSPIRASI IDRIS BRANDY BERKARYA

Indonesiadaily.co.id,- Melangkahkan kaki dengan tekad dan berbekal kanvas, cat akrilik, kuas lukis Idris Brandy kali ...

QUA VADIS PEPADI HARAPAN DITENGAH KEGALAUAN PELAKU DUNIA PEWAYANGAN

Indonesiadaily.co.id-, Ditengah gempuran arus hiburan dari mancanegara yang disertai teknologi, membuat anak zaman now keranjingan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *